
Myesha tersenyum. Myesha bersyukur ada Danish yang begitu pengertian akan kondisinya, sehingga dia tidak harus melewati semuanya sendirian.
"Ini makan buahnya.."
"Hehe, yang sakit kakak. Tapi aku yang dikupasin buah.."
"Udah, gak usah nyengir. Makan saja.."
..
__ADS_1
Keakraban Randi dengan orangtua Myesha tidak diragukan lagi, sehingga menjodohkan anak mereka bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi.
Saat Myesha diberi sebuah pilihan antara Dzaki dan Danish, jelas saja tidak ada alasan bagi Myesha untuk tidak memilih Dzaki mengingat sedari kecil Myesha lebih akrab dan bahkan sudah mengutarakan perasaannya pada Dzaki. Namun Myesha tidak bisa menentukan pilihan sesuai keinginannya, Ayahnya meminta Myesha untuk memilih Danish dengan alasan, Danish lebih dewasa dan saat ini sedang kuliah, yang berarti tidak harus menunggu lama lagi Danish akan bekerja dan jelas Danish akan mapan lebih dulu jika dibandingkan dengan Dzaki.
Jelas saja Myesha menolak, perasaannya pada Dzaki tidak bisa dia abaikan begitu saja. Namun apa kuasa Myesha jika lawannya adalah orangtuanya. Dengan ancaman kecil akan memindahkan Myesha sekolah diluar negri, membuat Myesha harus turut mengikuti keinginan Ayahnya untuk memilih Danish.
Sebelum menentukan pilihannya, Myesha lebih dulu berbicara pada Danish. Awalnya, keragu-raguan menghampiri perasaan Myesha. Bagaimana jika Danish menolak, bagaimana jika Danish menceritakan semuanya dan bagaimana jika Danish membencinya setelah ia mengatakannya. Namun semua yang dia khawatirkan tidak terjadi, Danish siap membantu dan siap ikut dalam alur yang diinginkan Ayah Myesha.
Awalnya Danish meminta Myesha untuk menjelaskan semuanya pada Dzaki sebelum Dzaki terlanjur salah paham. Namun mengingat watak Dzaki yang seperti itu, membuat Myesha memilih menyembunyikan rencana ini dari Dzaki. "Dzaki tidak akan tinggal diam jika dia tahu Ayah yang memaksaku memilih kakak" Jawab Myesha waktu itu.
__ADS_1
.
.
.
Waktu berlalu, Hana semakin terbiasa hidup bersama Dzaki begitu juga sebaliknya. Hana dan Dzaki semakin hari semakin akrab dan keduanya mulai saling terbuka untuk hal-hal yang umum. Kadar rasa sungkan mulai menurun menjadi lebih santai. Meski begitu, Hana masih sering menjadi bulan-bulanan kekesalan Dzaki saat ada sesuatu yang Hana lakukan namun tidak disukai oleh Dzaki.
Makan bersama dan mengerjakan tugas rumah bersama. Bahkan keduanya membagi tugas dalam mengurus rumah. Tinggal bersama jelas memiliki keseruan dan kesulitan tersendiri. Dzaki yang biasanya lupa memeriksa pintu dan jendela sebelum tidur akhirnya ada Hana yang selalu mengingatkannya saat ini. Juga Hana yang baru bersekolah lagi akhirnya bisa terbantu oleh Dzaki dalam mengerjakan tugas dan hal lainnya.
__ADS_1
Terlebih dari keuntungan yang masing-masing mereka rasakan, mereka harus bisa lebih waspada dalam hal pribadi terutama yang berhubungan dengan genre mereka sebagai laki-laki dan perempuan. Seperti ketika Hana tanpa sengaja memungut underwear Dzaki yang terjatuh saat dijemur dan mengembalikannya ke Dzaki, yang membuat wajah Dzaki sampai merah karena menahan malunya. Juga saat Dzaki menemukan pembalut wanita milik Hana saat mereka membongkar belanjaan untuk persediaan dirumah.