The Tunnel And The Sprite'S Muffler Bahasa Indonesia

The Tunnel And The Sprite'S Muffler Bahasa Indonesia
Bab 3


__ADS_3

Aku sangat lapar, aku tidak terkejut lagi!” kata si lelaki kekar kemudian mengambil mangkuknya dan makan dengan lahapnya.


“Aku juga sangat lapar!” kata Doni dan ia pun mengambil mangkuknya kemudian makan secara bernafsu.

__ADS_1


Yang masih keheranan adalah Riko. Ia masih memutar-mutar otak karena bagaimana mungkin Kakeknya itu bisa datang begitu cepat padahal jarak antara tempat tersebut dengan dapur cukup jauh. Juga kakeknya itu sudah lanjut usianya. Ia terheran akan kejadian itu sehingga ia lalu beridiri dari tempatnya, tidak jadi makan. Ia berjalan sambil mengawasi pintu dapur sambil memikirkan kejadian tadi yang dianggapnya aneh. Berjalan perlahan ke sebelah barat yang mana di sana ada sebuah patung yang menempel pada dinding. Riko tanpa sengaja melihat patung tersebut. Ia kemudian menoleh dan tertariklah dia akan sosok patung itu.


Setelah berada di dekat patung, Riko lalu mengamatinya. Patung seorang wanita yang cantik. Wanita yang tengah berdiri anggun dan tersenyum manis kepadanya. Ia lalu menoleh sekilas ke belakang untuk memberi tahu Doni, namun pemuda itu ternyata masih makan dengan lahapnya bersama si lelaki kekar, maka ia tidak mau mengganggu kawannya itu. Ia memandang patung tersebut kembali. Terlihat olehnya dibagian wajah ada sedikit debu. Ia kemudian mengulurkan tangannya dan membelai pipi patung tersebut. Di usap pipi patung tersebut dengan usapan lembut karena khawatir manakala patung tersebut cukup sensitif. Ia lalu berkata sambil tersenyum-senyum sendiri.  “Ah, kakek ternyata masih suka wanita muda. Patung cantik seperti ini saja dikoleksinya.” ucapnya lalu tertawa perlahan menahan kegeliannya. Riko lalu menggelengkan kepala kemudian membalikan badan hendak menuju ke arah sahabatnya. Ia juga lumayan lapar. Perutnya sudah berbunyi dari tadi.

__ADS_1


Riko lalu mendekati pintu tersebut sambil berjalan hati-hati. Ia kemudian berhenti di ambang pintu karena ragu apa ia akan memasuki pintu tersebut ataukah tidak. Ia amati pintu tersebut. Sebuah pintu berukuran layaknya seperti pintu biasa. Terbuat dari kayu yang belum di cat. Yang membuat ia terheran adalah kenapa tadi ia tidak melihat pintu ini, dan tahu-tahu sekarang pintu tersebut terbuka dengan sendirnya. Ia amati untuk menengok ke dalam. Ternyata di dalam tidak terlihat adanya cahaya dan hanya berwarna hitam gelap saja.  Ruangan apa didalam sana? Apa isinya? Pikir pemuda itu dikepalanya. Dan karena rasa penasarannya itu, ia kemudian melangkah masuk.


“Srreeett...” Riko tersentak ketika tubuhnya terasa di tarik oleh suatu kekuatan. Ia kemudian mengamati ke sekitarnya dan terkejutlah dia. Ia sekarang berada di sebuah ruangan mirip terowongan. Langit-langit dan dinding terbuat dari bebatuan. Lantainya adalah tanah kering biasa dan sedikit berdebu. Tempat yang lumayan gelap namun di kanan kiri terdapat bunga-bunga yang bersinar cahayanya, yang menerangi tempat tersebut namun tidak terang sekali. Ia kemudian berjalan dengan langkah terhuyung-huyung karena tempat tersebut tidak terlalu terang. Ia berjalan sambil menoleh ke kanan kiri sambil melongo keheranan. Ia baru pertama kali melihat ruangan tersebut sejak pertama ia kunjungi rumah kakeknya. Sejak kapan kakek membuat ruangan ini, pikir Riko. Kenapa ada dan untuk apakah? Ia menoleh ke belakang namun tiba-tiba tanpa di ketahuinya seseorang pun tangah berjalan di depan pemuda itu. Orang itu pun tengah berjalan sambil menoleh kebelakang sama halnya dengan pemuda tersebut. Maka mereka berdua tidak melihat di depannya satu sama lain.

__ADS_1


“Brukk... agghh...!” Riko terjatuh karena berbenturan dengan seseorang. Ia usap bokongnya yang pegal karena membentur lantai. Yang ditabrak pun juga terjatuh. Ia tengah memegangi kepalanya sambil meram kesakitan karena membentur kepala Riko. Riko lalu membuka matanya, kemudian mengamati siapa yang menabraknya itu. Ia amati sambil mengedipkan matanya berulang kali. Ia lalu sedikit membuka mulutnya karena melihat siapa yang ada didepannya. Seorang gadis yang tengah meringis sambil memegangi kepalanya yang juga tadi terjatuh. Wajahnya putih mulus dan cantik sekali. Rambutnya hitam panjang dan di hias dengan hiasan perak. Gaunnya putih bersih dan berbahan sutra. Ia sangat jelita seperti para dewi yang ada pada serial dongeng.


__ADS_2