Eh?! Mana mungkin tidak seperti kami?” Riko menarik tubuh ke belakang lalu mengamati gadis tersebut dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“K-kau jangan memandangku seperti itu!” tegur sang gadis lalu memalingkan wajah dari Riko.
“Ha-ha, kau punya dua kaki dan dua lengan, kau berfisik sempurna sama seperti kami, Nona. Apa maksudmu kau berbeda dengan kami?”
“Kami tidak betempat tinggal di dunia kalian.”
Riko lalu menghentikan senyumannya. Ia lalu berjalan ke arah cahaya yang berada di depannya.
“Eh-eh! Sudah kubilang kau jangan kesitu!” tegur si gadis lalu mengejar Riko.
“Aku tidak peduli. Aku ingin melihat duniamu itu!” Kata Riko yang lalu mempercepat langkah kakinya. Sebenarnya ia kurang percaya dengan perkataan gadis tersebut. Maka ia ingin sekali melihatnya.
Gadis itu lalu cemberut dan menunduk. Walaupun ia tidak setuju Riko kedunianya karena itu berbahaya bagi mereka, tapi ia girang juga karena dapat bersamanya.
“Pintu?” Riko berhenti setelah berada di depan cahaya tadi yang ternyata hanyalah pintu bercelah yang tertutup.
__ADS_1
“Kau pulang saja lah. Kalau kau kemari, kau akan celaka.” Pinta gadis tersebut mengerutkan alis. “Manusia bumi tak boleh memasuki dunia kami.”
“Celaka?” Riko mengangkat alis memandang wajah cemas sang gadis.
“Emm,” gadis tersebut mengangguk balas memandang Riko.
“He-he,” Riko tertawa tidak percaya. “Cukup adil, lalu kalian ini para dewi, begitu?” tanyanya berkelakar.
Gadis itu lalu mengawasi wajah Riko dengan wajah serius. Setelah cukup lama menatap, ia lalu menjawab. “Begitulah.” Sahutnya. “Cepatlah kau pergi dari sini,”
“Tunggu dulu!” gadis tersebut memanggilnya dengan alis mengerut seakan berat untuk berpisah dengan pemuda itu.
Riko lalu berhenti. Ia membalikan badan dan memandang gadis tersebut dengan wajah pertanyaan.
“Jaga diri..” ucap gadis tersebut sambil tersenyum murung.
“Oh, baiklah.” Riko balas senyum lalu melanjutkan jalannya. Baru berjalan beberapa langakah lagi, ia lalu membalikan badan. “Tunggu, Nona!” panggilnya.
__ADS_1
Gadis itu yang tengah membuka pintu lalu berhenti. Ia membalikan badan lalu memandang Riko yang ternyata sedang berjalan medekatinya.
“Siapa namamu?” tanya Riko yang sudah berada di depannya.
Gadis tersebut mengawasi wajah Riko sambil tersenyum, kemudian baru menjawabnya. “Wulan,”
“Wulan?” Riko memandang gadis itu sambil tersenyum.
“Emm,” gadis tersebut mengangguk lalu balik tanya. “Dan kau?”
“Aku Riko,” sahutnya. “Riko Yayu!”
“Riko?” gadis itu mengulangi sambil tersenyum manis. “Riko Yayu? Sebenarnya aku ingin keduniamu. Kelak, bisakah kau bawa aku kesana?”
Riko tersenyum kemudian menyeringai. “Tentu saja bisa. Dan namamu itu, aku jadi teringat sosok bidadari yang ada di dongeng tanah kelahiranku.” Sahutnya lalu ia membalikan badan dan berlari meninggalkannya. Gadis itu sedikit mengangkat tangan untuk menghentikan Riko namun ia tekan perasaannya. Tidak boleh ia membawa manusia kemari, pikirnya. Kalau tidak mau nyawanya dan nyawa pemuda itu selamat.
Riko terus berlari menuju pintu tadi. Dengan adanya penerangan bunga bercahaya di sekitar dinding terowongan, Riko dapat melihat jalan secara jelas. Ia terus berlari sambil teringat wajah cantik gadis yang baru ditemuinya. Benar-benar gadis yang cantik, pikirnya. Riko memang suka akan sosok gadis cantik. Namun ia menyukai gadis cantik seperti manusia menyukai bunga-bunga yang indah. Tidak karena dorongan nafsu yang kotor. “Tap!” Riko merasa seperti menginjak sesuatu. Ia lalu memeriksa kebawah apa yang di injaknya. Ternyata adalah sebuah selendang warna putih yang berada di bawah sepatu botnya. Ia mengambilnya lalu di pandangnya selendang itu. Selendang yang berlukis lukisan burung cendrawasih berwarna perak. Lukisan yang sangat indah menyatu dengan warna selendangnya. Selendang yang panjang nan bersih. Ia dapat menduga bahwa selendang yang dipegannya itu adalah milik gadis tadi, Wulan. Riko lalu menoleh ke belakang untuk mengembalikan selendang tersebut, namun yang ia lihat hanyalah cahaya dan gadis tadi sudah tidak tampak sehelai rambutnya. Ia lalu memasukan selendang tersebut kedalam saku bajunya yang berada di dalam baju lalu melanjutkan berlari menuju ke pintu dimana tadi ia masuk.
__ADS_1