
"Nona, kami berbicara dengan serius mana mungkin kami sedang bercanda kepada anda,"
"Lebih baik anda menyimpannya nona, karena ini adalah bentuk perhatian dari Duke kepada anda," ucap salah seorang pelayan yang diikuti dengan anggukan kepala oleh para pelayan lain yang berada di belakangnya
"Hummm... Sepertinya akan ada pertumpahan darah antar wilayah ya sekarang bukan?" ucap Kayla dengan tatapan serius ke arah para pelayannya
Semua pelayan Kayla terdiam dan menatap dengan tatapan yang kasihan serta helaan nafas panjang dengan membayangkan sang Duke yang di tolak oleh sang nona, karena sang nona mereka tidak percaya kalau Duke yang dingin itu memberikan hadiah untuk dirinya. Kayla ingat dengan jelas kalau semalam Duke tidak berbicara apapun dan meninggalkan dirinya di depan pintu gerbang mansion, sampai membuat dirinya kini berbaring di atas tempat tidur tidak bergerak akibat perbuatan Duke.
Tidak beberapa lama dari itu, sesosok laki-laki masuk ke dalam ruangan dengan tatapan khawatir bersamaan dengan air mata yang menetes, dan dengan cepat menggenggam telapak tangan milik adiknya dengan erat yang terbaring di atas tempat tidur.
"Kayla, jangan tinggalkan kakak,"
"Kakak belum siap di tinggalkan oleh dirimu," ucap sang kakak dengan air mata yang tersedu-sedu
"Kakak, aku tidak akan mati, kenapa kamu juga ikut menyumpahi adikmu cepat mati?" teriak Kayla dengan tatapan tajam ke arah kakaknya namun dia tidak bisa banyak bergerak karena sakitnya jika bergerak berlebihan
Kayla selama satu hari penuh menghabiskan waktunya untuk beristirahat di kamar dan terkadang-kadang dia mendapatkan surat ucapan cepat sembuh dari beberapa temannya. Keesokan harinya, Kayla sudah bisa duduk bersandar di atas tempat tidur walaupun masih merasakan sakit, dan di saat yang sama mansion kediaman marques Lucretia kedatangan tamu tanpa angin dan hujan sesuatu yang mengejutkan sang Duke datang ke mansion tunangannya bukan hanya sekedar menjemput ke pesta ataupun acara-acara penting.
"Tuan Lucretia, apakah saya bisa menjenguk tunanganku?" tanya sang Duke yang di sambut oleh sang Marques yang terkejut dengan kedatangan tiba-tiba dari sang Duke ke mansionnya dengan sebuket bunga Krisan yang dibawa
"Tentu saja boleh karena kamu adalah tuangan adikku, tetapi tuan Duke anda adalah penyebab adikku sakit dan terbaring di tempat tidur saat ini,"
"Anda meninggalkan dia di depan gerbang mansion Lucretia yang memiliki jarak setengah kilometer menuju mansion,"
__ADS_1
"Apakah anda tau tentang itu?" ucap sang kakak dengan tatapan tajam ke arah sosok laki-laki yang ada di depannya tidak peduli dengan status yang di miliknya
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud meninggalkan dirinya untuk berjalan dan kunjunganku hari ini datang untuk menemui dirinya dan melihat keadaannya saat ini sebagai permintaan maaf," ucap sang Duke yang menatap dengan tatapan serius dan dingin yang membuat sang marques hanya bisa langsung mengizinkan untuk bertemu dengan Kayla di kamarnya
Di depan pintu yang besar, sang Duke anehnya merasa sedikit gugup untuk menemui tunangannya menarik nafas panjang dan kemudian membuka pintu tersebut hingga memperlihatkan sesosok gadis yang duduk bersandar dengan bantal yang berada di belakangnya. Mendengarkan suara pintu yang terbuka Kayla menoleh ke arah pintu dan dia terkejut dengan sosok laki-laki yang datang ke mansion, bersama sebuket bunga yang berada di tangannya.
'Apakah dia ke sini karena tau aku kemarin pernah berniat untuk membuah barang-barang yang memenuhi kamarku kemarin?'
'Tidak biasanya dia datang menemui aku seperti ini membuat seluruh tubuhku merasa sakit rasanya,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan senyuman terpaksa melihat sesosok laki-laki yang melangkah masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat tidur Kayla
"Ini bunga untuk dirimu, dan orang lemah seperti dirimu sepertinya memang tidak memiliki kemampuan untuk berjalan ya saat ini? Padahal kamu sangat kuat dan nakal ketika menjambak rambut-rambut gadis bangsawan dan bahkan kamu memukulnya hingga terluka parah gadis itu," ucap sang Duke yang sambil menyerahkan sebuket bunga Krisan kepada Kayla
Kayla terdiam sesaat, menutup mata bersamaan dengan menghela nafasnya sesaat kemudian menoleh dan menatap dengan senyuman terpaksa ke arah laki-laki itu.
"Menurut anda apakah saya akan baik-baik saja?" ucap Kayla dengan menekankan ucapannya kepada setiap kata dengan sudut bibir yang di tarik dengan paksa dan kerutan kening yang terlihat
"Kalau begitu maafkan aku yang tidak memahami posisimu dan jangan pernah dekat lagi dengan laki-laki itu,"
"Aku tidak suka melihat penggoda banyak perempuan itu dekat dengan dirimu,"
"Karena kamu adalah tunanganku," ucap Duke dengan tatapan yang serius dan kedua tangan yang terlipat di depan dadanya
"Tuan Duke, apakah anda baik-baik saja? Keluarga kami cukup memiliki dokter yang hebat dalam melakukan pemeriksaan," ucap Kayla dengan mata yang terbelalak mendengarkan ucapan maaf yang tidak pernah dia dengarkan dari Duke apalagi caranya memperhatikan Kayla
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya sang Duke dengan tatapan yang sedikit kebingungan tetapi tetap dengan dingin
"Tidak ada apa-apa, aku merasa perasaanku saja," ucap Kayla yang menggelengkan kepalanya dengan pelan dan senyuman kaku
Beberapa menit kemudian suasana di dalam ruangan itu tiba-tiba saja menjadi sunyi seketika, karena habisnya topik percakapan yang ingin di bicarakan oleh keduanya. Kayla mungkin bisa menceritakan banyak hal, tetapi saat ini tidak mungkin dia lakukan sebab dia tau laki-laki di depan kurang suka mendengarkan cerita darinya.
'Kenapa dia hanya diam saja? Buat apa dia ke sini jika hanya untuk berbicara beberapa patah kata kemudian saling diam,'
'Lebih baik aku melanjutkan membaca buku dulu,' ucap Kayla di dalam hatinya yang menatap Duke sesaat kemudian membuka halaman terakhir buku yang dia baca
Kayla melanjutkan bacaannya, sedangkan Duke memandangi gadis yang duduk di tempat tidur itu dalam diam, hingga beberapa menit berlalu sampai Kayla tiba-tiba mengingat dengan hadiah yang kemarin di kirimkan oleh Duke untuk dirinya dan dia menjadi menemukan sebuah topik pembicaraan.
"Tuan Duke, terima kasih atas hadiah yang anda berikan kemarin, itu adalah hadiah pertama yang anda berikan kepada saya sejak pertama kali kita bertemu, bertunangan dan hingga saat ini,"
"Tapi, kemarin kenapa kamu tiba-tiba memberikan kepadaku tuan Duke?"
"Menurut dirimu aku memberikan kepadamu karena apa?"
"Humm... Karena anda ingin saya mengikuti tren?"
"Kamu ternyata lebih bodoh dari yang aku duga ya? Apakah ini caramu bermain denganku sekarang? Hingga membuatku sendiri bingung ingin memperlakukan dirimu seperti apa?"
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
__ADS_1