
"Felix, kenapa kamu tiba-tiba saja memutuskan melanggar pesan yang di sampaikan oleh raja?"
"Kamu tau bukan betapa kuatnya para Palast Schwarze Rose? Apalagi kamu membawa aku ke sini," ucap Albern dengan tatapan suram dan putus asa karena tiba-tiba harus melakukan perjalanan dinas
Felix yang di marahi oleh Albern sepanjang jalan, berpura-pura tidak mendengarkan ucapan dan fokus kepada jalanan yang telah di kosongkan, sambil memperhatikan setiap wajah para penduduk yang mungkin saja adalah tunangannya, sebab firasatnya mengatakan kalau gadis tersebut telah berada di sekitar wilayah ini.
Felix yang melihat setiap wajah, hanya sekilas tiba-tiba fokus kepada wajah sesosok perempuan berambut hitam dengan pakaian seperti rakyat biasa menatap dirinya yang menunggang kuda dengan tatapan yang sangat mirip dengan tunangannya.
"Albern, katakan kepadaku apakah seseorang yang menggunakan sihir penyamaran bisa membuat seseorang yang melihat bisa mengetahui langsung identitasnya hanya melalui tatapan?" tanya Felix yang tiba-tiba kepada orang yang menunggang kuda berada di sampingnya
"Felix, aku telah mengatakan kepada dirimu untuk sekian kalinya untuk beristirahat tidur,"
"Kamu tau bukan itu mungkin saja mustahil, karena manusia memiliki banyak kepribadian yang kadang sama jadi bisa saja hanya kebetulan," ucap Albern dengan mengerutkan keningnya kemudian menghela nafas panjang karena merasa lelah bekerja lembur hampir selama sebulan
Felix dan Albern sampai di mansion seorang bangsawan yang mengurus wilayah dia datangi bangsawan itu langsung menyambutnya dengan mewah, dan bahkan awalnya sang bangsawan yang menawarkan putrinya untuk melayaninya langsung membuat Felix seorang duke yang terkenal tiran menarik pedangnya dari sarung pedangnya di depan bangsawan itu. Tidak peduli kalau dia sedang berada di tempat tinggal orang lain.
'Aku sangat khawatir jika sang nona Lucretia tidak di temukan dengan cepat setelah ini negeri ini akan dibakar oleh duke Charleston seorang tiran yang menghancurkan negeri barat, akibat tunangan yang kabur pada saat sebelum pesta pertunangan di adakan,' ucap Albern di dalam hatinya dengan putus asa dan lelah berharap dengan sebuah keajaiban
Di sisi lain Kayla yang melihat sosok laki-laki yang tidak ingin dia temui di list-nya nomor satu, langsung membuatnya merasa merinding dan menyesal.
__ADS_1
'Dia tidak akan ke sini kan untuk mencariku? Dan aku ingat kalau aku tidak meninggalkan jejak apapun selama sebulan,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan khawatir sambil makan ketika telah menemukan sebuah restoran untuk makan malamnya
Setelah selesai makan malam, Kayla memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar menikmati indahnya malam di alun-alun kota yang tidak pernah dia lihat, walaupun dia sering keluar ke alun-alun kota sejak masih kecil tetapi tidak pernah keluar ke alun-alun kota hingga malam hari, walaupun ada festival besar di tengah-tengah alun-alun kota.
Di malam hari itu banyak orang-orang kota yang memenuhi jalanan hingga membuat Kayla kesulitan untuk berjalan sampai tidak sengaja menabrak seseorang laki-laki bertudung.
"Maafkan aku menabrak anda," ucap Kayla yang masih berada di tempat keramaian itu
Laki-laki bertudung yang Kayla tabrak itu sama sekali tidak berbicara dan tanpa di duga laki-laki bertudung yang dia tabrak malah menarik tangannya yang membuat Kayla harus mengikutinya hingga akhirnya langkah laki-laki itu berhenti di depan pohon besar yang jauh dari alun-alun kota.
"Kayla Lucretia, bukankah sekarang saatnya kita berbicara berdua tentang masalah kita? Mengenai alasanmu kabur dariku," ucap laki-laki itu yang masih menggenggam erat tangan milik Kayla supaya dia tidak lari
"Tuan, anda tidak salah orang? Saya bisa saja mirip dengan tunangan anda yang hilang dan sedang menjadi topik pembicaraan panas ini,"
"Tapi, lihat baik-baik kalau saya ini berambut hitam, saya berasal dari timur jadi tidak mungkin saya terlihat mirip dengan tuangan anda," ucap Kayla dengan senyuman kaku dan terbata-bata berusaha meyakinkan sosok laki-laki di depannya yang telah membuka tudung kepalanya setelah Kayla berbicara
Sang duke yang mendengarkan ucapan omong kosong Kayla diam tidak membalas ucapan Kayla dan hanya memperhatikan dengan baik gadis di depannya dari atas ke bawah.
'Kenapa dia hanya memperhatikan aku? Itu membuatku merinding karena dia sangat menyeramkan jika hanya menatapku,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan kepala tertunduk kebingungan
__ADS_1
Tanpa adanya jawaban dari sang Duke selama beberapa menit, tiba-tiba saja kedua tangan milik Kayla di rantai oleh sang duke itu membuatnya terbelalak melihat rantai di tangannya. Sang duke tanpa berbicara menarik rantai yang berada di tangan Kayla ke dalam kereta kuda yang ternyata telah dia siapkan sejak awal, Kayla yang di rantai dan terdiam karena dia tiba-tiba saja di tangkap begitu saja oleh tunangan hanya dalam waktu satu bulan.
Sang duke langsung membawa Kayla ke mansion duke ke dalam ruangan besar dan tumpukan berkas tempat sang duke bekerja biasanya.
"Kayla Lucretia, bisakah kita menyelesaikan masalah kita berdua sekarang? Jika kamu takut kita membahas masalah ini di depan publik maka aku membawamu ke mansion ini,"
"Dan aku ingin mendengarkan dengan sangat jelas pendapatmu mengenai pertunangan kita berdua, alasan kenapa kamu tiba-tiba kabur begitu saja setelah aku mempersiapkan semuanya," ucap sang duke dengan tatapan serius dan tajam ke arah Kayla yang saat ini duduk di depannya dengan pikiran yang sedang kacau dan takut dengan kematiannya
'Aku yakin memang dengan dekatnya aku kepada kematianku, tetapi kenapa bawah mata hitam duke sangat tebal? Bagaimana bisa dia kekurangan tidur?' ucap Kayla di dalam hatinya berusaha menenangkan dirinya dan menatap sosok laki-laki yang berada di depannya
"Tuan, aku sudah mengatakan kalau bisa saja kamu salah orang dan orang itu mirip dengan tunanganmu," ucap Kayla dengan tatapan yang kini serius kepada sosok laki-laki di depannya
"Kayla Lucretia, apakah menurutmu hanya dengan ucapan salah orang atau mirip saja membuatku yakin dan membiarkan dirimu pergi?" ucap sang duke yang beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah Kayla meletakkan kedua tangannya di antara sebelah kiri dan kanan kepala Kayla supaya Kayla bisa melihat dengan jelas wajah laki-laki di depannya kini
"Kayla Lucretia, kamu pikir aku kurang bodoh bisa kamu tipu dengan sebuah ucapan?"
"Karena tau semua tingkah lakumu selama ini walaupun wajahmu berubah sekalipun,"
"Dan Kayla Lucretia, kalaupun kamu tidak ingin mengakui identitasmu sampai akhir, maka aku akan membiarkan dirimu terkurung di mansion duke ini, jika kamu benar-benar ingin bertahan seperti itu,"
__ADS_1
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée