
"Felix, entang batu sihir aku tau sebuah toko yang menjual batu sihir terbaik,"
"Kamu sama sekali tidak perlu khawatir dengan harganya, karena dia lumanyan bisa di andalkan,"
"Untuk penyihir yang menggunakan sihir hitam, aku sebenarnya bisa menggunakan sihir hitam,"
"Aku bisa membantu dirimu jika memang itu benar-benar di perlukan," ucap gadis yang berada di depannya dengan tatapan yang berbinar-binar
"Baiklah, aku berharap besar dengan kamu,"
"Kalau bisa besok secepatnya harus ada di aula istana kerajaan yang hancur, tenang saja aku akan menemanimu," ucap Felix dengan seringai sambil menepuk-nepuk kepala gadis itu membuat gadis itu memerah karena perilaku yang begitu dia nantikan seperti sepasang kekasih
Keesokan harinya gadis itu datang ke aula kerajaan yang berantakan sesuai dengan janji yang dia buat dengan Felix, berjam-jam di tunggu oleh sosok gadis itu hingga hingga akhirnya Felix sampai ke tempat itu.
__ADS_1
"Maaf jika membuat dirimu menunggu lama, tetapi barusan aku baru selesai rapat,"
"Bisakah kamu tunjukkan sihirmu itu dulu? Karena akan sangat kesulitan jika kamu pingsan pada saat memperbaiki ruangan aula istana yang berantakan dan sangat parah,"
"Kamu bisa menunjukkan dengan contoh misalnya memanggil seekor monster contohnya, karena menurut yang aku baca di sebuah buku kalau monster adalah makhluk tertinggi kedua yang bisa di panggil oleh manusia pengguna sihir hitam," ucap Felix dengan senyuman menatap sosok gadis yang berada di depannya
Tanpa lama dan pikir panjang gadis itu menuruti keinginan Felix, karena dia sangat mempercayai dan menyukai Felix tanpa ada keraguan sedikitpun. Gadis itu langsung membuat lingkaran sihir dan menggunakan sihir untuk memanggil monster. Monster-monster yang bermunculan langsung dengan cepat Felix tangani hingga akhirnya gadis itu kehabisan mana sihir.
Sedangkan sosok perempuan yang kini terduduk lemas karena kehabisan tenaga ada di depannya terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Felix begitu tiba-tiba.
"Felix, apa yang kamu lakukan? Bukankah kamu menyukai aku sekarang hingga kamu bersikap baik kepadaku?" ucap sosok gadis itu dengan air mata yang tiba-tiba mengalir dan merasakan rasa sesak menusuk ke dalam dadanya
Gadis itu merasa dikhianati oleh sosok laki-laki yang saat ini menatap dingin dirinya seperti tidak ada rasa peduli atau kasihan sedikitpun di matanya.
__ADS_1
"Aku harusnya tau sejak awal kalau kamu mempermainkan aku,"
"Tetapi, jika aku menderita maka kamu juga akan sama menderitanya denganku Duke Felix Charleston," ucap sosok gadis yang kini telah di rantai oleh salah seorang penjaga membawa gadis itu melewati Felix
Felix terdiam sesaat dan merasa memiliki firasat buruk tentang itu tetapi karena dia tidak yakin dengan yang dia rasakan maka dia memilih untuk menyingkirkan pikiran buruk itu, dan kasus itu selesai.
Di sisi lain di sebuah menara yang seperti sangkar terlihat sosok gadis itu telah membuka mata dan memperhatikan sekelilingnya, semuanya sangat aneh dan asing untuk dirinya lihat ditambah lagi dia di rantai.
"Tempat apa ini? Kenapa aku bisa berada di sini? Dan kenapa aku di rantai di atas tempat tidur?"
"Kamu sudah bangun? Bagaimana rasanya tinggal di rumah barumu mulai sekarang?"
"Mau nyaman tidak nyaman kamu harus tinggal di sini bersamaku berdua Kayla Lucretia,"
__ADS_1