
"Felix, aku baru meninggalkan dirimu selama beberapa jam,"
"Bisa-bisanya kamu tertidur dengan banyaknya tumpukan kertas di atas meja itu,"
"Apakah kamu begitu menyukai lembur?" ucap sesosok laki-laki yang menggoyang-goyangkan bahu milik Felix dengan tatapan yang suram
Felix yang dibangunkan terdiam dan menatap sekitar ruangan yang ternyata dia berada di dalam ruangan kerjanya, dia mengingat jelas kalau dia seharusnya kembali ke kuil setelah membuat kontrak dan juga sosok Albern yang terlihat berusia enam belas tahun di depannya membuatnya kebingungan.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan pintu besar itu terbuka memperlihatkan sesosok gadis berambut perak masuk ke dalam ruangan dengan penuh senyuman dan semangat.
"Tuan duke, apakah kamu baik-baik saja setelah kejadian kemarin? Maafkan aku jika aku datang tiba-tiba tapi aku khawatir dengan kejadian kemarin pada saat kamu menyelamatkan aku," ucap seorang gadis dengan suara yang tidak asing senyuman lembut berjalan menghampiri laki-laki yang duduk di depan tumpukan kertas
"Mau aku usir untukmu Felix? Kamu kemarin mengatakan dengan jelas kamu tidak tertarik dengan perempuan itu setelah selesai bertemu satu kali pada saat selesai sang raja menetapkan dia adalah tunanganmu," bisik Albern kepada Felix yang berada di sebelahnya di depan sosok gadis berambut perak itu
"Tidak, Albern tinggalkan kami berdua,"
"Ada hal serius yang harus kami berdua bicarakan di ruangan ini," ucap Felix yang menatap Albern dengan tatapan serius
Albern yang mendengarkan ucapan dari Felix langsung meninggal ruangan menyisihkan sesosok gadis berambut perak dan Felix dengan kesunyian di dalam ruangan itu, sesaat Felix terdiam dan menatap sosok gadis yang ada di depannya sedang berbicara tentang kekhawatiran dirinya kepada Felix membuat dia tersenyum dan bangkit dari kursinya dengan tanpa sebab air matanya mengalir menatap sosok gadis di depannya.
Felix memeluk erat sosok gadis di depannya dengan perasaan lega dan bersyukur dengan keberadaan gadis itu.
"Kayla, kali ini aku akan melindungi dirimu dan tolong jangan tinggalkan aku,"
"Apapun yang terjadi bisak tidak?" ucap Felix dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya dan membuat sosok gadis di dalam pelukan kebingungan
'Kenapa dia tiba-tiba menangis?' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan dan berusaha mengelus-elus kepala Felix seperti seekor kucing yang di manjakan
__ADS_1
Felix merasa sangat buruk baru menyadari perasaannya di akhir dan membuat gadis yang dicintainya menderita selama bertunangan dengan dirinya, semua yang dialaminya di masa lalu akan seperti mimpi panjang untuk dirinya yang melakukan kesalahan itu.
'Aku berjanji akan memperhatikan dirimu mulai sekarang sejak aku kembali ke masa-masa awal pertunangan kita berdua,' ucap Felix di dalam hatinya memeluk erat sosok gadis di depannya
Felix menangis dan di tenangkan oleh Kayla selama setengah jam, ketika Felix telah tenang suasana hening selama beberapa menit.
"Kayla, soal pesta pertunangan itu,"
"Setelah aku pikir-pikir kembali, bagaimana kalau kita berdua mengadakan pesta pertunangan?"
"Sangat buruk jika kita tidak menunjukkan ke publik tentang hubungan kita walaupun secara tertulis kita telah bertunangan," ucap Felix dengan senyuman hangat menatap Kayla setelah tenang
Kayla terdiam dan mengangguk setuju dengan keinginan yang dibicarakan oleh Felix, dia merasa sedikit aneh dengan perubahan saat dia bertemu dengan tunangannya setelah selesai penetapan pertunangan oleh sang raja. Tetapi dia merasa mungkin hubungan mereka menjadi baik nantinya jika terus seperti ini.
Setelah menghabiskan waktu dengan Felix hingga sore hari, Kayla memutuskan untuk pulang karena dia takut di marahi oleh kakaknya jika pulang larut. Kayla pulang ke mansion dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
"Tetapi syukurlah jika dia begitu baik," gumam Kayla yang memandangi langit-langit kamarnya
Setelah Kayla bergumam tanpa sadar dia tertidur dengan lelap dan tiba-tiba saja dia berada di sebuah tempat yang gelap dan setiap kali dia berjalan sama sekali dia tidak menemukan jalan keluar sama sekali.
"Tik... Tik... Tik..." Suara-suara jam berdetik berbunyi
Sebuah ruangan yang besar dan tidak asing muncul begitu saja di depan Kayla, ruangan yang tidak asing tetapi dengan sosok gadis dan laki-laki dewasa, tetapi tidak terlihat jelas wajah kedua orang itu di tempat itu.
"Ini bukankah ruangan kerja Duke?" gumam Kayla yang menatap apa yang terjadi di depannya
"Kayla, dengarkan aku untuk tidak terlalu dekat dengan laki-laki itu,"
__ADS_1
"Aku mengkhawatirkan dirimu," ucap sosok laki-laki itu dengan memegang erat bahu gadis di depannya
"Kita hanya teman, jadi dia tidak mungkin berbuat jahat kepadaku,"
"Dan juga aku tidak pernah melarang dirimu untuk bertemu dengan gadis itu dengan alasan untuk membahas peperangan selanjutnya, atas dasar apa jadinya kamu saat ini memarahiku?" ucap sosok gadis itu dengan lantang bersamaan air mata yang menetes dan bibirnya yang tergigit hingga darah mengalir di bibirnya
"Tik... Tik... Tik..." Suara-suara jam berdetik berbunyi lagi kini berubah lagi ke sebuah tempat taman dengan danau yang tidak asing untuk dirinya lihat
"Kenapa kamu berada di sini bersama gadis itu? Aku tau kamu hanya teman dengannya, tetapi kita telah bertunangan, semua orang membicarakan tentang dirimu dan gadis itu," ucap sosok gadis dengan nada ucapan yang terdengar sangat kecewa dengan sosok laki-laki di depannya merangkul gadis itu
"Aku ke sini hanya untuk membahas masa keamanan kerajaan, dan kenapa kamu bersikap begitu berlebihan?" ucap sosok laki-laki itu dengan dingin keada gadis itu
"Berlebihan? Aku juga ahli dalam berpedang dan pintar dalam politik kerajaan, kenapa hanya gadis itu yang kamu ajak bicara?"
"Kenapa ketika kamu pulang dari perang kamu bersikap begitu dingin kepadaku?" ucap sosok gadis itu yang tiba-tiba terduduk lemas di depan sosok laki-laki itu dengan gadis yang berada di pelukannya
..."Tik... Tik... Tik..." Suara-suara jam berdetik berbunyi lagi dan kini suasana ruangan berubah kembali menjadi hitam dan gelap begitu juga dengan pandangannya yang melihat semua kejadian itu tiba-tiba menjadi gelap...
Kayla membuka matanya perlahan-lahan dan pertama kali yang dia lihat ketika terbangun adalah langit-langit kamarnya, dengan cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan kamarnya melalui kaca jendela.
"Apakah itu mimpi? Kenapa aku merasa begitu sakit melihatnya?"
"Apakah suatu hari nanti mungkin tuan duke seperti itu? Tidak mungkin dia berhati lembut dan baik kepadaku,"
"Aku harap semuanya berjalan baik-baik saja dan semoga tuan duke selalu di lindungi oleh para dewa,"
"Dan aku juga harus berusaha yang terbaik untuk melindungi dirinya sama seperti dia melindungi aku,"
__ADS_1
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée