The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
Bab 27 Kakak Titip Rumah ya?


__ADS_3

"Sepertinya tidak ada yang ingin ikut membuat masalah,"


"Aku harap kalian semua bisa menikmatinya," ucap sang duke dengan tatapan dingin membuat seisi tamu yang hadir di dalam ruangan ketakutan


Setelah ucapan itu Sang duke kemudian kembali duduk di kursinya yang berada di atas tangga di samping tunangannya.


"Kayla, apakah kamu lelah? Jika iya jangan memaksakan dirimu dan kamu tidak perlu sendirian menghadapi situasi seperti itu sendirian,"


"Aku adalah tunanganmu andalkan aku," ucap sang duke yang menatap ke arah tunangannya yang membuatnya sadar kalau sikap nakal itu telah ada sejak kecil


"Aku mengerti terima kasih telah memperhatikan aku," ucap Kayla dengan tersenyum dan menganggukkan kepala


Pesta pertunangan yang di adakan selama beberapa jam akhirnya berakhir dengan suasana yang mencekam, karena adanya pembunuhan di depan mereka jadi membuat mereka yang berada di dalam aula tidak berani untuk berbicara sembarangan di depan sang duke. Setelah selesai di umumkan pesta selesai Kayla langsung menuju ke kamar tamu yang telah di siapkan oleh para pelayan.


"Akhirnya pesta pertunangan selesai dan aku bisa beristirahat dari suasana yang mencekam itu,"


"Sedikit menyeramkan cara duke membuat orang-orang di dalam aula itu terdiam, tetapi dia membela aku,"


"Aku jadi berpikir walaupun dia seorang tiran dia adalah laki-laki yang cukup baik," gumam Kayla yang langsung tertidur akibat kelelahan


Tanpa Kayla sadari dari balik pintu terdapat sosok laki-laki yang memiliki telinga yang cukup tajam mendengarkan ucapan yang di gumamkan oleh Kayla pada saat sosok laki-laki itu melewati kamarnya, setelah tidak lagi terdengar suara dari dalam kamar itu, dia lanjut berjalan di lorong malam yang saat ini telah sunyi ke sebuah ruangan yang telah di hadiri dan di tunggu oleh empat orang yang sangat berpengaruh.


" Felix, Kenapa kamu begitu lama? Apakah kamu harus membuat laporan dulu kepada tunanganmu sebelum kita rapat?" ucap seorang anak perempuan itu dengan tatapan menyidik

__ADS_1


"Aku tidak melakukannya, aku juga berterima kasih kepada kalian telah menyanggupi diri untuk datang ke pesta pertunanganku dan tidak ikut campur dalam aku menebas kepala bangsawan yang melakukan kontrak dengan iblis di bawahmu," ucap Felix dengan tatapan yang dingin dan serius sambil berjalan menuju ke kursi yang kosong di meja yang panjang


"Aku dan adikku sangat menikmati pertunjukan itu jadi tidak masalah dibandingkan dengan itu, aku harus memuji dirimu yang berani membuat kontrak dengan dewa di saat yang sama kamu memiliki kontrak dengan seorang iblis," ucap seorang anak laki-laki yang berada di sebelahnya dengan seringai dan aura yang mengerikan keluar


Suasana di dalam ruangan itu menjadi sangat mengerikan dan menyesakkan, jika di dalam ruangan hanya berisi manusia-manusia biasa maka semua di dalam ruangan akan mati tetapi berbeda halnya jika mereka adalah orang-orang itu adalah seorang yang memiliki darah keturunan iblis atau dewa, mereka tidak akan mendapat efek tekanan itu kecuali mereka berada di dekat oleh lima peringkat iblis tertinggi kemungkinan besar para iblis seperti mereka tidak akan bertahan.


"Carl, lebih baik kamu diam dan mari kita mulai rapat ini mengenai perang besar yang akan terjadi," ucap sosok laki-laki berkacamata dengan tatapan dingin yang duduk di depan kedua kakak beradik itu


"Memang kalau tidak ada Albern maka semuanya akan kacau di dalam ruangan ini,"


"Jadi, bagaimana caramu untuk membuat sang raja tua yang angkuh dan haus kekuasaan itu diam melalui perang ini?"


"Padahal dia menekan dirimu dan mengekang dirimu menggunakan rantai jalur pertunangan ini," ucap sesosok laki-laki yang meletakkan kakinya di atas meja tanpa terlihat adanya sopan santun


Keempat orang itu langsung membaca isi beberapa kertas dari tumpukan kertas di depan mereka, semua rencana yang tertulis detail hingga akhirnya keempatnya tidak bisa berkata-kata, dan mereka mencapai kesepakatan kerja sama.


"Felix, aku tidak menyangka kalau kamu bekerja dengan baik untuk perang, tetapi kenapa tidak dengan pekerjaan utamamu sebagai seorang duke? Tolong paham kepadaku yang seorang asisten pribadimu dan teman masa kecilmu," ucap Albern dengan mengerutkan kening menatap kertas-kertas yang di tulis dengan rencana yang cukup sempurna tanpa kekurangan


"Itu tidak terlalu penting sekarang perang yang akan berlangsung selama beberapa tahun ini yang harus kita kerjakan dulu," ucap Felix yang menatap arah langit malam dibalik kaca jendela


Keesokan paginya ketika Kayla membuka mata, Kayla langsung di buat terkejut dengan para pelayan yang berada di depannya tempat tidur menunggu dirinya untuk bangun, tanpa lama para pelayan dengan cepat mempersiapkan Kayla dengan begitu cepat hingga tidak sampai setengah jam dan di saat yang tepat terdengar suara sosok laki-laki yang tidak asing setelah pintu besar ruangan kamar di buka. Sosok laki-laki dengan wajah dan senyuman yang dia kenali, masuk ke dalam ruangan besar dan mewah.


"Kayla, pesta pertunangan yang di adakan kemarin sangat hebat dan sekali lagi selamat atas pertunanganmu,"

__ADS_1


"Rasanya sangat cepat kamu menjadi seorang gadis yang dewasa," ucap sosok laki-laki yang langsung memeluk sosok Kayla yang berada di depannya dan mengelus kepala sosok gadis itu


"Apapun yang kamu pilih di masa depan akan kakak setujui dan terus melindungi dirimu," ucap lagi sosok kakak yang ada di depannya


"Aku mengerti, terima kasih kakak telah selalu menjadi sosok pengganti ayah dan ibu sejak aku masih kecil,"


"Terima kasih telah melindungi aku dan maaf karena kakak harus menanggung beban sebagai seorang pewaris keluarga dan sosok orang tua sejak masih kecil untuk melindungi aku," ucap Kayla dengan nada yang terdengar


"Jangan pernah meminta maaf kepada keluarga yang sangat mencintai dirimu, kamu tidak pernah di anggap oleh kakak sebagai sebuah beban,"


"Mana ada adik perempuan yang menjadi beban untuk kakaknya," ucap sosok laki-laki itu yang melepaskan pelukan itu dan menatap wajah sang adik dengan tatapan serius bersamaan dengan senyuman


Suasana di dalam ruangan itu menjadi hangat, tetapi menjadi sunyi dan canggung secara tiba-tiba di antara keduanya, karena keduanya sangat jarang berbicara mengenai tentang mereka sebagai kakak dan adik.


"Kakak, jadi ada apa di sini? Aku yakin tidak mungkin kakak hanya datang ke sini untuk mengucapkan kata-kata selamat,"


"Kakak sudah menduganya, kamu memang peka,"


"Kakak titip stample keluarga kita dan rumah ya kepada dirimu,"


"Tambahan sang duke meminta dirimu untuk pulang ke mansion Lucretia,"


The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

__ADS_1


__ADS_2