
"Yah.. Aku juga mati tidak masalah tetapi bagaimana dengan dirimu Felix?"
"Kehidupanmu setiap hari harus berhadapan dengan penderitaan karena tidak bisa menemukan gadis yang kamu cintai," ucap sosok gadis itu dengan kerutan kening kemudian tertawa dengan lantang tanpa perlu khawatir lagi dengan etika bangsawan karena saat ini dia adalah seorang tahanan kerajaan yang akan mati
Felix terdiam tidak dapat berkutik karena tekanan sosok gadis yang ada di depannya tidak ingin membuka mulutnya sama sekali untuk membantu dirinya menemukan keberadaan tunangannya saat ini.
"Jika kamu tidak ingin membuka mulutmu maka keluargamu juga akan ikut di berikan hukuman mati, karena bagaimanapun mereka adalah orang tuamu," ucap Felix dengan tatapan dingin dan masih mengeluarkan aura membunuh
"Oh jadi sekarang kamu mengancam aku menggunakan orang tuaku? Bukankah katanya kerajaan ini adalah kerajaan yang adil dan memberikan hukuman kepada pelaku saja,"
"Tetapi malah menekan seorang tahanan dengan keluarga yang tidak bersalah bukankah ini namanya penyalahgunaan kekuasaan yang diberikan? Lakukan sesukamu, aku tidak peduli juga dengan mereka karena mereka sama sekali tidak peduli kepadaku," ucap sosok gadis itu dengan tawanya yang lantang lagi
__ADS_1
Felix tercengang mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh gadis di balik jeruji itu begitu berani tanpa adanya perasaan bersalah atau takut sama sekali, seolah-olah dia tetapi bersikukuh ingin membuat Felix menderita dengan kehilangan nyawa tunangannya. Felix menggigit bibirnya kemudian mengeluarkan pedangnya memasukkan dari sela jeruji besi mengarahkan ke arah leher gadis di depannya yang saat ini terikat, hingga darah segar mengalir dia sama sekali terlihat tidak takut dengan ancaman yang di berikan.
"Hoh kamu ingin langsung membunuhku? Lakukanlah aku akan sangat menantikannya," ucap sosok gadis itu kemudian tertawa lantang
Felix tentu hanya menggertak gadis itu untuk mengeluarkan informasi yang di miliki, tetapi karena tidak berhasil dia memutuskan untuk langsung keluar dari penjara bawah tanah itu. Felix teringat dengan sang dewa yang memberikannya kesempatan kedua dia tau kalau dia hanya di berikan kesempatan mengulang waktu terakhir kalinya, dia berharap setelah menemui dewa dia akan di berikan bantuan.
Di tengah perjalanan menuju kuil, siapa yang akan menyangka kalau dia tidak sengaja menabrak seseorang gadis.
"Hei, kamu punya mata atau tidak? Kalau punya di pakai untuk melihat,"
"Nona Saint Kebetulan sekali bisa melihat anda ada di sini,"
__ADS_1
"Ikut dengan saya ke kuil sekarang," ucap Felix yang langsung menarik tangan sosok gadis itu ke kuil tanpa banyak bicara
Sosok gadis yang di tarik itu langsung mengikuti dengan terpaksa karena kuatnya tangan milik sosok laki-laki yang menariknya, tidak sampai beberapa seperempat jam, mereka sampai di kuil yang di bangun dengan dana keluarga Charleston.
"Hei, jelaskan yang terjadi dulu? Seenaknya kamu menarik aku tanpa meminta maaf dan tanpa menjelaskan masalahnya," ucap gadis itu dengan lantang dan tatapan yang kesal dan marah
"Aku mohon bantuanmu untuk membuatku bertemu dengan para dewa menggunakan kekuatan yang kamu miliki lagi,"
"Kali ini nyawa Kayla berada di ujung tanduk, aku ingin bertemu dengan para dewa dan meminta bantuannya,"
"Aku mohon,"
__ADS_1
"Karena aku bukan orang yang tegaan maka aku akan membantumu,"
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée