The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
Bab 20 Memutar Masa Lalu?


__ADS_3

"KATAKAN KEPADAKU KAMU SEDANG BERPURA-PURA MATI BUKAN? KATAKAN KEPADAKU DENGAN JELAS KAYLA,"


"TOLONG BUKA MATAMU DAN KALI INI AKU AKAN MEMBIARKAN DIRIMU PERGI MENINGGALKAN MANSION INI AKH BERJANJI," teriak Felix dengan nada gemetar sambil memeluk tubuh gadis itu


Felix tidak menyangka yang ditemukan oleh dia kini hanyalah seorang gadis dengan tubuh yang telah dingin dan tidak bernyawa tanpa senyuman ataupun penyesalan dunia. Tidak lama dari ditemukan tubuh yang tidak bernyawa hujan lebat turun di sekitar mansion duke seolah-olah mengisyaratkan kalau dunia sedang berduka tentang hilangnya nyawa gadis itu.


Seira yang masih tinggal di mansion duke, tetapi berbeda bangunan langsung menarik kerah leher milik duke dan berteriak dengan air mata yang mengalir tentang tidak adilnya kematian yang di alami oleh gadis yang baru menjadi temannya ini.


Marques Lucretia, yang mendapatkan mimpi sang adik meninggalkan dirinya dengan cepat sebelum informasi itu tersebar datang ke mansion duke, walaupun hujan sangat lebat dan ketika sang marques menanyakan dimana adiknya berada dengan tatapan dingin dan panik hanya sebuah peti mati dengan tubuh gadis dingin yang tertidur dengan tenang di dalamnya.


Felix memberikan sebuah surat yang di tulis oleh Kayla untuk sang marques yaitu surat terakhir sebelum dia bunuh diri sebelum sang marques mengambil ahli mayat adiknya untuk di kuburkan di pemakaman keluarga Lucretia.


Beberapa hari kemudian setelah proses pemakaman selesai dan semuanya telah di urus, Felix duduk di kursi kerjanya dengan tatapan dingin dan perasaan bersalah kepada Kayla yang hanya ingin di perlakukan dengan baik seperti gadis pada umumnya. Sebuah surat yang menjadi pesan terakhir untuk dirinya kini di atas meja yang di tulis untuk dirinya dan belum berani dia bukan sama sekali.


"Felix, sekarang kamu percaya bukan dengan ucapanku? Mengenai dirimu yang akan mendapatkan penyesalan di akhir?"


"Jadi sekarang apa yang akan kamu lakukan? Jika kamu hanya duduk seperti itu dan membuat pekerjaanku dua kali lipat lebih banyak maka aku tidak akan mau," ucap Albern yang memandang dengan tatapan serius ke arah laki-laki yang duduk hanya memandang sebuah surat di depannya


"Albern, aku tau aku banyak memiliki kesalahan dengan dirimu, tetapi bisakah aku bertanya kepadamu,"


"Apakah mungkin untuk memutar sebuah waktu atau kembali ke masa lalu? Aku harap kamu ingin menjawabnya dengan jujur,"


"Karena aku ingin menebus semua kesalahan dan keegoisan yang aku lakukan kepada Kayla," ucap Felix yang tiba-tiba saja mengalihkan pembicaraan dengan tatapan yang serius

__ADS_1


Albern yang mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Felix mendadak melebarkan matanya ke arah laki-laki itu. Kayla cukup terkejut dengan pertanyaan yang di tanyakan oleh sosok laki-laki yang berada di depannya.


"Apakah arti ya kamu akan melakukan ini bahkan sampai itu perjanjian yang melanggar hukum yang telah di tetapkan oleh para dewa?"


"Apakah kamu sudah tidak waras? Aku tau kamu saat ini sedang menyesal karena tindakan yang secara tidak langsung menyakiti dirinya, tetapi ini sudah sangat keterlaluan," ucap Albern dengan memukul meja kepada orang yang berada di depannya dan menatap dengan kening yang telah berkerut


Felix memohon kepada Albern selama beberapa hari bahkan hingga beberapa bulan telah berlalu, hanya demi dia di beri tau cara membalikkan waktu atau mengubah takdir yang tidak seharusnya terjadi kepada Kayla. Melihat keinginan Felix begitu tinggi dan sangat mencintai seorang gadis, tetapi tidak bisa mengungkapkan kanan membuat hatinya dikit tergerak hingga membuat Albern sebuah gulungan yang berceritakan tentang para dewa.


"Di dalam gulungan ini ada di sebutkan seorang dewa yang katanya dapat merubah takdir seseorang, ini adalah warisan berharga dari keluargaku secara turun-temurun karena sang dewa selalu melindungi kami,"


"Kamu bisa menggunakan benda itu jika kamu memiliki kekuatan suci yang besar dan kamu tidak memilikinya yang artinya kamu harus memohon kepada nona Saint yang telah berada di kuil," jelas Albern yang menyerahkan sebuah gulungan


"Terima kasih, kamu tetap ingin membantuku di situasi seperti ini," ucap Felix dengan senyuman tipis dan pahit kepada sosok teman lamanya yang padahal ucapannya tidak pernah di dengarkan olehnya sendiri


"Kalau bukan seperti itu kamu tidak akan belajar, tetapi mungkin ini adalah yang terakhir pergunakan dengan baik," ucap Albern yang tersenyum dan menepuk pundak temannya yang selalu bersama dengan dirinya sejak kecil


Tanpa berpikir lama Felix langsung pergi ke kuil suci untuk meminta bantuan kepada seorang Saint yang memiliki kekuatan suci dari para dewa yang sangat besar.


"Aku tidak menyangka seorang Duke tiran tidak tau malu seperti dirimu masih berani menampakkan diri di depan ku dan menginjakkan kaki di depan kuil suci,"


"Apakah kamu ingin menebus dosamu setelah kematian Kayla?" ucap Seira yang langsung berjalan dengan tatapan benci dan menarik kerah milik sosok laki-laki yang lebih tinggi di depannya


Semua pendeta di sana langsung panik ketika melihat gadis suci utusan sang dewa melakukan hal yang begitu berani, kepada seorang tiran yang telah membunuh ribuan nyawa atau bahkan tidak terhitung lagi jumlahnya.

__ADS_1


"Aku mohon padamu bantu aku,"


"Bantu aku memanggil seorang dewa yang mengatur waktu dan mimpi, karena ini semua demi Kayla," ucap Felix yang sambil menggigit bibirnya dan putus asa atas perbuatan yang pernah dia lakukan


Dia berlutut di hadapan sang gadis suci di depan semua pendeta di dalam ruangan yang menyaksikan itu, Seira yang melihat terdiam dan kemudian menampar keras pipi Felix.


"Berani sekali kamu membawa-bawa nama Kayla di dalam pembicaraan ini,"


"Kamu bahkan tega mengurungnya di dalam kamar seperti itu membuatnya putus asa dan tertekan karena sihir yang kamu miliki,"


"Kamu tidak tau betapa inginnya dia hidup di dunia ini, dia takut kalau tunangannya sewaktu-waktu membawa seorang gadis untuk menggantikan dirinya,"


"Sikapmu yang begitu dingin membuatnya takut kalau kamu meninggalkan dirinya kenapa kamu tidak mengerti itu," ucap Seira dengan tatapan benci ke arah Felix dan sekali lagi menamparnya dengan keras


Para pendeta yang melihat sang saint yang marah dan memukul orang dengan cepat menariknya menjauh dari duke supaya dia bisa menenangkan dirinya dari emosi.


"Nona Saint, tolong tenangkan diri anda dan dengarkan saja dulu penjelasannya,"


"Mungkin saja dia benar-benar ingin berubah dan mendengarkan ucapan dari sang dewa yang akan membuatnya merasa tenang,'


"Baiklah, karena kepala pendeta mengatakannya dan ini semua aku lakukan demi Kayla,"


"Aku harap kamu benar-benar tidak membuatnya menderita jika seandainya kamu bisa membuatnya mudur,"

__ADS_1


The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée


__ADS_2