The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
Bab 14 Ini Semua Kesalahanku


__ADS_3

"Aku rasa ini semua sudah cukup,"


"Aku punya uang yang bisa membuatku hidup setidaknya satu tahun lebih mungkin, karena aku tidak akan menetap dan terus menjauh dari kerajaan,"


"Walaupun ini di luar dari rencana yang aku tulis untuk hidup tenang, tetapi aku tidak ingin mati jika dia tiba-tiba mengadakan pesta pertunangan yang sebenarnya acara pemakaman aku," gumam Kayla yang sambil memberikan stempel lambang Keluarga di surat itu kemudian meletakkan di atas mejanya


Kayla meninggalkan sebuah surat tentang dirinya yang tidak akan kembali ke mansion marques dan pesannya untuk tidak melibatkan keluarganya, jika sang duke ingin menjadikan dirinya sebagai seorang buronan. Di pagi itu Kayla yang akan mengadakan pesta pertunangan besok membuat para pelayan cukup sibuk dengan urusannya masing-masing, terutama sang kakak yang pergi ke mansion duke untuk melihat jadwal acara.


Kayla diam-diam pergi ke kandang kuda dan menunggang kudanya, kemudian dia pergi keluar gerbang secara diam-diam bersama dengan kudanya di saat para pedagang bahan makanan datang mengantarkan bahan makanan ke mansion marques dengan di awasi oleh para penjaga gerbang. Alasan kenapa Kayla bisa lolos dengan begitu mudah bukan tanpa alasan, karena dia telah mengamati semua pekerjaan para pelayan di mansion kediaman marques sejak kecil hingga dia hafal tentang jam-jam tertentu para penjaga ketat atau tidak dan seperti apa situasi sibuk jika ada sesuatu acara di sana.


Ketika Kayla berhasil keluar jauh dari dinding yang melindungi mansion keluarga Lucretia, dia dengan cepat menentukan tujuannya pergi ke tempat sebuah desa terpencil yang jaraknya memakan waktu dua hari perjalan dari mansion Lucretia.


"Aku harap dia bisa mengerti keputusanku untuk pergi dan mencari tunangan yang lebih pantas dibandingkan aku,"


"Tetapi lagipula dia tidak mungkin memiliki hal khusus jadi lebih baik kabur sebelum nyawaku melayang," gumam Kayla yang sambil menunggang kudanya


Di sisi lain semua orang begitu sibuk dengan persiapan pesta pertunangan besok hingga mereka tidak mengecek sang nona yang berada di dalam kamarnya, hingga keesokan harinya di saat pelayannya ingin memanggil sang nona untuk bangun. Kamar kosong dan tempat tidur yang dingin dengan sebuah surat di atas meja membuat pelayan panik dan langsung melaporkan kepada sang marques mengenai adiknya yang pergi meninggalkan mansion seorang diri, sang marques langsung menghubungi lewat telepon bola sihir kepada tuan duke di pagi hari itu juga mengenai adiknya yang kabur pada saat pesta pertunangan di adakan.


"Tuan marques ada apa menghubungi aku begitu mendadak di pagi hari ini? Apakah terjadi sebuah masalah?" tanya sang Duke dengan tatapan kebingungan menatap raut wajah sang marques melalui bola sihir itu

__ADS_1


"Iya, ini semua tentang Kayla,"


"Pertama-tama aku akan menyampaikan kepadamu kalau Kayla kabur entah kemana dan dia meninggalkan sepucuk surat dan ternyata isi surat ini untuk anda,"


"Apakah anda bisa ke mansion saya sekarang tuan duke?" ucap sang marques membuat sang duke langsung memukul mejanya hingga meja di depannya terbelah dua dan bola sihir itu pecah karena terjatuh ke lantai


Sang duke menatap dengan amarah dan aura membunuh yang pekat keluar dari tubuhnya, dia bingung kenapa Kayla sangat ingin meninggalkan dia hingga bahkan menuliskan semua rencananya di buku catatan tentang macam-macam kegiatan yang akan dia lakukan ketika telah batal bertunangan.


"Albern, perintahkan seribu prajurit untuk berkumpul sekarang, terutama setiap komandan pasukan yang memimpin,"


"Perintahkan mereka untuk mencari Kayla Lucretia yang kabur dan kalau bisa beri tau para rakyat sekitar, jika mereka berhasil menemukannya maka akan diberikan imbalan enam juga koin emas,"


Seira yang bersamaan mengetahui berita yang mendadak seperti ini membuatnya merasa sedikit bersalah kepada Kayla, karena dia sangat egois supaya dia bisa hidup dengan sang marques Lucretia dia sampai harus membuat Kayla menanggung beban yang sangat tidak dia sukai dan kabur dari rumah.


'Ini semuanya adalah kesalahan yang aku lakukan,'


'Aku harus memikirkan caranya aku bisa menebus kesalahan ini,' ucap Seira di dalam hatinya dengan bibir yang tergigit hingga darahnya mengalir


Tidak sampai satu jam sang duke datang ke mansion keluarga marques Lucretia, dia langsung mendatangi sang marques yang berada di ruang kerja dengan menghancurkan pintu ruangan kerjanya. Di sana terlihat sang marques yang duduk dengan tatapan sangat khawatir dengan keadaan adiknya yang kabur, ketika duke sampai tanpa berbicara marques langsung menyerahkan surat milik Kayla dan setelah duke selesai membaca surat itu berulah sang marques Lucretia menjelaskan situasi kemungkinan waktu Kayla kabur dari rumah.

__ADS_1


"Jadi, maksudmu dia telah tidak ada pada saat para pelayan masuk ke kamarnya pada pagi ini untuk mempersiapkan dirinya dalam pesta pertunangan?"


"Dan ketika pelayan itu datang sebuah surat di atas meja dan tempat tidur yang dingin yang membuktikan kalau dia sudah lama tidak berada di dalam ruangan?" ucap sang duke yang telah sedikit tenang setelah mengetahui isi dari yang tertulis di dalam surat


"Itu benar tuan duke, maafkan saya karena tidak menjaga adik saya dengan benar hingga dia kabur dari acara yang telah di susun dengan susah payah,"


"Tapi tolong jangan mempersulit dia, karena aku tidak ingin dia menderita,"


"Jika ada yang diminta untuk menjadi pengganti nyawanya maka aku siap mengorbankan nyawaku untuk menggantikan adikku," ucap sang marques dengan posisi berlutut, kepala tertunduk dan tatapan khawatir dengan adiknya saat ini


Saat ini sang marques Lucretia tidak bisa berbuat apapun, sebab sosok di depannya adalah orang yang lebih memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan dirinya hanya bisa membuatnya terduduk berpasrah diri demi adiknya. Seburuk apapun adiknya untuk dirinya adiknya adalah gadis yang baik dan manis sebenarnya, walaupun dia sangat nakal dan suka berbuat seenaknya sebab mereka berdua tidak memiliki orang tua lagi.


Sang duke yang mendengarkan ucapan dari marques Lucretia yang begitu berpasrah diri, mengarahkan pedangnya ke arah leher sang marques hingga darah segar mengalir perlahan-lahan membasahi kerah pakaian miliknya, setelah beberapa saat menekan pedang itu sang duke menarik pedangnya dan memasukkan ke dalam sarung pedang.


"Aku tidak bisa membunuh orang yang berharga untuk dia, setelah dia menulis surat yang memohon ini,"


"Memang benar kalau perbuatannya dia saat ini termasuk ke dalam pengkhianatan, tetapi kemiskinan besar ini juga adalah salahku sendiri,"


"Aku pasti akan menemukannya dan membuatnya tetap berada di sisiku walaupun itu harus dengan cara yang kejam,"

__ADS_1


The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée


__ADS_2