
"Felix, apakah aku boleh masuk sekarang?"
"Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan empat mata denganmu," ucap sesosok laki-laki yang berada di dekat pintu dengan tatapan serius menatap ke arah dua orang yang berada di dalam ruangan yang suasananya sangat tidak menyenangkan untuk sosok laki-laki itu rasakan ketika membuka pintu besar
"Nona Thesar, silahkan keluar dari ruangan karena ada hal yang ingin kami bicarakan berdua," ucap Felix yang menatap dengan tatapan dingin ke arah sosok gadis yang ada di sebelahnya
Sosok gadis yang di tatap dengan dingin oleh Felix dengan tanpa peduli kepada perhatian gadis tersebut berikan membuat gadis itu keluar dari ruangan besar itu dengan kepala tertunduk dan gemetaran. Tidak lama setelah gadis tersebut keluar, ruangan hening beberapa menit untuk membuat suasana yang tadinya tidak menyenangkan menjadi tenang.
"Jadi, Albern apa yang membuatmu ke sini dengan tatapan yang terlihat tidak senang itu?" tanya Felix yang melihat wajah milik Albern yang
"Aku pikir kamu belum akan bangun dan ingin terus di temani oleh putri keluarga Thesar itu, tetapi aku tidak menyangka kamu menolaknya begitu terang-terangan,"
"Jangan menatapku dengan aura membunuh aku hanya bercanda,"
"Alasanku ke sini karena ada dalang dibalik monster itu bisa muncul bersamaan dengan gempa yang datang tiba-tiba di kerajaan ini,"
"Saat ini semua bukti di temukan di pesta dan saksi-saksi juga mengatakan tentang banyaknya orang-orang yang di curigai sebagai pelaku di balik kasus ini," ucap Albern yang menyerahkan beberapa lembar kertas yang dia bawa kepada Felix yang berada di tempat tidur
Felix membaca semua isi kronologi kejadian yang terjadi di pesta dan merasa memang sangat janggal kemudian langsung memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur, dan mengenakan jasnya.
"Aku sudah mengerti dengan yang di jelaskan dari kertas itu, sekarang saatnya kita menyelidiki kasus yang terjadi ini dengan menemui sang putra mahkota untuk mengambil ahli kasus yang melibatkan banyak nyawa ini," ucap Felix yang berjalan di lorong bersama dengan Albern ke ruangan kerja sang putra mahkota yang telah sadar beberapa hari yang lalu dan langsung bekerja dengan tugas istana
Belum sampai Felix ke ruangan kerja putra mahkota, terlihat sosok laki-laki itu keluar dari ruangannya dengan sosok laki-laki yang dia kenali sebagai kakak dari tunangannya terburu-buru keluar dari pintu besar itu.
__ADS_1
"Yang mulia putra mahkota, beruntung anda belum keluar jauh dari pintu kerja anda,"
"Ada yang ingin saya bicar-"
"Kita bicarakan nanti, karena baru saja ada seorang kesatria memberikan memberikan informasi kalau kemungkinan sesosok Saint telah turun di dekat danau istana kerajaan,"
"Oleh karena itu aku saat ini sedang terburu-buru dengan berita penting ini," ucap sang putra mahkota yang menyela ucapan Felix dengan suara lantang dan terburu-buru
Felix yang di sela dengan perkataan tidak asing itu langsung terdiam dan merasa familiar dengan sesuatu kejadian yang terjadi saat ini, hingga akhirnya dia ingat kalau di masa lalu sebelum dia membalikkan waktu seorang Saint turun dan menjadi orang yang dekat dengan Kayla tunangannya.
'Sekarang Kayla pasti sibuk hingga aku belum melihatnya di istana kerajaan,'
'Aku harap dia baik-baik saja, walaupun sebenarnya ada perasaan aneh yang mengganjal di hatiku,' ucap Felix di dalam hatinya ikut berjalan mengikuti putra mahkota
"Apakah para dewa sekarang tidak bisa menurunkan seseorang ke tempat tanpa air?"
"Kalau aku hitung ini kedua kalinya aku terjatuh ke dalam danau seperti ini, karena perbuatan semena-mena itu," ucap sesosok gadis dengan lantang setelah sadar dari pingsan tanpa peduli dengan orang-orang yang berada di sekitarnya mengelilingi dirinya
Semua orang yang berada di sekitar sosok gadis berambut hitam, menatap dengan kebingungan dengan tingkah dan cara berbicara gadis itu. Mereka yang berada di sana jadi mempertanyakan tentang dewa yang mengirimkan gadis yang memaki dewa itu.
"Nona, apakah anda bisa memeriksa tubuh anda? Karena bagaimanapun jika anda seorang Saint maka anda harus di lindungi karena para dewa menurunkan anda artinya anda adalah anak berharga seorang dewa," ucap seorang laki-laki tua dengan memegang sebuah tongkat sebagai tumpuan ke arah sosok gadis berambut hitam
"Baiklah, tetapi aku harap kalian cepat melakukan pemeriksaan..." ucap sosok gadis berambut hitam itu yang tiba-tiba menghentikan ucapannya ketika melihat sosok laki-laki berambut perak yang tidak jauh dari putra mahkota, sosok gadis itu langsung berjalan ke arah sosok laki-laki itu dan melewati putra mahkota, kemudian memegang tangan laki-laki berambut perak itu.
__ADS_1
"Jadilah suamiku, aku telah lama menyukaimu,"
"Aku akan menjadi istri yang baik dan kakak ipar yang baik untuk adik perempuan yang kamu sayangi," ucap gadis berambut hitam itu dengan tatapan yang serius menatap mata laki-laki itu
Semua orang di sana langsung terbelalak terkejut dengan yang dilakukan oleh seorang gadis berambut hitam itu secara terang-terangan, di depan banyak orang yang melihat tidak terkecuali laki-laki yang di pegang tangannya oleh gadis berambut hitam itu.
"Maafkan aku jika aku bersikap tidak sopan atau kurang pantas,"
"Tetapi aku berharap anda memikirkan dengan baik tuan tentang yang barusan aku katakan karena aku benar-benar serius menginginkan jawaban dari anda," ucap sosok gadis berambut hitam itu memberikan hormat dengan membungkuk sembilan puluh derajat untuk memohon maaf kepada mereka semua yang ada di sana
Setelah masalah sosok gadis yang menerima berkat dewa telah selesai di urus, keluarga Marques Lucretia di percayakan untuk menjaga Saint karena sang Saint menyatakan cinta kepada sosok laki-laki itu. Tetapi sebelum sang gadis Saint di antar ke mansion keluarga Lucretia, dia malah ikut bergabung ke dalam pembicaraan masalah seseorang yang menyerang pesta kerajaan.
"Aku mengerti, jadi bisakah aku ikut bergabung dalam mencari pelaku dibalik semua masalah yang menyebabkan banyaknya kematian itu?" ucap sosok gadis berambut hitam itu dengan tatapan serius
"Nona Saint ini bukan permainan, karena sangat berbahaya," ucap sang putra mahkota dengan gelengan kepala tidak berani mengambil resiko
"Jangan panggil aku seorang Saint, namaku adalah Seira Chiyo,"
"Alasanku datang ke sini pasti untuk membantu orang-orang seperti kalian yang sedang kesulitan,"
"Berkat dewa itu adalah bukti nyata, tidak mungkin dewa memberikan berkatnya supaya seorang Saint bersantai-santai dan menjulurkan kaki,"
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
__ADS_1