
"Selamat datang di restoran kami nona dan tuan,"
"Apakah yang ingin anda pesan?" ucap seorang pelayan perempuan dengan senyuman ramah kepada sosok gadis dan dengan sesosok laki-laki yang berada di depan pelayan itu
"Kami ingin memesan es madu," ucap Kayla dengan tatapan serius yang langsung membuat pelayan itu terkejut sesaat dan kemudian mengantarkan ke arah lantai dua ke sebuah ruangan yang cukup besar
Pelayan itu kemudian menekan salah satu buku di dalam rak buku hingga rak itu terbuka dan membentuk sebuah jalan ke suatu ruangan yang cukup sama besarnya dengan ruangan sebelumnya, tetapi yang berbeda di dalam ruangan itu kini ada sesosok laki-laki berambut coklat yang duduk di kursi dengan sebuah topeng yang menutupi wajahnya.
"Selamat datang nona dan tuan,"
"Apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap sosok laki-laki berambut cokelat itu dengan senyuman yang ramah menatap sosok gadis dan laki-laki bertudung di depannya
Kayla membuka tudung kepalanya dan membuat sosok laki-laki yang ada di depannya membuat ekspresi sekilas terkejut, tetapi kemudian dengan cepat ekspresi itu kembali.
"Ada perlu apa seorang nona bangsawan hingga datang ke tempat seperti ini?" tanya sosok laki-laki itu menatap dengan senyuman
"Aku dengar kamu bisa mengabulkan keinginan apapun dari pelanggan dengan bayaran yang setara,"
"Apakah itu benar?" ucap Kayla dengan tangan yang di lipat dan kaki yang di silangkan
"Iya kami bisa melakukan apapun bahkan untuk menghilangkan nyawa seseorang sekalipun," ucap sosok laki-laki berambut coklat itu dengan anggukan
Kayla kemudian mengeluarkan sebuah gulungan kertas dari dalam jubahnya dan menyerahkan kepada sosok laki-laki yang ada di depannya, bersamaan dengan sekantong uang yang cukup banyak.
"Sebarkan berita itu ke seluruh kerajaan, dan pastikan itu terdengar hingga ke telinga sang duke," ucap Kayla dengan tatapan yang dingin dan serius menatap mata yang berada di balik topeng itu
Sosok laki-laki yang menerima gulungan itu kemudian membuka gulungan itu dan membaca isinya cukup membuat sosok laki-laki itu terkejut.
__ADS_1
"Kenapa anda ingin menyebarkan rumor yang membuat identitas anda buruk sebagai seorang tunangan duke? Apakah anda tidak takut duke membatalkan pertunangan dengan anda?" ucap sosok laki-laki berambut coklat itu dengan tatapan penasaran dan merasakan sedikit sesak di dadanya
"Apakah pertanyaan yang kamu ajukan itu penting untuk di jawab?" tanya Kayla dengan tatapan kebingungan di jawab dengan anggukan oleh sosok laki-laki itu
"Baiklah jawabanku tidak masalah karena, aku memang ingin membatalkan pertunangan dengan dirinya,"
"Selama satu bulan ini dia lebih memilih menghabiskan waktunya bersama dengan perempuan lain jadi aku merasa dia cocok dengan putri keluarga duke Thesar, dibandingkan dengan tunangannya sendiri,"
"Aku paham dan cukup mengerti sekarang seorang bangsawan biasanya akan memiliki lebih dari satu perempuan ketika dia mencapai prestasi besar, tetapi aku tidak ingin menjadi seorang gadis yang pertama saja dalam kehidupan sosok laki-laki itu,"
"Aku ingin menjadi satu-satunya, pertama dan terakhir tetapi itu mustahil oleh karena itu aku akan mundur setelah bertahun-tahun aku menjadi tunangannya,"
"Jadi apakah kamu bisa melakukannya?" ucap Kayla dengan senyuman tanpa ada perasaan penyesalan dalam mengucapkan kata-kata itu
Sosok laki-laki itu terdiam sesaat dan mulai ingat tentang sesuatu yang familiar kejadian yang dia lihat saat ini, tiba-tiba sebuah ingatan lamanya berputar dan membuatnya sadar tujuannya masih bertahan di tengah medan perang dan kembali ke masa lalu yang telah lama dia lupakan karena selama ini hanya ada darah dan mayat yang berserakan di setiap jalannya selama bertahun-tahun.
'Alasan kenapa tubuhku bergerak sendiri ke dalam danau dan merasakan sakit akan ucapan dingin itu akhirnya terjawab,' ucap sosok laki-laki itu di dalam hati dengan menatap sosok gadis yang ada di depannya dari balik topeng
Kayla yang telah selesai menjawab, diam dan menatap sosok laki-laki yang ada di depannya karena dia memerlukan jawaban dari pertanyaannya mengenai permintaan yang ingin dia ajukan. Tidak lama kemudian sosok kami itu menjawab pertanyaan yang diberikan dengan jawaban yang sangat membuat Kayla kebingungan.
"Apakah anda tidak ingin berpikir dua kali? Misalnya berbicara dengan tunanganmu dulu sebelum membuat keputusan sendiri," ucap sosok laki-laki bertopeng itu membuat
"Kenapa anda mengatakan seperti itu? Tetapi jika di perlukan jawabannya lagi maka aku akan mengatakan dia laki-laki yang hebat dan memiliki masa depan yang begitu cerah,"
"Aku telah berpikir banyak hal ketika dia sibuk dan menolak aku berulang kali, tetapi ternyata jawabanku adalah sama aku yakin dia mana mungkin menginginkan tunangan yang memiliki seorang gadis dari keluarga marques kecil,"
"Itulah kenapa dia selalu pergi dengan gadis lain dibandingkan harus menemani aku yang seorang tunangannya," ucap Kayla dengan percaya diri membuat sosok laki-laki itu merasa dia layak mendapatkan penolakan ini
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku akan melakukannya,"
"Apakah ada hal lain yang ingin anda lakukan lagi?" ucap sosok laki-laki itu jawab dengan gelengan kepala gadis itu
Laki-laki itu dan Kayla menandatangani kontrak kerja kemudian pergi meninggalkan ruangan itu, setelah pintu tertutup itu berbunyi sosok laki-laki itu menghela nafas dan membuka topengnya
"Yah... Aku lupa kalau aku ingin memperbaiki masa lalu hubungan ini,"
"Karena terlalu lama fokus perang aku hingga Lula kalau aku harus memberikan banyak-banyak perhatianku kepadanya," gumam sosok laki-laki itu yang kemudian memberikan perintah kepada seorang bawahannya untuk menyebarkan rumor buruk yang di inginkan oleh Kayla
Keesokan harinya sebuah berita burung tersebar hingga ke mansion keluarga marques Lucretia di sebuah surat kabar, Kayla yang membaca isi itu hanya bisa tersenyum karena tidak masalah jika dia memutuskan pertunangannya dengan sang duke asalkan dia kini bisa hidup dengan yang dia inginkan. Tetapi semuanya sia-sia di saat yang sama seorang pelayan datang dan memberikan informasi kalau sang duke datang ke mansion dengan seluruh kotak hadiah ke mansion.
Kayla yang mendengarkan ucapan dari seorang pelayan yang menyampaikan pesan membuatnya terdiam dan berusaha menenangkan dirinya.
"Tunggu sebentar ini tidak mungkin bukan kalau dia datang ke sini dengan kotak hadiah di saat berita itu tersebar?"
"Seharusnya dia datang dengan surat pembatalan pertunangan,"
"Apa yang sebenarnya duke ini lakukan? Apakah dia tidak bisa menyerahkan surat pembatalan pertunangan langsung ketika mendengarkan rumor buruk tentang tunangannya yang buruk?"
"Aku datang menemui dirimu, karena aku merasa sudah memiliki waktu untuk menemanimu,"
"Bisakah kamu memaafkan aku? karena baru memperhatikan dirimu sekarang?"
'Dia tidak gila bukan?'
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
__ADS_1