The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
Bab 30 Fakta


__ADS_3

"Bawa dia ke penjara dan buat dia menderita di sana,"


"Tetapi jangan biarkan dia mati dengan mudah di sana," ucap Kayla yang kemudian meninggalkan ruangan itu dan kemudian semua kerabatnya dengan cepat angkat kaki dari mansion itu


Setelah kejadian itu tersebar rumor kalau Kayla adalah seorang gadis yang kejam dan berhati dingin setelah menjadi pengganti marques William Lucretia sebagai kepala keluarga, walaupun dia hanya sebuah pengganti sang kakak tetapi dengan prestasinya sebagai seorang kepala keluarga dan kejamnya membuatnya layak menjadi seorang pemimpin keluarga hingga beberapa tahun kemudian angin datang kepada dirinya dengan berita yang membuatnya berlari ke kandang kuda dan dengan cepat menunggangi kuda menuju ke alun-alun kota ibukota kerajaan.


Setibanya di alun-alun kota, Kayla mencari-cari sosok seseorang laki-laki yang mirip dengan dirinya dari orang-orang yang mengerumuni jalanan berharap kalau sosok laki-laki itu tidak meninggalkan nama di atas batu nisan.


"Nona Kayla sudah lama tidak bertemu,"


"Kami di minta untuk membawa anda langsung ke istana kerajaan," ucap seseorang laki-laki yang menggunakan tudung memperlihatkan lambang kesatria kerajaan kemudian di jawab dengan anggukan


Lambang itu membuat Kayla merasa cemas dan takut, karena dia tidak ingin melihat sosok laki-laki itu meninggalkan dirinya sendirian di dunia. Kayla mengikuti laki-laki itu hingga sampai ke dalam istana kerajaan dan dia di pandu masuk hingga ke depan pintu aula besar kerajaan oleh kesatria itu.


'Apakah aku bisa melihatnya lagi? Karena bagaimanapun ini sudah bertahun-tahun tanpa surat dan kabar, hingga aku tidak tau keberadaannya atau keadaannya saat ini,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan khawatir dan di saat bersamaan dia perlahan-lahan mendorong pintu besar di depannya terlihat sang raja, pangeran, duke tunangannya, seorang gadis yang menggunakan pakaian kesatria dan sosok laki-laki bertudung misterius berada di sana


Kayla yang menatap sekeliling tidak menemukan adanya sosok laki-laki yang dia kenali yang meninggalkan dirinya menjadi kepala keluarga di dalam ruangan membuatnya berusaha menenangkan diri untuk menerima semua fakta yang harus berat hati di terima oleh dirinya sendiri nanti. Langkah demi langkah Kayla berjalan menuju ke depan sang raja kemudian berlutut memberikan hormat kepada sosok itu.


"Kayla Lucretia, apakah ini adalah waktu yang salah untukku memanggil kamu ke istana kerajaan? Karena wajahmu terlihat sangat pucat," ucap sang raja yang duduk di kursi singgasana besar itu


"Tidak yang mulia, mana mungkin anda memanggil saya di waktu yang salah, apakah ada yang ingin anda sampaikan yang mulia raja?" ucap Kayla dengan kepala tertunduk dan gelengan pelan

__ADS_1


"Sebenarnya alasanku memanggil dirimu bukan karena ada yang ingin di sampaikan, tetapi ada yang ingin bertemu dengan dirimu di sana,"


"Kalian berbincang lah, aku akan pergi beristirahat," ucap sang raja yang beranjak dari kursinya dan berjalan pergi meninggalkan ruangan aula besar dan menyisihkan empat orang  itu di dalam ruangan


Kayla menatap tunangannya dengan tatapan penasaran menunggu apa yang ingin di sampaikan tetapi di satu sisi dia juga takut mendengarkan cerita yang akan di sampaikan, sedangkan duke juga menunggu Kayla mengucapkan sesuatu di ikuti oleh yang lain diamnya mereka yang hanya saling menatap, membuat sang pangeran yang merasakan kesunyian ini memutuskan untuk memulai pembicaraan.


"Apakah kalian semua akan hanya diam dan saling menunggu untuk berbicara?" tanya sang pangeran dengan menyipitkan matanya menatap kedua orang yang berada di depannya saling diam


"Bisakah kamu tidak ikut campur dalam urusan orang lain yang mulia?" tanya Felix dengan tatapan dingin dan tajam ke arah sosok laki-laki yang bersuara


"Kalian berdua saja saling diam saja tanpa berbicara, membuat suasana jadi aneh apakah kamu tau itu?" ucap sang pangeran dengan tatapan kesal karena di jawab dengan dingin oleh bawahannya


Kayla yang melihat Felix dan sang pangeran bertengkar, karena masalah suasana yang sunyi dan aneh untuk dirasakan oleh sang pangeran kemudian memberanikan diri untuk mulai berbicara.


"Apakah dia kembali dengan selamat? Atau tidak setidaknya apakah ada mayatnya kalau dia mati di tengah-tengah perang? Karena kakak hanya meninggalkan sebuah surat dan beban nama keluarga di pundakku secara tiba-tiba,"


"Aku sangat mengkhawatirkannya," ucap Kayla dengan tatapan yang serius dan tangan yang gemetaran takut dengan fakta yang akan di dengar oleh dirinya


Setelah Kayla berbicara seperti itu, tiba-tiba saja laki-laki bertudung yang sejak tadi diam itu ikut bergabung ke dalam pembicaraan.


"Sejak tadi aku melihat kalian sangat bersemangat dan bersahabat,"

__ADS_1


"Apakah aku boleh bertanya bagaimana perasaanmu nona Lucretia menjadi kepala keluarga Lucretia dengan rumor yang menyeramkan yang selalu datang menghampiri dirimu?" ucap sosok laki-laki bertudung itu dengan kedua tangan yang terlipat dan terus berjalan ke arah Kayla


Kayla terdiam dan menatap kebingungan sejenak, kemudian melipat kedua tangannya sambil berpikir untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan.


"Aku tidak peduli dengan rumor, tetapi jika ditanya tentang perasaanku aku sangat khawatir dengan kakakku,"


"Karena dia adalah orang yang membesarkan aku hingga saat ini, dan jika bukan karena dia aku pasti tidak akan seperti ini," ucap Kayla dengan tatapan serius dan terlihat khawatir


"Apakah kamu ingin bertemu dengan kakakmu? Aku bisa mengabulkannya untukmu," ucap sosok laki-laki bertudung dengan nada percaya diri membuat Kayla menatap dengan tatapan mata berbinar-binar dan penuh pengharapan, karena mendengarkan ucapan yang begitu percaya diri keluar dari laki-laki itu


Felix, pangeran dan perempuan kesatria itu hanya diam dan menatap dengan tatapan bersalah kepada sosok Kayla yang berbicara dengan penuh semangat kepada sosok laki-laki bertudung itu, mereka tidak berani ikut campur sama sekali pembicaraan itu.


"Tetapi, jika kamu ingin aku mengabulkannya maka harus ada bayaran yang setimpal, karena tidak akan semudah itu keinginanmu bisa di kabulkan tanpa bayaran," ucap sosok laki-laki itu dengan seringai


"Aku akan membayarnya berapapun harganya," ucap Kayla dengan tatapan yang begitu percaya diri dengan yang dia miliki


Sosok laki-laki itu kemudian memberikan selembar kertas yang di tulis tangan dengan cepat, Kayla yang menerima kertas dengan tulisan tangan itu merasa tidak asing dengan tulisan yang ada di kertas itu kemudian Kayla terpikirkan sesuatu.


"Sebelum menandatangani kontrak ini, aku ingin bertanya apakah kamu bertangan kidal?"


"Ya? Memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Bolehkah aku melihat tangan kiri itu? Aku bisa sedikit tentang ilmu kesehatan, mungkin saja aku bisa memeriksa anda,"


The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée


__ADS_2