
"Aku tidak menyangka kamu begitu banyak berubah sampai ingin mendirikan kuil untuk faksi negeri suci yang netral,"
"Apakah kamu tiba-tiba mendapatkan pencerahan dari para dewa waktu kamu tertidur?" ucap Albern dengan tatapan sedikit curiga kepada sosok laki-laki yang berada di depannya
"Kamu terlalu santai lebih baik cari tau siapa pemilik guild informasi yang bekerja di dunia gelap,"
"Tangkap dia dan buat dia bekerja sama dengan kita, kemudian sekarang aku akan pergi mengunjungi tunanganku hari ini untuk membahas masalah pesta pertunangan," ucap Felix dengan tatapan dingin dan tajam ke arah Albern kemudian beranjak dari kursinya berjalan melewati Albern
"Hah... Padahal biasanya dia bersikap tidak seperti itu, tetapi anehnya dia seperti orang yang penuh dengan penyesalan," gumam Albern yang menatap punggung Felix yang tidak lagi terlihat setelah pintu besar itu tertutup
Felix pergi ke mansion milik keluarga Lucretia langsung dengan sihir teleportasi, karena tidak ingin melakukan perjalanan yang panjang sesampainya di depan pintu mansion Kayla berlari dari arah tangga aula menuju ke pintu besar, tetapi sebelum berhasil memeluk sosok laki-laki itu, Kayla tanpa sengaja menginjak gaunnya sendiri.
'Gawat, aku akan mempermalukan diriku sendiri di depan tuan duke,' ucap Kayla di dalam hatinya yang sambil menutup matanya
"Kamu sangat ceroboh," ucap Felix yang berhasil menangkap Kayla ke dalam pelukannya dengan kedua wajah mereka berjarak sangat dekat
'Dia gadis yang polos dan begitu terlihat lembut seperti kelinci,'
'Bagaimana dulu dia bisa menjadi seorang gadis yang nakal, kasar dan suka menjambak rambut para gadis bangsawan lain?' ucap Felix di dalam hatinya sambil menatap sosok gadis yang kini telah berada di pelukannya
Keheningan sesaat terjadi antara Felix dan Kayla yang berada di pelukannya, keduanya saling menatap memperhatikan setiap inci wajah milik sosok yang ada di depan mereka masing-masing.
"Tuan duke muda, bisakah anda melepaskan adik saya?"
"Bertunangan bukan berarti kamu boleh menatap adikku terus seperti itu dan tidak melepaskannya dan Kayla masuk ke dalam kamarmu," ucap sang marques muda dengan tatapan tajam dan aura yang aneh ke arah punggung Felix
__ADS_1
Tatapan dari sang kakak membuat Kayla yang awalnya terlena dengan Felix langsung tersadar dan pergi ke kamarnya, karena dia tidak bisa melawan tatapan kakaknya yang menatap begitu menyeramkan. Felix di bawa ke ruangan yang tidak asing untuk dirinya temui kembali di masa lalu, yaitu ruang kerja kepala keluarga Lucretia.
"Tuan duke, kamu ke sini pasti bukan hanya untuk membahas pesta pertunangan itu bukan katakan tujuanmu dengan jelas, karena kamu yang mengatakan tidak akan peduli apapun kepada adikku setelah pertunangan di atas kertas di buat,"
"Kedatanganmu kali ini pasti bukan maksud yang sederhana, jadi mari kita saling menunjukkan diri kita masing-masing," ucap sang marques muda dengan tatapan dingin dan menyidik menebak-nebak tujuan kedatangan sosok laki-laki di depannya
Felix yang melihat wajah sosok sang marques yang begitu tidak asing setelah sudah lama tidak di lihat olehnya, membuatnya teringat dengan pemakaman Kayla yang bertubuh dingin di peti mati dengan marques yang memegang erat tubuh sang adik yang sudah tidak lagi bernyawa dan menutup mata untuk selama-lamanya.
'Ini juga kesalahan yang harus aku tebus dengan kakak sosok gadis yang aku cintai,' ucap Felix di dalam hatinya yang kemudian mengeluarkan sebuah peta
"Aku ke sini memang benar tidak hanya sekedar ingin membahas pertunangan,"
"Yang ingin aku bahas tentang perang besar yang akan di umumkan dua bulan lagi, aku berharap kita membicarakannya," ucap Felix dengan tatapan yang serius
Berjam-jam kemudian akhirnya pembicaraan itu selesai dan Felix di izinkan untuk menemui Kayla yang saat ini sedang berada di kamarnya.
Terlihat jelas Kayla tertidur di atas meja dengan sebuah buku dan pena bulu yang masih berada di tangannya. Sekilas Felix teringat dengan kejadian yang sama terjadi sebelum dia kembali ke masa lalu.
"Kayla, apakah jika aku mencoba memahami perasaan cintamu yang tulus dari dirimu mulai sekarang,"
"Kamu tidak akan meninggalkan aku di masa depan? Maafkan aku jika di masa lalu aku dingin dan egois kepada dirimu tanpa melihat alasan kamu begitu ingin memutuskan pertunangan kita," ucap Felix yang menyandarkan kepalanya di atas tangan yang terlipat di meja sama seperti gadis yang berada di sampingnya tertidur
Setelah puas menatap gadis itu tertidur, Felix mengambil rambut panjang milik Kayla dan menciumnya selama beberapa saat setelah itu Felix memindahkan Kayla ke tempat tidur dan menyelimuti dirinya.
"Mimpi indah tunanganku sayang, maafkan aku datang tiba-tiba ke kamarmu," ucap Felix yang langsung mengecup kening milik Kayla dan kemudian keluar dari kamar itu
__ADS_1
Felix langsung izin pulang dengan marques setelah memberi tau kalau Kayla tertidur di dalam kamarnya. Keesokan harinya Kayla bangun dengan kebingungan bagaimana bisa dia bisa berada di atas tempat tidur, tetapi dia merasakan sesuatu yang hangat di dalam hatinya seolah-olah dia merasa ada hal yang baik terjadi pada saat dia tidur.
Tiba-tiba pintu besar kamarnya terbanting tanpa di ketik membuat Kayla langsung terkejut, karena tiba-tiba kakaknya yang masuk.
"Kayla, ini sudah siang mau jadi apa kamu tidur sampai siang seperti ini?" ucap sang kakak dengan tatapan tajam menatap Kayla yang berada di atas tempat tidur
'Entah kenapa semakin aku melihatnya kakakku sekarang sudah mirip dengan seorang ibu yang tidak suka putrinya bermalas-malasan,' ucap Kayla di dalam hatinya menatap ekspresi tajam dari sang kakak
"Aku mau jadi istri duke,"
"Harta keluarga duke itu berlimpah hingga sebelas keturunan walaupun aku bermalas-malasan," ucap Kayla dengan seringai bangga sambil berbaring kembali di atas tempat tidur setelah mengucapkan itu
Kakaknya yang melihat kelakuan adik perempuan menatap dengan tatapan tajam dan mengeluarkan tatapan akan meledak-ledak emosinya.
"Aku bercanda kakak,"
"Aku tidak bersungguh-sungguh mengatakan itu, aku pasti akan menjadi tunangan yang layak untuk sang duke karena aku adalah tunangannya,"
"Aku akan menjadi tunangan yang sempurna kakak tenang saja," ucap Kayla dengan lantang setelah melihat kakaknya yang begitu menyeramkan untuk di lihat dan senyuman yang kaku
"Oh benarkah? Kalau begitu kamu harus membantu kakakmu sekarang,"
"Untuk benar-benar membuktikan dirimu layak sebagai tunangan duke yang kamu iming-iming kan itu,"
"Kakak harap kamu tidak mengecewakan Kayla Lucretia,"
__ADS_1
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée