The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
Bab 38 Kita Tidak Lebih Dari Teman


__ADS_3

Semua tamu yang berada di dalam ruangan mewah dan megah itu menatap tajam ke arah Kayla dan Felix yang sedang berbincang dengan santai di depan sang putra mahkota, yang padahal sangat jelas sosok calon pemimpin negeri selanjutnya itu hanya beberapa langkah jaraknya dari keduanya.


'Kapan mereka akan selesai berbincang di depanku? Entah kenapa aku melihatnya semakin keluarga kerajaan ini tidak ada harga dirinya sampai bawahannya bisa seenaknya mengumbar kemanisan tanpa tau tempat,' ucap sang putra mahkota menatap dengan mengerutkan kening menatap yang terjadi di depannya


"Kayla, semua orang di bawah tangga ini menatap ke arah kita,"


"Kamu tidak mungkin menolak tunanganmu bukan dengan alasan pekerjaan?" bisik Felix ke telinga Kayla yang membuat Kayla menatap dengan tatapan pasrah dan menganggukkan kepala mengingat hubungan mereka berdua akan menjadi pembicaraan buruk para bangsawan jika Kayla menolak


Felix menyeringai melihat kalau Kayla menerima tawaran itu, tetapi tiba-tiba saja tempat yang mereka pijak bergetar dengan kuat hingga gelas-gelas wine di susun tinggi jatuh, beberapa lampu-lampu gantung jatuh dan beberapa puing-puing bangunan jatuh ke lantai.


Semua orang di dalam ruangan itu menjadi panik, berlarian ke arah pintu secara serentak berusaha kabur dari ruangan, tetapi anehnya pintu besar ruangan itu tidak bisa di buka membuat semua orang di dalam ruangan semakin panik, karena mereka semua takut dengan kematian. Kayla dan kakaknya langsung berada di depan putra mahkota untuk melindungi dari bahaya di ikuti Felix yang melindungi Kayla dengan berdiri di sampingnya.


"Selama ratusan tahun tidak pernah ada sejarah terjadi gempa, kenapa tiba-tiba ada getaran sebesar ini," ucap sang putra mahkota yang duduk di kursi dengan menatap ke arah sekitarnya


"Mungkin kamu naik takhta, para dewa tidak setuju jadinya dia ingin menjatuhkan dirimu dari posisi itu," ucap William dengan asal bersamaan dengan tatapan dingin menatap orang-orang yang berada di pintu mengetuk-ngetuk pintu dengan keras berusaha melepaskan diri


Beberapa menit kemudian getaran itu hilang kini digantikan dengan sebuah pola lingkaran sihir yang muncul di tengah-tengah aula yang berwarna ungu, dari lingkaran sihir itu beberapa monster tingkat tinggi muncul dan membuat orang-orang di sana berteriak-teriak dan berlarian berhamburan ketakutan karena monster tersebut sudah mulai berjalan keluar dari lingkaran sihir itu menuju ke arah mereka.

__ADS_1


Felix yang melihat situasi semakin rusuh dan bahaya langsung turun tangan diikuti oleh William sang kakaknya Kayla, karena monster itu telah memakan beberapa orang yang ada di dalam ruangan. Sang putra mahkota yang tidak tahan dengan situasi yang sangat mencekam ikut turun tangan walaupun sudah ada Kayla yang ada di sana untuk melindungi sang putra mahkota itu.


"Nona Lucretia Kayla, kamu akan tetap berada di dalam tempat ini,"


"Ini bukan karena kamu melalaikan tugasmu, tetapi karena aku tidak suka seorang perempuan memegang pedang untuk melindungi laki-laki itu membuatku tidak terlihat keren sebagai seorang laki-laki jadi kamu tetap di sana,"


"Ditambah lagi kakakmu pasti tidak akan terima jika kehilangan dirimu, karena bagaimanapun kamu adalah satu-satunya anggota keluarga yang dia sayangi dan dia lindungi,"ucap sang putra mahkota yang mengeluarkan sebuah pedang sihir dari penyimpanan ruang yang dimilikinya


Kayla yang tidak setuju dengan pendapat sang putra mahkota berusaha mencari celah atau keluar dari sihir perlindungan itu, tetapi itu bukan sihir perlindungan biasa yang bisa di hancurkan oleh Kayla dengan mudah hingga akhirnya dia berada di dalam sana di tengah-tengah para tamu-tamu yang panik berusaha menyelamatkan diri, sedangkan dirinya terkurung tidak bisa menolong siapapun. Ketiga orang itu fokus mengalahkan para monster yang terus bermunculan hingga tidak terlihat khawatir dengan sosok Kayla yang telah berada di dalam perisai perlindungan itu.


"Kita bertemu lagi di dalam ruangan pesta ini? Sungguh takdir bukan?" ucap sesosok laki-laki berambut coklat dengan senyuman lembut dan langkah yang santai ke arah Kayla yang terkurung di dalam pelindung itu


"Tuan Cain Grey, sudah lama tidak bertemu,"


"Bisakah kamu membantuku melepaskan perisai perlindungan ini? Aku juga ingin menyelamatkan orang-orang yang kesulitan di sana jadi tolong aku," ucap Kayla dengan tatapan serius dan tegas ingin menolong orang-orang itu


"Baiklah aku akan membantumu melepaskan perisai ini, tetapi nona Kayla Lucretia kamu aku lepaskan bukan untuk menyelamatkan orang-orang, tetapi untuk di bawa ke tempat yang lebih aman," ucap sosok laki-laki itu dengan seringai dingin yang membuka perisai perlindungan itu dan di saat yang sama pandangan Kayla menjadi gelap perlahan-lahan kemudian membuatnya tidak sadarkan diri

__ADS_1


Kayla yang baru melihat seringai dingin yang di tunjukkan kepada dirinya membuatnya baru menyadari kalau Cain Grey adalah seorang penyihir yang sangat berbahaya, karena dia terlihat tidak peduli dan begitu santai saat sedang adanya keributan yang sedang terjadi. Tetapi itu semuanya terlambat karena Cain telah membuatnya tidak sadarkan diri hingga tidak memiliki tenaga untuk melawan sosok laki-laki itu.


Di sisi lain Felix, William dan putra mahkota sedang berjuang bertarung dengan para monster yang terus bermunculan, tidak ada satupun dari mereka yang mampu menuju ke posisi tengah-tengah aula dimana tempat lingkaran sihir itu aktif.


Beberapa bangsawan yang bisa menggunakan sihir dan pedang perlahan-lahan ikut membantu ketiga orang yang telah sejak tadi berjuang untuk mereka, karena mereka adalah bangsawan seharusnya mereka ikut melindungi itulah keberanian yang mulai muncul dari diri mereka untuk membantu. Pertarungan terjadi selama berjam-jam hingga sampai akhirnya dua belas jam berlalu dan mereka bisa menghancurkan lingkaran sihir yang berada di tengah-tengah ruangan aula pesta. Selesai bertarung ketiganya pingsan dan di saat itu pintu besar aula akhirnya bisa terbuka tiba-tiba, mereka terbaring selama beberapa hari di atas tempat tidur hingga akhirnya Felix bangun dan melihat sesosok perempuan yang duduk di sampingnya dengan tatapan khawatir dan air mata yang penuh dengan rasa syukur.


"Felix, syukurlah kamu akhirnya sadar,"


"Aku sangat mengkhawatirkan dirimu, karena kamu bertarung hingga mengalami luka-luka berat," ucap sosok gadis itu dengan senyuman dan memegang tangan milik laki-laki yang terbaring di atas tempat tidur itu


"Kenapa kamu bisa berada di sini? Dan jangan bersikap menyebalkan dengan menyentuh aku seperti ini,"


"Aku telah memiliki tunangan, jadi aku tidak ingin bersentuhan dengan perempuan lain dan lagi aku tidak ingin melihat wajah khawatir seperti itu darimu,"


"Kita tidak lebih dari teman,"


The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

__ADS_1


__ADS_2