
Setelah Duke selesai menyampaikan apa yang ingin di sampaikan kepada Kayla membuat Kayla dengan aura tekanan yang sangat mengerikan hingga membuatnya merasa semua yang dia lakukan sia-sia, di saat Kayla merasa putus asa sang Duke memberikan perintah kepada para pelayan untuk membawa Kayla ke dalam kamar yang telah di siapkan.
'Aku lupa kalau duke adalah seorang tiran yang tidak akan melepaskan siapa pun dengan mudah, termasuk orang yang dia cintai,'
'Tetapi, hubungan aku dengannya hanya sebuah pertunangan persetujuan dari raja bukan cinta, kenapa dia tidak melepaskan aku saja dibandingkan harus tersiksa seperti itu?'
'Kenapa harus aku? Dia bahkan tidak mencintai aku sama sekali dan setiap bertemu hanya ucapan tajam menusuk,' ucap Kayla di dalam hatinya yang kini dia telah berada di sebuah kamar tempat dia biasanya menginap dengan tangan yang masih di rantai bersamaan dengan perasaan yang takut dan putus asa bersamaan dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya hingga akhirnya dia tertidur di dalam kamar itu
Di ruangan besar dan dingin sesosok laki-laki duduk di kursi dalam ruangannya menatap langit malam tanpa bintang dan bulan dari balik jendela, dia bahkan tidak sadar jika bawahannya masuk ke dalam ruangan dan menatapnya selama satu per empat jam hingga akhirnya sang bawahannya memutuskan untuk memulai percakapan.
"Felix, kamu tidak bisa sekejam itu kepada gadis itu, walaupun dia adalah tunanganmu,"
"Kamu seharusnya mendengarkan ucapannya dan buat dia yakin kalau kamu tidak akan mengkhianati cintamu kepadanya, jika seperti ini dia akan salah paham dan hubungan kalian akan kusut jika di teruskan," ucap Albern dengan tatapan serius menatap sosok laki-laki yang tidak menoleh ke arahnya sama sekali
"Dia akan tetap kabur walaupun tidak di jelaskan dan aku telah mengatakan sebelumnya aku akan mengurungnya di dalam sangkar sekalipun kalau itu di perlukan," ucap Felix dengan dingin tanpa menoleh ke arah Albern
"Pikirkan dengan baik, aku di sini menasihati dirimu sebagai seorang teman,"
"Jangan sampai gadis itu meregang nyawa karena keegoisan yang kamu lakukan, kamu baru menyesal dengan yang kamu lakukan,"
__ADS_1
"Dan jangan membakar negeri ini, karena kesalahan yang kamu lakukan nanti," ucap Albern dengan mengerutkan keningnya dan menatap dengan tatapan pasrah
Albern yang melihat sifat kejam dari teman sekaligus atasannya hanya bisa menggeleng pelan dan berjalan keluar dari ruangan, karena dia tidak bisa membuat seseorang yang telah lama mematikan perasaannya berubah begitu saja jika tidak dia tidak memiliki sesuatu yang membuatnya berubah.
Keesokan paginya, Kayla membuka matanya dengan tatapan yang telah kosong dan menatap langit-langit kamar yang biasanya dia lihat ketika dia menginap membuatnya sadar kalau saat ini bukanlah mimpi kalau dia di bawa ke mansion duke. Tidak lama dari Kayla bangun dari tidurnya, sesosok wajah laki-laki yang tidak asing masuk ke dalam kamar membawakan nampan dengan banyak makanan di atasnya, membuatnya menoleh ke arah lain untuk tidak melihat wajah itu.
"Kamu mau sampai kapan tidak ingin mengakuinya? Apakah kamu ingin mencari banyak perhatian dariku dengan bersikap seperti itu?"
"Sejak dulu kamu seperti itu bukan tersenyum manis dan mengikuti aku untuk mendapatkan perhatianku,"
"Tetapi, kali ini kamu sudah bosan mencari perhatian dengan mengikuti aku karena tidak memberikan perhatian lebih kepadamu,"
"Kamu kabur di hari acara pertunangan kita, untuk membuat aku lebih memperhatikan dirimu bukan? Tetapi, kamu mengacuhkan aku saat ini,"
Kayla sama sekali tidak menatap ke arah sosok laki-laki itu atau memberikan jawaban kepada laki-laki itu sampai beberapa menit berlalu tetapi tidak ada jawaban seolah-olah Kayla memang bertekad untuk memberontak karena tidak suka di perlakukan seperti burung yang harus berada di dalam sangkar. Felix yang tidak mendapatkan jawaban atau di tatap oleh Kayla, membuatnya hilang kesabaran dan mencekam pipi Kayla dengan paksa untuk menatap ke arahnya.
"Jangan paksa aku untuk melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan kepada dirimu,"
"Kita sedang berbicara bagaimana bisa kamu tidak menatap mataku?" ucap Felix dengan tatapan dingin dan kesal kepada Kayla yang berada di depannya tanpa sadar mengeluarkan auranya yang menekan
__ADS_1
Kayla yang kepala di paksa untuk menatap dengan kosong ekspresi hanya bisa diam memperhatikan sosok yang di depannya dengan harapan laki-laki itu bosan dan pergi meninggalkan dirinya.
"Kayla Lucretia, kamu benar-benar menginginkannya pembatalan pertunangan denganku ya?"
"Sampai-sampai bersikap seperti ini? Kalau begitu kamu akan terus berada di mansion ini kalau kamu begitu sukanya tidak ingin mengakui kalau kamu adalah putri keluarga marques tunanganku," ucap Felix dengan tatapan dingin dan marah kepada Kayla yang kini bangun dengan tatapan kosong yang putus asa
Harapannya untuk hidup bebas telah lenyap begitu saja, walaupun masih ada sosok kakak yang menantikan kepulangannya ke rumah.
"Kalau begitu sampai di sini saja kita berbicara hari ini," ucap Felix dengan tatapan dingin yang kemudian bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar Kayla
Setelah pintu besar itu tertutup dan menyisihkan gadis itu sendirian di dalam ruangan besar, tiba-tiba saja air mata mengalir di pipi gadis itu.
'Apakah aku hanya perlu mengatakan kebenarannya? Tetapi jika aku mengatakannya mungkin saja aku benar-benar hanya akan menjadi sebuah boneka hidup di tempat ini,' ucap Kayla yang berada di dalam hatinya tidak bisa dia ucapkan sama sekali melalui mulutnya
Berhari-hari berlalu begitu saja di mansion kediaman Duke, Kayla selalu di kunjungi oleh tunangannya yang sama sekali tidak ada sikap yang benar-benar yang menunjukkan kalau laki-laki itu benar-benar menunjukkan cintanya kepada Kayla. Hanya sifat dingin dan kejam layaknya seorang tiran yang terlihat dengan jelas, Albern juga sudah tidak pernah lagi berbicara tentang masalah hubungan cinta dengan Albern.
Kayla tidak pernah menunjukkan dirinya keluar dari sangkar yang berupa kamar, setelah dia di tangkap oleh tunangannya seorang tiran. Kayla yang tidak tahan dengan penderitaan di dalam sangkar emas menulis dua surat yang akan menjadi pesan terakhirnya di kehidupan ini. Satu surat yang berisikan permintaan maaf dan penyesalan untuk kakaknya, sedangkan satunya lagi surat yang memiliki isi surat pernyataan cinta dan permintaan maaf, karena dia sangat keras kepala. Setelah kedua surat itu di tulis Kayla meregang nyawanya dengan menusuk diri menggunakan sebuah pedang miliknya yang di tancapkan oleh dirinya sendiri ke dalam dada kirinya yang langsung mengalirkan darah merah di seluruh permukaan lantai sekitarnya. Keesokan harinya ketika Felix datang ke ruangan Kayla untuk melihat keadaan sosok tunangannya, kamar tersebut terlihat kosong dan tercium aroma darah yang begitu pekat membuat sosok laki-laki itu langsung panik dan berjalan masuk ke dalam ruangan.
"KAYLA..."
__ADS_1
"KAMU SEDANG BERBOHONG BUKAN? KENAPA KAMU BEGITU INGIN MENINGGALKAN AKU?"
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée