
Berbagai berita mengenai Kayla sang tunangan duke yang kabur satu hari sebelum pesta pertunangan memunculkan berbagai teori di tengah-tengah masyarakat di seluruh negeri barat, teori itu dimulai dari sang tunangan tidak tahan dengan sikap duke seorang tiran sampai ke perselingkuhan dengan seorang laki-laki yang mirip dengan duke tertulis di dalam koran-koran seluruh kerajaan.
"Apakah para jurnalis ini pekerjaannya hanya membuat kebohongan? Dan juga kenapa hanya lebih banyak beritaku yang muncul di dalam koran ini?" gumam Kayla dengan tatapan tajam ke arah koran yang berada di genggamannya
"Hah... Keadaan kakak sekarang bagaimana ya? Dan juga apakah dia baik-baik saja? Entah kenapa tiba-tiba saja aku merindukannya,"
"Aku akan menulis surat untuk kakak dan mengirimnya dengan burung pengantar pesan di kota yang tidak jauh dari desa ini,"
"Aku khawatir kalau kakak tidak baik-baik saja saat aku kabur begitu saja tepat di dekat acara pesta pertunanganku," gumamnya lagi setelah menghela nafas panjang kemudian menatap ke luar jendela yang menampilkan langit yang cerah
Kayla menulis isi surat dengan berkali-kali percobaan, karena dia ragu dan bingung ingin menanyakan kabar sang kakak seperti apa, setelah selesai menulis surat Kayla menunggangi kuda menuju ke perbatasan desa dan keluar dari desa. Tetapi tepat beberapa langkah kuda miliknya melangkah keluar dari desa, tiba-tiba tujuh orang bertudung menghentikan langkahnya untuk keluar dari desa dengan menghadang jalan di depannya.
"Dilarang keluar desa, karena banyak hewan buas di sana dan tolong dengarkan ini karena ini demi keselamatan anda sendiri ," ucap salah satu seorang dari orang-orang yang bertudung itu dengan aura yang menekan ke arah Kayla
"Aku bisa menggunakan senjata dan juga aku harus mengirimkan surat untuk keluargaku ke kota yang berada tidak jauh dari kota ini, paling tidak hanya memerlukan waktu beberapa jam untuk kembali lagi ke desa,"
"Apakah benar-benar tidak bisa?" jelas Kayla dengan tatapan serius kepada tujuh orang yang menghadang jalannya dijawab dengan galengan kepala tidak setuju salah seorang dari mereka dan malah menambah aura tekanan yang mengancam Kayla untuk tidak berpikir macam-macam untuk keluar dari desa
__ADS_1
Kayla yang merasa sejak awal sampai dia menjelaskan tujuannya, suasana dari ketujuh orang di depannya tidak bisa bersahabat memutuskan untuk berada dalam posisi waspada siap bertarung.
"Sepertinya kalian ingin membuat isolasi desa ini jauh dari jangkauan luar dibandingkan ingin melindungi penduduk desa ini,"
"Jika tidak bagaimana mungkin kalian tidak membiarkan aku yang bisa memegang pedang ini keluar dari desa," ucap Kayla dengan tatapan tajam dan bersiap untuk mengeluarkan senjata yang dia sembunyikan di belakangnya
Ke tujuh orang yang merasa aura tekanan yang mereka keluarkan tidak begitu bisa mengancam gadis yang ada di depannya maka mereka dengan cepat membuat posisi mengepung Kayla dan siap menyerang ke arah Kayla yang kini telah berada di tengah-tengah mereka. Kayla yang melihat jumlah lawannya lebih banyak dibandingkan dengan dirinya, membuatnya harus berpikir bagaimana caranya kabur dari tempat ini tanpa banyak luka, karena bagaimanapun orang-orang yang bisa menggunakan aura untuk menekan seseorang bukanlah sebuah latar belakang yang begitu sederhana. Kayla bisa menahannya juga karena dia memiliki aura pedang dan bakat sihir yang bisa menahan tekanan yang diberikan.
Kayla memutuskan untuk bertarung dengan cara tetap berada di posisi menunggang kuda, walaupun dia tau ini memiliki risiko yang tinggi juga jika terjadi sesuatu kepada dirinya, serangan secara kompak di kerahkan dari ketujuh orang itu ke arah Kayla, dengan menggunakan senjata yang berupa pedang dan tombak. Serangan itu membuat Kayla langsung melompat dari atas kuda ke arah permukaan tanah untuk mengalihkan perhatian ketujuh orang itu, setelah ketujuhnya melihat Kayla yang turun dengan terpaksa mereka mulai mengelilingi Kayla kembali.
"Untung saja aku membawa semua uangku dan barang-barang yang di perlukan, jadi aku rasa aku pergi dan tinggal kota kecil sekarang, karena akan sulit bagiku mengirimkan sebuah surat untuk membuat kakak menjadi baik-baik saja," gumam Kayla dengan menggigit bibirnya karena kesal dengan keadaan
Beberapa jam kemudian Kayla sampai ke sebuah kota kecil yang jalanan alun-alun kotanya cukup ramai. Kayla datang ke sebuah toko pengantaran surat untuk mengirimkan surat itu kepada seorang kepala pelayan mansionnya, karena jika Kayla mengirimkan surat itu langsung kepada kakaknya langsung dia takut ada sesuatu nanti yang akan membuatnya kesulitan sendiri, setelah Kayla mengirimkan surat tersebut maka Kayla pergi ke penginapan yang tidak jauh dari jasa pengiriman.
"Aku tidak menyangka kalau mengirimkan surat menggunakan sihir yang berada di jasa pengiriman sangat mahal,"
"Tetapi itu setimpal dengan tidak menggunakan sihir ku sendiri kemudian terlacak dan ditangkap pulang,"
__ADS_1
"Kemudian mati karena mengkhianati sang duke," gumam Kayla yang masuk ke dalam penginapan dengan perasaan merinding membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya
Disaat pintu bel masuk berbunyi semua mata yang berada di lantai satu tempat penginapan tersebut menatap ke arah Kayla dengan tatapan menyidik dari atas ke bawah melihat apakah Kayla bisa rampok atau tidak. Kayla yang masuk ke dalam penginapan tentu saja tau makna dari tatapan orang-orang di dalam ruangan yang diam-diam mengawasi gerak-geriknya hingga ke meja resepsionis.
"Tolong satu kamar untuk istirahat dua hari satu malam," ucap Kayla yang langsung menyerahkan beberapa uang koin perak untuk menginap itu
Setelah Kayla mendapatkan kunci kamarnya dia memutuskan untuk mencari makan malam, karena dia tidak tenang makan-makanan dari penginapan yang mungkin saja terdapat racun atau obat tidur. Di saat Kayla keluar dari penginapan terdengar suara hiruk-pikuk dan kerumunan yang mengosongkan jalanan, seolah-olah akan ada orang penting yang akan datang mengunjungi kota tersebut.
'Siapa yang mau datang ke kota kecil seperti ini? Di waktu sore hari,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan penasaran
Tidak lama kemudian terdengar suara beberapa kaki kuda yang masuk ke dalam kota itu, dan di saat itu Kayla terdiam tidak percaya melihat sosok laki-laki yang datang ke kota kecil itu.
'Kenapa dia ke sini? Bagaimana bisa kami bertemu sekarang?'
'Tetapi dia pasti tidak akan menyadari kalau aku ada di sini,'
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
__ADS_1