The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
Bab 24 Mimpi?


__ADS_3

"Bagaimana mungkin aku bisa mengecewakan kakak?"


"Karena aku adalah putri keluarga Lucretia," ucap Kayla dengan tawa yang kaku kepada kakaknya


Mulai hari itu Kayla diberikan tugas-tugas yang berat, kakaknya mengawasi Kayla setiap hari di ruangan yang sama membuat Kayla tidak bisa beristirahat ataupun menghentikan tangannya untuk bergerak.


Hari-hari berlalu begitu saja hingga tibalah satu hari pesta pertunangannya dengan sang duke, Kayla yang sangat menantikan hari esok itu memilih untuk tidur lebih awal karena besok pagi-pagi sekali.


"Tempat apa ini kenapa gelap? Apakah aku kembali ke tempat yang sama?" gumam Kayla yang menatap di sekelilingnya tidak ada sama sekali cahaya yang menerangi


"Tik... Tik... Tik.." suara jam berdetik terdengar di sebuah tempat gelap tidak lama setelah Kayla bergumam


Tiba-tiba muncul sebuah ruangan kamar yang terasa asing, tetapi juga tidak terlihat asing padahal ini adalah pertama kalinya dia melihat ruangan yang besar itu. Terlihat sesosok laki-laki dewasa yang berdiri di belakang gadis yang tertidur di atas meja dengan sebuah buku dan pena yang berada di dekat gadis itu, tetapi kali ini Kayla tidak bisa mendengarkan apa yang di ucapkan oleh laki-laki itu yang jelas suasana dari ruangan itu awalnya hangat menjadi sangat dingin.


"Tik... Tik... Tik.." suara jam berdetik terdengar lagi kini sebuah tempat berubah menjadi sebuah kamar yang dia yakini mirip dengan kamarnya


Terlihat sosok gadis yang meneteskan air mata dan gemetaran sambil menulis sebuah surat, Kayla yang melihat lagi-lagi tidak bisa mendengarkan apa yang dibicarakan oleh sosok gadis itu, seolah-olah ucapan itu dibuat dengan sengaja tidak terdengar.


"Sebenarnya tempat seperti apa ini? Kenapa selalu berubah-ubah?" gumam Kayla yang merasakan sakit di dadanya setelah melihat gadis yang berada di depannya


"Tik... Tik... Tik.." suara jam berdetik terdengar lagi kini sebuah tempat berubah menjadi sebuah kamar yang kini mirip dengan sebuah kamar sebelumnya

__ADS_1


Kali ini Kayla melihat sesosok gadis yang dengan air mata yang mengalir, tubuh yang gemetaran gemetaran dan perasaan yang terlihat jelas sangat putus asa memegang sebuah pedang panjang dan kemudian menusuk ke arah dirinya sendiri hingga darahnya mengalir deras dari luka yang di lakukan oleh gadis itu sendiri.


Kayla langsung terdiam dan ikut merasakan air matanya menetes melihat kejadian di depannya, dia berusaha menyentuh gadis itu tetapi itu mustahil dia tidak bisa menyentuh tubuh gadis yang membunuh dirinya sendiri.


"Tik... Tik... Tik.." suara jam berdetik terdengar lagi dan kini di sebuah tempat yang sama tepatnya di kamar itu tidak terjadi banyak perubahan yang berubah hanya malam ke pagi hari


Setelah suara jam selesai berbunyi, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dengan sosok laki-laki yang masuk ke dalam ruangan panik melihat sosok gadis yang telah terbaring dingin di atas lantai dan menyisihkan sebuah surat, Kayla melihat kejadian itu entah kenapa tiba-tiba saja kepalanya sakit dan air matanya tidak berhenti mengalir.


"Kenapa aku yang menangis dan merasa tersayat melihat kejadian seperti ini? Padahal wajahnya saja tidak jelas dan bahkan tidak ada suara yang terdengar dari kedua orang itu,"


"Apa yang membuatku terus-menerus di perlihatkan mimpi yang memiliki sosok pemeran yang sama setiap aku tidur?" gumam Kayla yang menggigit bibirnya dan menatap betapa tragisnya kejadian yang ada di depannya terjadi kepada kedua orang dewasa itu


"Tik... Tik... Tik.." suara jam berdetik terdengar lagi dan kini seluruh ruangan yang dia lihat perlahan-lahan menghilang dan kembali ke tempat gelap yang dia lihat sebelumnya


"Menurutmu apakah itu adalah mimpi? Atau sebuah tentang dirimu di masa lalu? Karena sekarang semuanya telah menyimpang,"


"Apa pilihanmu akan menjadi jawaban untuk dirimu di masa depan," ucap kelinci yang berada di depannya berjalan hingga kemudian perlahan-lahan menghilang dan pandangannya kembali menjadi gelap


Kayla membuka matanya perlahan-lahan dan terlihat langit-langit kamar yang tidak asing yang merupakan kamarnya sendiri. Kayla yang tidak jauh dari cermin di dekat tempat tidurnya menatap kalau matanya saat ini bengkak dan pipinya basah seperti sehabis menangis, dia akhirnya sadar kalau dia bermimpi dengan menangis.


Para pelayan yang ingin menyiapkan sang nona untuk pergi menuju ke mansion keluarga duke sangat dibuat terkejut dan panik dengan mata sang nona yang membengkak sehabis menangis panjang.

__ADS_1


Para pelayan itu langsung berusaha sebaik mungkin membuat wajah sang nona tidak terlihat buruk dan mengirimnya ke mansion duke, karena acaranya akan di mansion duke yang otomatis Kayla harus berangkat ke sana dan di dandani di tempat itu.


Sesampainya di mansion duke, tidak ada seorang pelayan yang menyambut termasuk sang duke sendiri sebab semuanya sangat sibuk menyiapkan acara pesta pertunangan ini. Kayla jadinya berjalan sendirian di mansion itu sampai dia menemukan sebuah pintu kamar yang terbuka sedikit, karena penasaran dengan kamar itu Kayla mengintip sedikit ruangan itu. Tetapi kepalanya kini tiba-tiba menjadi sakit.


"Kenapa kepalaku sakit? Rasanya mirip saat aku berada di dalam mimpi? Tetapi sakit ini nyata," gumam Kayla yang kemudian pandangannya perlahan-lahan menjadi buram di saat itu dia melihat sosok laki-laki yang berteriak dan langsung berlari ke arahnya


"KAYLA!" teriak sesosok laki-laki yang lewat dari sana melihat sang gadis yang tiba-tiba saja tidak sadarkan diri


"Albern, panggil dokter sekarang juga,"


"Minta mereka datang dengan cepat jika tidak nyawa mereka dan keluarga mereka akan hilang jika dalam waktu lima menit mereka tidak datang," ucap laki-laki itu yang menggendong Kayla dengan gaya bridal style


"Felix, kamu sangat perhatian dengan dirinya,"


"Apakah kamu yakin tidak bisa memenangi perang besar nanti? Hingga kamu harus mengadakan acara pertunangan sebesar ini dan menghabiskan emas yang sangat banyak hingga bisa membeli lima mansion yang seukuran dengan mansion ini," ucap Albern dengan tatapan menyidik dari atas hingga kebawah ke arah sosok yang berada di depannya, tetapi Felix tidak menjawab dan hanya menatap dingin bersamaan dengan aura dingin menekan, yang keluar dari dirinya ke arah Albern seolah-olah memberikan isyarat kepadanya untuk tidak banyak berbicara ataupun bertanya tentang dirinya


Albern langsung berjalan ke arah yang berlawanan dengan Felix, untuk segera mencari dokter yang diminta.


"Ini sangat aneh, tidak ada angin yang bertiup dari arah barat,"


"Humm... Haruskah aku memeriksanya nanti?"

__ADS_1


"Tidak perlu untuk saat ini,"


The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée


__ADS_2