
"Kamu serius ingin membuat kontrak dengan dewa yang gila itu?"
"Muridku sendiri hampir menjual aku hanya untuk sebuah buku beberapa ratus tahun yang lalu pada saat dewa ini datang ke tempatku untuk mengantarkan sebuah catatan pelaporan ratusan tahun sekali," ucap sosok laki-laki berkacamata dengan tatapan serius menatap ke arah Felix yang berada di depannya
Felix yang tidak mengerti dan menganggap kalau itu mungkin saja kontrak biasa yang sama dia lakukan dengan sang dewa mimpi dan takdir tanpa tau kalau semua dewa memiliki cara yang berbeda-beda dalam membuat sebuah kontrak dengan seseorang.
"Guru, bisakah kita tidak mengungkit kejadian di masa lalu? Karena aku tidak tau kalau ada hal yang di ambil dari kontrak itu adalah hal itu,"
"Lagipula aku belum menandatangani kontrak itu sama sekali," gerutu sesosok laki-laki yang berpakaian timur dengan gaya pakaian putih dan motif relung awan di pakaiannya dengan kepala tertunduk bersalah yang berada di sebelah sang guru yang terlihat sedikit kesal mengingat masa lalu yang hampir di jual ke dewa lain oleh murid sendiri
__ADS_1
"Mari kita lupakan kedua dewa di sana dan kita bicarakan mengenai kontrak kerja kita," ucap sosok perempuan itu dengan seringai yang licik kepada sosok Felix yang tidak mengetahui apapun tentang sang dewa
Di sisi lain di sebuah menara tinggi sesosok gadis menatap dengan tatapan mata yang kosong dan putus asa menunggu kematiannya, karena dia di rantai tidak pernah bisa keluar dari ruangan itu seperti burung yang di sangkar di tambah lagi setiap hari dia di suntikkan sebuah cairan yang tidak pernah dia ketahui jenis cairan apa yang di suntikkan kepada dirinya bahkan hingga membuatnya sering kali sakit kepala setelah beberapa saat cairan itu masuk ke dalam tubuhnya.
"Kayla sayang, bagaimana harimu hari ini?"
"Aku membawakan beberapa buku yang mungkin saja kamu suka," ucap sosok laki-laki yang masuk ke dalam ruangan membawakan beberapa buku
"Kayla sayangku,"
__ADS_1
"Aku tau kamu sedang beradaptasi di sini, tetapi aku ingatkan lagi di sini adalah rumahmu karena aku yang membuatmu selamat paham?"
"Kakakmu dan tunanganmu tidak peduli lagi dengan dirimu jadi tetaplah di sini,"
"Kamu tau bukan selama ini aku yang merawat dirimu," ucap sosok laki-laki itu mengerutkan kening menunjukkan kalau dia khawatir dengan gadis itu
Gadis itu hanya diam tidak menjawab hanya tatapan kosong dan mendengarkan semua ucapan yang dia dengarkan setiap harinya, seolah-olah membuat dirinya merasa kalau dia mungkin memang bukan orang yang layak untuk lagi di hargai atau di cintai oleh keluarganya, bahkan laki-laki di sebelahnya yang selalu berusaha membuatnya yakin kalau dia adalah orang yang lebih baik daripada kedua orang itu membuatnya menderita itu dengan senyuman yang terlihat lembut tetapi insting miliknya mengatakan kalau dia harus waspada kepada sosok laki-laki itu.
'Aku Saat ini tidak lagi memiliki orang yang mencintai aku dan bahkan aku selalu takut jika laki-laki ini sewaktu-waktu akan menyakiti aku,'
__ADS_1
'Kapan aku di izinkan untuk langsung mati?'
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée