
"Terlalu sulit? Apakah menurut paman kakak tidak kesulitan waktu keluarga kami berada di kondisi yang hampir bangkrut setelah kematian kedua orang tua kami?"
"Apakah paman tidak tau beban yang di tanggung oleh kakak sendirian waktu masih sangat muda? Dan paman mengatakan kalau itu sama sekali bukan urusan paman?"
"Jadi tidak perlu bantuan paman aku bisa melakukannya sendirian," ucap Kayla dengan tatapan dingin dan tajam ke arah sosok laki-laki paruh baya di depannya
Sosok laki-laki paruh baya yang mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Kayla langsung terdiam tidak bisa membalas ucapan gadis yang lebih muda darinya, tetapi tidak lama kemudian laki-laki paruh baya itu melanjutkan ucapannya dengan tatapan yang sekilas terlihat kesal dan tidak senang kepada Kayla.
"Keponakanku sayang kami bukannya tidak ingin membantu, tetapi saat itu kami benar-benar tidak bisa meninggalkan wilayah yang kami jalankan,"
"Saat itu wilayah yang di dapatkan oleh oleh paman dan seluruh kerabat adalah tanah yang cukup buruk, sangat di butuhkan waktu lama untuk melakukan pemulihan kamu paham bukan?" ucap sang laki-laki paruh baya itu dengan senyuman yang profesional membujuk sosok gadis yang berada di depannya
Kayla yang mendengarkan omong kosong orang yang mengaku-ngaku sebagai seorang pamannya di depannya saat ini bersamaan dengan masa lalu yang dia ingat tentang kakaknya yang memohon-mohon kepada banyak orang hanya untuk membantu keluarga mereka di masa itu, membuat Kayla merasa sangat ingin langsung membunuhnya di tempat itu juga, tetapi dia ingat dengan kakaknya yang mengajarinya untuk tidak memukul orang lain kalau orang tersebut tidak memukul maka Kayla hanya bisa diam dan mendengarkan ucapan manis hingga itu selesai.
"Apakah hanya itu yang ingin kamu bicarakan? Sebuah masa lalu yang pada kenyataannya itu tidaklah ada? Sungguh kebohongan yang manis,"
"Jangan kira hanya karena ucapan manis itu aku akan dengan sukarela menyerahkan urusan kepala keluarga Lucretia kepada orang rendahan seperti kalian," ucap Kayla yang kemudian tertawa dengan lantang dan tatapan merendahkan orang-orang yang ada di depannya
Ucapan, tatapan dan tawa Kayla sontak membuat paman dan kerabatnya yang berada di dalam ruangan itu tersulut emosi, karena ucapan yang di ucapkan Kayla sangat merendahkan dan meremehkan mereka.
__ADS_1
"Kayla, sepertinya orang tuamu tidak mengajarkan dirimu sopan santun kepada orang yang lebih tua dan orang yang masih satu keluarga denganmu ya hingga kamu bertingkah sangat angkuh saat ini,"
"Kalau begitu biar aku ajarkan kamu sopan santun," ucap laki-laki paruh baya itu dengan tangan yang di layangkan cepat ke arah wajah Kayla
Akan tetapi sebelum tangan itu menyentuh wajah Kayla, sebuah belati dengan cepat melesat ke arah lengan laki-laki paruh baya itu membuat laki-laki paruh baya itu dan menancap hingga tembus ke sisi lengannya yang lain, rasa sakit yang begitu cepat menyebar membuatnya meringis kesakitan bersamaan dengan darah yang mengalir. Kayla menatap dan tersenyum dengan tatapan puas di depan paman dan semua kerabatnya memperlihatkan wajah yang gemetaran ketakutan.
"Kamu yang membunuh orang tuaku bukan? Dengan sengaja merusak roda kereta kuda yang mereka kendarai,"
"Karena aku tau sejak kecil caramu menatap keluarga Lucretia seolah-olah adalah batu loncatan atau boneka hidup yang bisa membawakan dirimu keuntungan dan pertunjukan yang menyenangkan karena penderitaan kami,"
"Walaupun ayah dan ibuku adalah orang yang memaklumi sikap kasar milikmu dan kakak orang yang tidak suka membawa-bawa dendam masa lalu, tetapi tidak dengan aku yang cukup melihat keluargaku menghilang dengan cepat dan menderita demi kehidupan yang lebih baik untukku," ucap Kayla dengan tatapan dingin yang sambil bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah depan sosok laki-laki paruh baya yang saat ini telah berada di posisi terduduk gemetaran dan menahan darah yang mengalir dari belati yang tertancap
"Aku tidak mungkin membunuh kakakku sendiri untuk keuntunganku,"
"Ditambah lagi ayahmu sendiri yang tidak bisa mengelola bisnis itu dengan benar jadi dia harus menanggungnya," ucap sosok laki-laki paruh baya itu dengan terbata-bata dan gemetaran melihat Kayla seolah-olah dia melihat seorang iblis yang akan mencabut nyawanya kapan saja
"Benarkah seperti itu? Baiklah maafkan aku atas sikap kasar yang tidak sengaja aku lakukan," ucap Kayla yang kemudian tersenyum ramah tetapi dengan tatapan yang begitu haus darah
"Kalau begitu, Kayla keponakanku kamu harus mendengarkan ucapan paman ya mulai sekarang," ucap sosok laki-laki paruh baya itu dengan nada yang sedikit terbata-bata dengan bualan
__ADS_1
Kayla kemudian berjalan lebih dekat ke arah pamannya dan menginjak kaki milik sang paman dengan sepatu hak tinggi yang begitu runcing tajam hingga membuat sosok laki-laki paruh baya itu meringis kesakitan, sedangkan kerabatnya yang lain diam menonton dengan ketakutan, karena tidak berani ikut campur Kayla yang terlihat seperti seseorang gadis yang gila dan kejam.
"Apakah kalian tidak ingin menolong laki-laki tua dan menyedihkan ini? Bukankah kalian pernah mengatakan kalau keluarga harus saling tolong menolong bahkan kerabat jauh sekalipun?"
"Tapi anehnya jika kalian hanya saling diam dan menatap dengan tatapan yang ketakutan saat ini, seolah-olah kalian ketakutan melihat aku yang bertanya kepada kalian,"
"Apa yang kalian takutkan? Kamu ingat bukan kalau kita adalah saudara," ucap Kayla yang mulai berjalan ke arah para kerabatnya yang tidak jauh dari sang paman yang kesakitan
Para kerabatnya gemetaran ketakutan melihat perilaku gila Kayla yang tidak hanya di kenakan kepada sang paman, tetapi kepada mereka juga. Di saat mereka merasa sangat terdesak dan sangat tidak ingin di perlakukan dengan kejam, mereka membuat sebuah pertunjukan yang membuat Kayla cukup puas.
"Kayla, kita adalah sesama sepupu dan juga ini bukan urusan kami mengenai orang tuamu karena orang tua kita yang memiliki masalah, jadi aku mohon lepaskan dan biarkan kami pergi dari sini," ucap seorang gadis dengan gemetaran dan berbicara dengan terbata-bata
"Heee... Kamu membiarkan ayahmu di sini dan mati, kemudian aku membiarkan kalian pergi artinya kamu tidak mencintai sosok orang tua yang membesarkan dirimu?" ucap Kayla dengan seringai menatap sosok gadis itu
Sosok gadis itu tanpa berpikir lama langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat, diikuti oleh para kerabatnya yang lain. Kayla yang melihat itu merasa kalau di dunia ini memang hanya di isi dengan para pengkhianat.
"Baiklah, aku setuju dengan pendapatmu,"
"Aku akan melepaskan kalian,"
__ADS_1
"Dan aku merasa kasihan kepada orang tua seperti dirimu yang di buang oleh putri kandungmu sendiri tapi itu adalah karmamu,"
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée