
"Tuan Grey, barusan ada berita dari para penjaga benteng, kalau hutan di sisi Utara perisai sihir ilusi telah hancur,"
"Itu di hancurkan oleh para naga, kesatria dan beberapa penyihir," ucap seseorang penjaga yang bernafas tersengal-sengal
Cain Grey yang mendengarkan ucapan dari bawahannya dengan cepat bergegas menuju ke benteng penyihir beberapa meter dari tempat kejadian meninggalkan gadis yang dia kurung di dalam menara, terlihat dari sana memang ada pertempuran dengan para penyihirnya tetapi terlihat jelas kalau mereka tetap kalah walaupun mereka jumlahnya banyak.
"Ck, bagaimana bisa mereka begitu kuat,"
"Palast schwarze Rose, aku serahkan semuanya kepada kalian untuk menangani masalah pertarungan jarak dekat," ucap Cain yang memberikan isyarat kepada bayang-bayang miliknya untuk segera bertindak sesuai yang di perintahkan
Di sisi lain di dalam menara pusat tempat gadis itu di rantai dan di kurung dengan tatapan yang penuh putus asa ke arah luar jendela besar, dia berharap dia bisa dengan cepat mengakhiri hidupnya, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari seorang yang terdengar tidak asing untuk dirinya.
'Dia tidak mungkin ada di sini,'
'Cain mengatakan dia telah membuang aku karena bagaimanapun aku juga sadar aku ini seorang antagonis jadi tidak mungkin dia akan datang ke sini menyelamatkan aku,' ucap gadis itu di dalam hatinya dengan tatapan kosong
"Kayla sayang, lihat dan dengarkan aku,"
__ADS_1
"Maafkan aku terlambat dan baru bisa menemukan dirimu saat ini,"
"Semua akan baik-baik saja, tolong jangan menatap seolah-olah tidak ada harapan,"
"Aku mencintaimu walaupun kamu nakal tunanganku sayang," ucap sesosok laki-laki itu memeluk gadis itu dari arah belakang dengan gemetaran karena dia tidak menyangka bisa bertemu dengan gadis yang di cintainya lagi
Laki-laki itu sebenarnya takut karena tepat di hari ini di kehidupannya sebelumnya sosok gadis itu mati bunuh diri tergeletak di atas lantai di samping pedang dan dengan sebuah surat terakhir di atas meja, itu semua karena gadis yang dia cintai putus asa akibat obsesi dirinya terhadap cinta yang sudah lama terlambat untuk dia perbaiki.
"Kayla, kita pulang sekarang ya sayang,"
"Aku pasti akan memberikan hukuman yang setimpal untuk laki-laki yang menculik dirimu dan membuatmu seperti ini," ucap sosok laki-laki itu dengan senyuman pahit melihat gadis di depannya tidak lagi berekspresi tetapi seperti tubuh yang kehilangan jiwa
"Felix Charleston, aku tidak menyangka kamu bisa menemukan tempat yang padahal sudah sangat terpencil dan menggunakan berlapis-lapis sihir ilusi," ucap Cain Grey yang datang tiba-tiba di depan pintu kamar milik gadis itu
"Kayla sayangku, kemari berjalan ke arahku,"
"Dia adalah pengkhianat dirimu, dia tidak layak untuk dirimu lagi,"
__ADS_1
"Hanya aku satu-satunya yang pantas untuk berada di sisimu selamanya," ucap Cain Grey dengan seringai
Sosok gadis itu langsung mendorong tubuh Felix untuk menjauh dari dirinya dan dengan kaki yang masih di rantai, terdengar suara-suara rantai itu berbunyi setiap kali gadis itu melangkah hingga sampai ke dalam pelukan Cain Grey.
"Gadis yang baik,"
"Lihat dengan matamu, tunanganmu sendiri tidak lagi menganggap dirimu istimewa di hatinya,"
"Sungguh Menyedihkan,"
"Tapi, bukankah ini pantas untuk kamu lihat kalau dia sama sekali tidak lagi mencintaimu,"
"Aku tau aku banyak melakukan kesalahan dan aku juga berusaha memperbaikinya,"
"Kayla, aku tau kamu ada di sana bersembunyi di hati yang jauh,"
"Lihat aku dengan baik ya sampai akhir,"
__ADS_1
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée