The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
Bab 36 Boneka Indah


__ADS_3

"Baiklah, aku juga tidak terlalu tertarik dengan berbasa-basi bersama para bangsawan dan tamu yang hadir jadi aku akan ikut kakak," ucap Kayla tanpa berpikir panjang


Setelah Kayla menyetujui ajakan sang kakak, dia langsung mengirimkan surat permintaan maaf kepada tunangannya yang mungkin nanti akan menjemputnya ke pesta sebagai tamu undangan tanpa memberikan surat pemberitahuan kalau dia akan di jemput.


Mulai keesokan harinya dan sampai hari pesta tiba Kayla dan kakaknya berada di istana keluarga kerajaan untuk melakukan pengawasan, karena banyaknya tamu yang akan tiba dari luar barat dan akan menginap di salah satu istana khusus penerimaan tamu di kerajaan membuat mereka harus berada di sana dari jauh-jauh hari sebelum pesta di mulai.


Kayla yang menjadi salah satu kesatria di kerjaan mendapatkan tugas untuk berpatroli di siang hari dan ketika dia berkeliling di istana, tidak jauh darinya terlihat sesosok laki-laki berjubah duduk di tangga gazebo dengan tongkat panjang yang dipeluk olehnya.


'Apakah orang aneh itu baik-baik saja? Kenapa dia duduk di tangga gazebo ketika di sana ada kursi dan meja yang kosong,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan berjalan perlahan-lahan mendekat ke arah sosok laki-laki itu


Ketika Kayla mendekat tanpa sengaja dia menginjak sebuah ranting kayu, walaupun jaraknya dengan sosok aneh itu jauh, tetapi di tengah taman yang sepi suara sekecil itu akan bisa terdengar ke telinga laki-laki itu. Laki-laki itu seketika langsung menoleh ke asal suara dan menatap Kayla yang berjalan ke arahnya.


"Nona, pasti Kayla Lucretia putri keluarga marques yang terkenal dengan banyak rumor itu,"


"Suatu takdir yang baik untuk kita karena bisa bertemu di tempat seperti ini," ucap sosok laki-laki berambut coklat itu dengan senyuman yang lembut ke arah sosok Kayla


Kayla yang mendengarkan namanya dengan mudah di sebut oleh laki-laki itu membuatnya berada di posisi memegang pedang dengan waspada, namun pedangnya masih berada di dalam sarung pedang karena dia hanya bersikap waspada kepada sosok laki-laki yang baru kali ini dia lihat dan tidak di ketahui identitasnya.


"Tenang aku bukan orang aneh,"


"Aku salah satu tamu yang di undang keluarga kerajaan dan asalku dari menara sihir Utara yang terkenal dengan daerahnya yang sangat dingin tertutup dari dunia luar," ucap sosok laki-laki itu dengan terbata-bata bersamaan menggerakkan tangan melambai-lambai karena takut jika sosok gadis yang ada di depannya salah paham terhadap identitas yang di milikinya karena seperti orang aneh yang berkeliaran


Kayla yang melihat sosok laki-laki itu panik dengan penjelasan yang berantakan keluar dari mulut sosok laki-laki laki-laki itu membuat Kayla semakin curiga dengan sosok laki-laki itu, hingga dia tiba-tiba membuat Kayla mengeluarkan pedang dari sarung dan mengarahkan ke leher sosok laki-laki itu.

__ADS_1


"Katakan yang sejujurnya siapa kamu? Dan apa tujuanmu datang ke kerajaan? Atau jika tidak aku akan membuat kepalamu menghilang dari atas leher ini," ucap Kayla dengan tatapan tajam dan dingin ke arah sosok laki-laki di depannya


Sosok laki-laki di depannya mengangkat kedua tangan dan melepaskan tongkat panjang miliknya dengan senyuman yang kaku menatap Kayla yang begitu dingin.


"Seperti yang di rumorkan nona Kayla Lucretia adalah gadis yang sangat berani dan tidak mudah percaya, tetapi aku benar-benar tamu nona,"


"Aku ke sini karena saat ini aku sedang menunggu muridku yang sedang entah berjalan-jalan ke arah mana,"


"Dan akhirnya aku tersesat di sini," ucap sosok laki-laki itu dengan raut wajah yang suram terlihat begitu jelas


"Baiklah untuk saat ini kalau begitu aku akan percaya denganmu dan mengantarkan dirimu ke muridmu, tetapi jika kamu berbohong aku akan menyiksa dirimu dan baru menebas kepalamu itu," ucap Kayla dengan dingin sambil menurunkan pedang miliknya dari leher laki-laki itu


Wajah sosok laki-laki itu yang awalnya suram tiba-tiba kembali menjadi sangat bersemangat seperti anak kecil yang di ajak bermain. Kayla hanya bisa menghela nafas lelah karena melihat sosok laki-laki di depannya adalah orang yang sungguh kekanak-kanakan dan aneh.


"Terima kasih karena telah mengantarkan aku nona Kayla Lucretia,"


"Aku tidak menyangka kalau kamu sendiri yang akan mengantar aku kembali ke tempat ini, sebelum anda pergi bisakah aku memperkenalkan diri sebelum kamu pergi,"


"Siapa yang akan tau di masa depan kita bisa saja bertemu bukan?" ucap sosok laki-laki itu dengan menggenggam tangan Kayla supaya tidak cepat-cepat meninggalkan dia di depan pintu gerbang yang menuju ke istana tamu penting istana


Kayla yang awalnya ingin segera pergi tertahan begitu saja memutuskan untuk menepis tangan itu dan pergi meninggalkan laki-laki itu sendirian di sana, tetapi laki-laki itu memegang tangan Kayla hingga Kayla tidak bisa menepisnya dan membuatnya menunggu perkenalan diri yang ingin di ucapkan oleh laki-laki itu.


"Maafkan aku malah aku terkesan memaksa dirimu untuk ikut,"

__ADS_1


"Tetapi, aku benar-benar bersungguh-sungguh ingin kamu mengingatku kali ini, walaupun kamu merasa ini adalah pertama kali kita bertemu,"


"Untukku ini adalah kedua kalinya kita bertemu dengan cara yang tidak terduga,"


"Namaku adalah Cain Grey," ucap sosok laki-laki itu menggenggam tangan Kayla dengan tatapan yang rindu atau tidak ingin kehilangan lagi


Perkenalan diri itu membuat Kayla terkejut karena sosok seorang penyihir terhebat saat ini ada berada di depannya dan berbicara dengannya, Kayla langsung merasa bersalah dengan caranya berbicara dan bertindak barusan kepada salah satu orang penting di kerajaan ini datang.


'Dia tidak akan melaporkan aku kepada raja atau kakak bukan karena aku kurang sopan kepadanya?'


'Kenapa dia sangat aneh hingga membuatku salah paham dan terlibat dalam masalah?' ucap Kayla di dalam hatinya dengan perasaan bersalah dan sedikit rasa takut kalau hukuman matinya di masa depan akan di percepat


Kayla yang sedang perang batin setelah mendengarkan nama itu, membuatnya menghela nafas sesaat kemudian dengan senyuman yang profesional.


"Maafkan aku karena tidak tau identitas Anda yang sebenarnya dan malah menyinggung."


"Jika tidak ada keperluan lagi saya pergi dulu."


"Dia masih sama menggemaskan seperti dulu,"


"Aku pasti akan menyingkirkan orang-orang yang ingin menyentuh boneka indah milikku itu,"


The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

__ADS_1


__ADS_2