
"Kenapa mataku yang di salahkan? Aku benar-benar melihatnya setiap kali aku lewat dari depan ruang kerjanya,"
"Jika tidak percaya coba kamu kunjungi Duke sekali-kali," ucap Seira yang sambil mengangkat cangkir teh dengan sedikit cemberut karena Kayla membicarakan tentang penglihatannya yang padahal tidak memiliki masalah
Kayla kemudian mengalihkan topik pembicaraan tentang hal lain, karena saat ini Kayla tidak ingin membahas tentang Duke ataupun yang berhubungan dengan orang yang akan dia putuskan pertunangan ini, namun dia jadi sedikit penasaran dengan yang dilakukan oleh Duke saat ini jika dia benar-benar sedikit berubah. Kayla dan Seira kemudian berbincang-bincang mengenai tentang kesukaan mereka di kehidupan mereka sebelumnya, hingga akhirnya sore hari tiba dan Seira izin untuk pulang sebab Duke akan datang menjemput dirinya untuk pulang kalau belum juga sampai ke mansion pada saat matahari terbenam. Kayla meminta kakaknya untuk mengantarkan Seira ke depan pintu dan dia pergi, sedangkan Kayla masuk ke dalam kamarnya dan mulai menulis surat izin kunjungan untuk minum teh bersama.
"Aku cukup menulis singkat dan padat bukan? Tetapi aku ingat terakhir kali aku yang marah dengan dirinya dan kalau aku mengirimkan surat kepada dirinya bukankah terkesan aku mengakui kesalahanku," gumam Kayla yang tiba-tiba teringat dengan kejadian yang terjadi sebelumnya antara dia dan sang Duke
Kayla dengan cepat merobek kertas yang telah dia tulis setelah sekian percobaan dan membuangnya ke tong sampah yang tidak jauh darinya, sebab dia telah bertekad untuk memutuskan pertunangannya dengan cara seperti ini, tetapi setelah Kayla merobek kertas itu tiba-tiba saja seorang pelayan mengantarkan sebuah surat yang berasal dari kediaman Duke.
"Surat? Apakah dia ingin meminta maaf atas kesalahannya yang telah menganggap aku sebagai gadis yang nakal dan mengganggunya?" ucap Kayla dengan tatapan yang penuh antusias menerima surat itu dan mulai membukanya
Kayla membaca isi dari dalam surat yang tertulis selama beberapa saat langsung membuat kerutan di kertas tersebut, karena isi dari surat bukan perasaan bersalah tetapi ajakan untuk pergi dengan tunangannya ke acara pesta formal yang di adakan oleh salah seorang bangsawan besok.
"Seira, matamu yang bermasalah jika melihat dia berubah,"
"Aku selalu tau laki-laki itu mengirimkan surat kepadaku karena hanya masalah dimana dia membutuhkan aku saja," ucap Kayla dengan lantang sambil merobek kertas surat dari Duke
Keesokan harinya, walaupun Kayla merasa masih kesal dengan Duke dia tetap bersiap untuk menghadiri pesta yang akan di hadiri oleh Duke dengan dirinya sebagai pasangannya.
__ADS_1
'Kenapa aku mau bersiap dan melakukan hal semacam ini?' ucap Kayla yang telah berada di depan pintu rumahnya menunggu kedatangan Duke yang menjemput dirinya untuk ke pesta bersama
Pesta yang akan di hadiri oleh Kayla dan Duke adalah pesta seorang teman sekaligus seorang rekan untuk Duke dalam medan perang beberapa tahun yang lalu, itu bersamaan dengan Kayla yang bertunangan dengan sang Duke atas keputusan sang raja dan keinginan paksa Kayla pada saat masih kecil bertemu dengan Duke.
"Maaf aku membuatmu menunggu lama di depan pintu," ucap Duke yang sambil menyerahkan sebuket bunga mawar merah muda kepada Kayla sambil mengulurkan tangannya kepada Kayla
Kayla tanpa berbicara meraih uluran tangan dari Duke dan masuk ke dalam kereta kuda. Kayla dan sang Duke sama sekali tidak berbicara selama di perjalan hingga mereka sampai di acara pesta itu barulah, Kayla menunjukkan senyuman yang ramah selayaknya seorang tunangan yang bahagia.
"Ingat, jangan membuat masalah di depan banyak orang berperilaku seperti layaknya seorang gadis bangsawan,"
"Apalagi ini adalah pesta yang di adakan oleh salah satu temanku jadi jangan membuatku malu," ucap sang Duke yang kemudian mengandeng tangan milik Kayla menuju ke dalam aula pesta dansa sedangkan Kayla hanya bisa mengangguk tanpa berbicara sepatah kata pun
Pada saat mereka berdua beberapa langkah masuk ke dalam aula pesta, semua mata para tamu dan bangsawan yang hadir langsung mengarah kepada Kayla dan Duke. Mereka memperhatikan dengan tatapan tajam sepasang tiran yang masuk ke dalam pesta, sebagian dari mereka bahkan tidak percaya kalau keduanya datang ke pesta yang hanya di adakan oleh keluarga Count padahal hanya seorang bangsawan kecil.
"Nona Kayla Lucretia, sudah lama tidak bertemu,"
"Tetapi kenapa anda terburu-buru pergi meninggalkan balkon? Padahal suatu kebetulan dan jarang sekali kita bisa bertemu seperti ini," ucap suara laki-laki yang berada di balkon itu sambil membalikkan badan dengan senyuman yang ramah
'Kenapa dia tau kalau aku adalah orang yang datang ke balkon? Apakah dia tau sejak aku datang ke pesta bersama dengan Duke dari pembicaraan para bangsawan? Karena itu adalah hal yang masuk akal sejak aku tidak melihatnya dimanapun di dalam ruangan,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan penyidik dari atas ke bawah kepada laki-laki yang berada di depannya
__ADS_1
"Nona Kayla Lucretia, anda menatap saya dengan begitu tajam,"
"Apakah ada sesuatu yang salah dari saya?" ucap laki-laki itu dengan senyuman dan tatapan yang lembut
"Tidak ada yang salah, tetapi tuan Cain Grey..."
"Aku hanya penasaran kenapa seorang penyihir di undang ke sebuah pesta yang di adakan seorang bangsawan kecil," ucap Kayla dengan tatapan waspada dan menjaga jarak
"Itu karena saya merindukan anda nona Kayla Lucretia, sejak pertemuan pertama kita di taman aku merindukan anda,"
"Aku teringat kalau ada sebuah surat dari teman lamaku yang mungkin bisa membuatku bertemu dengan anda, oleh sebab itu aku ke sini,"
"Tetapi, sepertinya sudah saatnya saya pergi dari sini, melihat anda yang sangat cantik sudah membuat saya cukup puas," ucap Cain sambil tersenyum lembut kemudian berjalan mendekat ke arah Kayla dan mencium punggung tangan milik Kayla kemudian pergi melewatinya
Kayla menoleh ke arah belakang tepat laki-laki itu melewati dirinya dan betapa terkejutnya Kayla dengan sosok laki-laki yang berada di depan pintu balkon menatap dengan tatapan yang dingin dan tajam, kemudian laki-laki itu menarik tangan Kayla dan membawanya ke kereta kuda.
'Aku rasa dia marah kepadaku, karena keningnya sedikit berkerut,'
'Yah tunangan mana yang tidak marah ketika melihat tunangannya dengan laki-laki lain berdua,'
__ADS_1
'Berani-beraninya kepala menara sihir itu menemui tunanganku lagi,'
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée