The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée

The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
Bab 31 Bukan Membuang-Buang Waktu


__ADS_3

"Benarkah? Ini sangat tidak terduga dari seorang pemimpin kepala keluarga Lucretia,"


"Tapi baiklah aku penasaran bagaimana anda memeriksa kesehatanku," ucap sosok laki-laki bertudung tanpa curiga mengulurkan tangan kirinya ke arah Kayla


Kayla yang melihat rencananya begitu mulus berjalan, mulai mengecek tangan laki-laki bertudung itu sampai menggulung pakaian yang berada di lengan milik laki-laki bertudung itu terlihat di lengan laki-laki itu sebuah tanda lahir di sana. Kayla yang sangat yakin kalau sosok laki-laki bertudung itu sedang mempermainkan dirinya, Kayla langsung melayangkan tendangan ke arah sosok laki-laki bertudung.


Sang pangeran, tunangannya sang duke dan gadis kesatria itu menatap dengan tatapan kebingungan sekaligus terkejut atas perbuatan yang tiba-tiba di lakukan oleh Kayla kepada sosok laki-laki bertudung di depan mereka, sedangkan sosok laki-laki yang bertudung terkena pukulan Kayla langsung terbaring di atas lantai dengan wajah yang terlihat meringis kesakitan.


"Tunggu, apa yang kamu lakukan? Bukankah kamu bilang ingin memeriksa kesehatanku? Kenapa kamu memukulku?" ucap sosok laki-laki bertudung itu menahan rasa sakit dari pukulan Kayla


"Kamu masih ingin berbohong kepada aku? Tenang saja aku akan membuat dirimu sampai mengatakan sejujurnya William Lucretia," ucap Kayla dengan kedua tangan yang berada di pinggang dan ekspresi marah


"Kamu bisa saja salah orang, dengar suaraku tidak mungkin mirip dan warna kulitku berbeda dengan warna kulit orang barat," ucap sosok laki-laki bertudung itu dengan gelengan kepala dan lambaian tangan yang mengisyaratkan itu bukan sosok laki-laki yang di cari oleh Kayla


"Kalau begitu jelaskan tanda lahir di tangan kirimu kakak dan alasan kenapa kamu kidal?" ucap Kayla dengan memegang sebuah pedang entah asalnya dari mana


Ucapan yang di lontarkan oleh Kayla membuat sosok laki-laki itu terdiam dan mengakui identitas aslinya dengan membuka tudung kepala, Kayla dengan cepat memukul kembali sosok laki-laki yang telah melakukan kebohongan kepadanya sedangkan yang lainnya diam dan menikmati tontonan tidak berani ikut campur. Beberapa saat kemudian Kayla pulang bersama dengan kakaknya yang memiliki banyak biru-biru di sekujur tubuh karena pelampiasan kemarahannya.


Beberapa hari kemudian Kayla kembali ke posisinya putri keluarga Lucretia dan kakaknya kembali ke posisi kepala keluarga Lucretia, karena semuanya telah di kembalikan kepada kakaknya Kayla langsung pergi ke mansion keluarga duke untuk menemui tunangannya setelah sekian lama tidak bersama berdua.


"Felix, ada tamu yang datang ke mansion,"


"Apakah kamu ingin mengusirnya atau menerimanya?" ucap sosok laki-laki berkacamata yang berada di sebelahnya meletakkan tumpukan kertas

__ADS_1


"Albern, aku yakin kamu tau yang mana penting dan tidak penting jadi usir saja,"


"Karena, aku yakin mereka adalah para orang tua yang ingin mengirimkan putri mereka untuk di jadikan selir setelah mendengarkan kepulanganku dan pencapaianku," ucap Felix tanpa pikir panjang dan fokus menulis kepada kertas-kertas yang berserakan di atas meja


"Kamu yakin? dia adalah nona Rebecca yang berperan besar dalam perang pada saat perang bersamamu, dia bilang ingin menemui membahas masalah keamanan di perbatasan," ucap Albern dengan tatapan serius


"Kalau begitu izinkan dia masuk, kebetulan memang aku ingin membahas sesuatu," ucap Felix yang langsung menghentikan gerakan tangannya yang memegang pena bulu


Di saat yang sama Kayla datang ke mansion duke, dia langsung di pandu ke ruangan kerja sang duke. Di depan pintu ruangan kerja duke, Kayla mengetuk pintu beberapa kali hingga akhirnya sosok laki-laki berkacamata membuka pintu.


"Nona Kayla, ada perlu apa anda datang ke mansion?" tanya sosok laki-laki berkacamata yang menatap dengan tatapan serius


"Albern, Aku ingin menemui tuan duke," ucap Kayla dengan senyuman lembut


Beberapa saat setelah memberi tau Felix, Albern kemudian kembali ke pintu depan ruangan.


"Tuan duke, mengatakan dia sedang sibuk saat ini dan tidak bisa menemui anda," ucap Albern yang menyampaikan pesan Felix membuat senyum Kayla sirna sesaat


"Baiklah, aku mengerti ini kesalahanku juga yang datang ke mansion tanpa pemberitahuan,"


"Aku akan datang lagi besok kalau begitu," ucap Kayla yang tersenyum dengan anggukan


Kayla merasa sakit sedikit tertolak karena dia telah lama tidak menghabiskan waktu bersama dengan tunangannya, tetapi di satu sisi dia tidak boleh egois karena dia adalah laki-laki yang sibuk. Keesokan harinya Kayla kembali ke mansion duke, tetapi jawaban yang sama di lontarkan kepada dirinya.

__ADS_1


Selama beberapa hari jawaban itu tetap sama, sampai satu bulan berlalu dan tepat di hari itu Kayla berjalan di taman menuju ke mansion utama kediaman duke, Kayla bertemu dengan sang duke yang sedang berjalan dengan seorang gadis di dekat danau.


'Dia bersama dengan gadis waktu itu? Apakah selama ini alasan dia sibuk karena dia harus berjalan-jalan dengan gadis lain?' ucap Kayla di dalam hatinya yang merasakan sakit menusuk dan sesak


Kayla berlari menghampiri sosok laki-laki itu dengan sesosok gadis itu di dekat danau.


"Tuan duke, saya memberi hormat kepada anda,"


"Apakah kamu tidak bisa meluangkan waktu untuk kita berbincang berdua? Kita adalah tunangan dan sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama," ucap Kayla dengan senyuman dan tatapan pengharapan


"Aku sedang berbicara dengan putri keluarga duke Thesar untuk membahas masalah perbatasan kerajaan, dan juga kami sebagai tunangan lebih baik datang ke perjamuan kelas atas atau pesta teh, daripada setiap hari datang ke mansion," ucap sang duke dengan tatapan yang dingin


Tatapan yang di gunakan untuk menatap Kayla adalah tatapan yang persis sama pertama kali dengan dia bertemu dengan sosok laki-laki itu dingin dan tidak berperasaan.


"Apakah kamu tidak pernah berniat untuk menemani aku setelah kembali dari perang? Kita adalah tunangan tolong setidaknya temui aku," ucap Kayla dengan tatapan yang serius dan menggenggam tangan sosok laki-laki itu di depan sesosok putri keluarga duke


"Aku sibuk, kita tidak harus bertemu setiap hari dan juga aku harus menjalankan pekerjaanku sebagai duke dengan serius, bukan membuang-buang waktu," ucap sosok laki-laki di depannya dengan menepis tangan Kayla dan tatapan begitu dingin


Kayla yang melihat begitu tidak ada lagi sisi yang begitu lembut kepada dirinya membuatnya sadar, kalau semuanya hanyalah untuk membuat perjanjian di atas kertas menjadi tidak lebih dari ikatan paksa. Kayla kemudian memberikan hormat dan ingin berlari, tetapi siapa yang akan menyangka kalau dia tersandung dan tercebur ke dalam danau.


'Apakah ini akhirnya? Begini kah rasanya cinta sementara?'


'Ingatan ini bukan ingatanku, tetapi kenapa rasanya tiba-tiba muncul di kepalaku,'

__ADS_1


The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée


__ADS_2