
"Aku rasa tinggal di desa kecil seperti ini tidak masalah untuk satu bulan ke depan karena daerah ini sangat terpencil dan juga aku telah membeli beberapa bahan untuk membuat pewarna rambut seperti di dunia modern kehidupanku sebelumnya,"
"Karena ini tidak akan bisa di hilangkan oleh sihir penetralan," gumam Kayla sambil membereskan barang-barangnya yang dia bawa pada saat kabur dari rumah
Kayla mengubah warna rambutnya menjadi hitam dan menggunakan pakaian sederhana layaknya seorang rakyat biasa, semua barang mewah miliknya telah dia jual ke seorang pedagang di tengah perjalanannya supaya dirinya tidak mudah terlacak dan dia telah membuat identitas palsu untuk tinggal di desa kecil itu.
Dalam waktu beberapa hari Kayla tinggal di pedesaan dia sudah bisa berbaur dengan semua masyarakat sekitarnya, karena Kayla yang merasa nyaman dengan suasana desa kecil tersebut membuatnya memutuskan untuk membuat bisnis ramuan dengan harga terjangkau di desa itu menggunakan nama samaran yang baru.
Dalam waktu satu bulan berita tentang kaburnya Kayla Lucretia telah tersebar ke seluruh kerajaan hingga ke desa-desa kecil yang ditempatnya tinggal saat ini, tidak ada satupun orang-orang desa yang tinggal di sana curiga dengan Kayla walaupun informasi tentang dirinya yang kabur telah tersebar sebab warna rambut yang berbeda dan warna mata yang sangat pasaran itu membuatnya tidak begitu di curigai di tambah lagi sikapnya yang ramah berbeda dengan putri keluarga marques yang kabur itu.
Tetapi pada saat dua minggu setelah berita itu tersebar ada seorang laki-laki yang berambut coklat dengan sebuah tongkat sihir yang di duga sebagai seorang penyihir menggunakan seragam penyihir tingkat tinggi ke desa itu dan ketika dia datang Kayla langsung keheranan, kenapa laki-laki itu di sambut dengan begitu ramah dan sangat akrab oleh semua penduduk desa begitu juga sosok laki-laki berambut coklat itu kepada para penduduk desa itu.
"Nona Kayla perkenalkan dia adalah pemilik menara sihir tuan Cain Grey,"
"Tuan Cain dan anda memiliki umur yang sama mungkin kalian akan bisa saling jatuh cinta dan kemudian kalian menikah nanti," ucap seorang kepala desa yang memperkenalkan Kayla kepada sosok laki-laki di depannya
"Senang bertemu dengan dirimu nona, kepala desa bisakah saya berbicara dengan nona ini,"
"Kamu tau bukan siapa tau kami bisa menjalin hubungan," ucap Cain dengan senyuman yang sangat lembut hingga membuat sang kepala desa ngsung dengan cepat kepala desa itu pergi meninggalkan mereka berdua
'Kalau aku tau dia memiliki hubungan baik dengan desa ini aku tidak akan menetap di tempat ini,'
__ADS_1
'Karena melihat wajahnya yang suka menggoda perempuan saja sudah sangat menyebalkan, tetapi malah dia berusaha dekat denganku sekarang,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan tajam dan waspada ke arah sosok laki-laki yang ada di depannya
Cain yang melihat gadis di depannya begitu waspada hanya tersenyum dan memutuskan untuk diam memperhatikan, hingga keduanya terlihat seperti berbicara di dalam hati mereka masing-masing.
"Nona Kayla, tidak perlu cemberut seperti itu,"
"Saya hanya orang yang setia kepada satu orang saja dan anda terlihat sangat mirip dengan gadis itu dan juga di tambah lagi nama anda dengan warna rambut hitam yang begitu pekat yang mirip dengan orang-orang timur, sungguh sangat aneh," ucap Cain membuat Kayla menggigit bibirnya setiap mendengarkan setiap ucapan yang di ucapkan oleh laki-laki itu
Kayla yang mendengarkan ucapan itu seketika ingin langsung lari dari tempat itu, namun dia merasa kalau yang di ucapkan adalah sebuah kata-kata provokasi dari laki-laki yang playboy di depannya saat ini.
"Mungkin saja mirip dengan orang timur, tetapi saya adalah orang yang lahir di barat dan di besarkan oleh kedua orang tuaku ditambah lagi ibuku adalah orang yang berasal dari timur jadinya aku mirip dengan dirinya," ucap Kayla dengan tatapan serius kepada laki-laki yang menatap menyidik ke arah Kayla dengan menggunakan posisi tangan di lipat memeluk tongkat sihir panjang miliknya kemudian laki-laki itu menyeringai ke arah Kayla
"Benarkah? Tetapi nona Kayla, di zaman itu negeri timur dan negeri barat sedang melakukan perang besar-besaran,"
"Kalau anda tidak ingin memberikan indentitas anda, maka saya akan menebaknya,"
"Jadi, tenang saja tembakan saya selalu tepat," ucap Cain dengan tatapan dan senyuman yang begitu lembut kepada Kayla
Kayla yang melihat senyuman itu entah kenapa memiliki firasat yang tidak nyaman tentang Cain, seolah-olah laki-laki itu sengaja membuat jebakan untuk Kayla hingga tidak bisa berbicara tentang sebuah kebohongan.
'Aku tidak memperkirakan sejauh itu mengingat pembelajaran sejarah, walaupun dia berasal dari menara sihir,'
__ADS_1
'Jika aku menjawab dengan jawaban yang lengah maka mungkin dia akan mengetahui identitas asliku dan membuatku mendekat kepada kematianku,' ucap Kayla di dalam hatinya menatap Cain dengan waspada
"Nona Kayla, anda ternyata berada di sini,"
"Bisakah saya membeli beberapa ramuan? Putriku sedang sakit oleh karena itu saya mencari anda," ucap seorang laki-laki dengan lantang dari kejauhan sambil berlari ke arah Kayla yang masih terjebak dalam pembicaraan dengan Cain
Melihat adanya seorang laki-laki yang bisa membuat dirinya kabur dari situasi ini, maka Kayla yang menganggap keberuntungan ini sebagai sebuah kesempatan langsung menghindar dari laki-laki itu mengenai identitasnya maka Kayla langsung memberikan hormat dan pergi tanpa berbicara sedikitpun lagi.
'Hampir saja, aku akan di ketahui,'
'Padahal sudah sesulit ini aku kabur keluar dari rumah dan pesta pertunangan yang tiba-tiba itu,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan lega sambil berlari menjauh dari Cain yang membuatnya merasa berada di dalam sebuah jebakan
Cain di tinggalkan sendirian oleh Kayla di tengah-tengah pembicaraan hanya bisa tersenyum, sampai punggung Kayla sudah tidak lagi terlihat, tetapi dengan cepat ekspresi laki-laki itu langsung berubah ketika itu. Cain menjentikkan jarinya yang kemudian muncul tujuh orang sosok dari bayangannya dengan posisi berlutut menghormat kepada Cain.
"Kami memberikan hormat kepada tuan kami, ada perlu apa tuan memanggil kami bertujuh?" ucap ketujuh sosok yang berlutut itu dengan kepala tertunduk dan serentak
"Aku memiliki sebuah misi untuk kalian pertama pastikan kalau pasukan kerajaan atau Duke tidak pernah sampai ke tempat ini dan sebarkan rumor kalau tempat ini adalah tempat yang tidak boleh di kunjungi karena dijaga oleh organisasi Palast Schwarze Rose,"
"Ketika mereka tau, mereka tidak akan menyentuh tempat ini karena organisasi kerajaan di sini,"
"Karena hanya aku yang boleh mendapatkan hatinya saat ini,"
__ADS_1
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée