
“Aku ingat semuanya sekarang,”
"Aku menjadi orang yang seperti itu," gumam gadis itu dengan tiba-tiba pada saat dia membuka matanya dan menatap langit-langit kamar
"Kamu akhirnya bangun? Apakah ada keadaan yang membuatmu tidak nyaman?" tanya sosok laki-laki itu dengan tatapan menyidik ke arah Kayla yang terbaring di tempat tidur
"Aku baik-baik saja, terima kasih dan maaf telah membuat pekerjaanmu terhambat,"
"Aku akan pergi sekarang," ucap Kayla yang berusaha bangkit dan berdiri dari tempat tidur itu walaupun dia baru bangun dari pingsannya
Felix hanya diam dan menatap sosok gadis yang berusaha untuk bangkit membuatnya kembali berbicara lagi.
"Kamu baru saja tercebur ke dalam danau dan dalam kondisi seperti ini kamu berusaha ingin pulang bukankah kamu hanya menyusahkan orang lain nanti?" ucap sosok laki-laki itu membuat Kayla sedikit tertusuk tetapi Kayla tetap berusaha tersenyum
"Aku janji mulai hari ini aku tidak akan menyusahkan dirimu, maafkan aku lupa karena sudah lama kalau kita bertunangan di atas kertas dan bodoh menganggap serius sesuatu di masa kecil kita," ucap Kayla yang menghentikan langkahnya sesaat kemudian membuka pintu besar dan keluar dari ruangan itu setelah mengucapkan apa yang ingin dia katakan
Felix ditinggalkan di dalam ruangan yang besar sendirian saat ini, dia merasa tidak asing dengan kejadian yang baru saja terjadi, tetapi dia tidak ingat kejadian seperti apa karena sudah sangat lama dia berada di medan perang yang membuat hatinya menjadi tidak lagi hangat dan pengertian.
'Aku merasa ada yang salah ketika aku melihat dia pergi, tetapi mungkin hanya perasaanku saja,' ucap Felix di dalam hatinya dengan helaan nafas
Di sisi lain, Kayla telah mendapatkan ingatan tentang kehidupan sebelumnya merasa kalau dia telah berada di jalan yang salah karena menjadi seorang gadis yang di takdirkan mati.
'Kenapa aku harus menjadi antagonis? Kehidupan sebelumnya saja sudah menderita, maka di kehidupan ini juga akan sama menderitanya,'
__ADS_1
'Apa gunanya reinkarnasi kalau aku tidak mendapatkan kebahagiaan? Tidak aku harus membuat pertunangan ini batal sebelum dia bertindak jauh,' ucap Kayla di dalam hatinya berjalan menuju ke tempat kereta kudanya saat ini berada
Kayla pulang ke mansion langsung masuk ke dalam kamarnya dan menulis apapun yang terjadi di kehidupan sebelumnya, karena dia merasa itu akan membantunya nanti kalau dia perlahan-lahan melupakan itu semua.
"Kehidupan kali ini aku harus bisa membahagiakan diriku sendiri," gumam Kayla yang menatap langit malam yang berbintang dari balik jendela kamarnya kemudian berbaring di atas tempat tidur
Keesokan harinya Kayla pergi ke ruangan kakaknya, namun dia tidak menemukan sosok sang kakak kemudian Kayla pergi ke ruangan rapat dan langsung duduk di salah satu kursi kosong ikut rapat untuk mengganggu kakak yang sedang bekerja dengan para bawahan di dalam ruangan rapat, tetapi niatnya dari ingin mengganggu berubah menjadi ikut dalam rapat membahas masalah yang terjadi di wilayah, itu semua karena musim kemarau akan tiba dan mereka harus membayar mahal banyak penyihir untuk membuat ladang mereka menjadi subur dan mudah di tanami tanaman.
Beberapa jam kemudian rapat akhirnya selesai, semua bangsawan dan beberapa kepala desa dengan cepat melaksanakan solusi yang diberikan oleh Kayla atas pertimbangan dari sang kakak. Kini Kayla dan kakaknya berada di dalam ruangan berdua.
"Tidak menemui tunanganmu? Tidak biasanya kamu tidak pergi mencari dirinya, padahal biasanya kamu langsung pergi tanpa menemui kakak,"
"Apakah ada masalah?" ucap sosok laki-laki yang sambil bersandar di kursi dengan kedua kaki yang di silangkan
"Sudah sangat pintar berbicara ya setelah pernah menjadi seorang pemimpin keluarga selama bertahun-tahun," ucap sosok kakaknya dengan senyuman lembut menatap sosok adik perempuan yang bisa-bisanya berbicara seperti itu
"Kalau begitu, kakak bolehkan aku keluar rumah untuk berjalan-jalan di alun-alun kota?" ucap sosok gadis itu dengan tatapan memelas ke arah sosok kakaknya
"Gadis kejam seperti dirimu bisa-bisanya menatap seperti anak anjing yang menggemaskan,"
"Baiklah, kamu boleh pergi dan bawa seorang pengawal karena walaupun kamu kuat tujuan pengawal itu untuk mencegah dirimu lepas kendali," ucap sang kakak dengan tawa kecil membuat Kayla merasa kalau dia seperti seekor hewan yang harus di ikat dengan tali pengikat kalau tidak akan menjadi liar dan menggigit orang lain
Kayla yang mendengarkan syarat itu mau tidak mau setuju, karena dia juga tidak ingin menambah daftar reputasi buruknya di tengah-tengah masyarakat. Sesampainya di alun-alun kota Kayla teringat dengan salah satu isi novel yang tertulis mengenai sebuah guild informasi yang bisa membantu melakukan apapun bahkan hal mustahil.
__ADS_1
'Tempat itu ada dimana ya,'
'Aku rasa aku harus mencarinya di gang kecil dan tempat dimana orang-orang melakukan hal kotor,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan menarik tudung kepalanya supaya tidak terlihat menarik perhatian
"Nona, ini bukan jalanan umum yang digunakan,"
"Kita tidak boleh ke sana karena di sana sangat berbahaya," ucap seorang pengawal yang menggenggam tangan sang nona supaya tidak berjalan ke sana
"Tenanglah, aku ingin mencari sesuatu di sana kamu tau nanti, jadi tolong diam dan ikuti saja aku," ucap Kayla dengan senyuman dan jari telunjuk yang berada di bibir memberikan isyarat untuk diam mengikutinya saja
Kayla dan pengawalnya berjalan masuk ke dalam gang-gang kecil itu dimana banyak sekali orang-orang yang berpakaian compang-camping, orang-orang mabuk, orang-orang kelaparan dan lain-lain memenuhi setiap sudut jalan.
'Aku tidak menyangka akan berjalan ke tempat seperti ini, tetapi aku juga tidak akan bisa membantu mereka semua,' ucap Kayla yang diam-diam memperhatikan setiap sudut
Di sisi lain di sebuah bangunan besar dengan warna emas dan coklat yang berpadu, jam besar dengan lonceng di atasnya serta penjaga yang menjaga pintu berbentuk angka-angka yang mirip dengan tulisan di jam besar di atas bangunan itu. Kedua orang laki-laki duduk di dalam ruangan sedang sibuk mengurus takdir dan mimpi di perpustakaan besar itu.
"Guru, ada seseorang lagi yang mendapatkan ingatannya di masa lalu,"
"Coba guru lihat buku ini," ucap sosok laki-laki berambut panjang menyerahkan sebuah buku tebal dengan roda-roda waktu yang berputar di atasnya
"Sepertinya masa lalu yang sama tetap akan terbuka ya,"
"Biarkan saja kai begitu bukan tugas kita untuk ikut campur, pilihan ada di tangan mereka masing-masing,"
__ADS_1
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée