
'Tidak ada orang yang mendengarkan berita tunangannya berselingkuh begitu tenang dan malah datang dengan hadiah serta minta maaf apalagi di pagi hari,'
'Seharusnya dia marah atau memutuskan pertunangannya,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan merinding dan ketakutan melihat sosok laki-laki yang sudah berada di depannya saat ini
Sosok laki-laki yang berada di depannya menatap dengan tatapan serius ke arah Kayla yang ada di depannya masih menunggu jawaban dari sosok gadis di depannya. Kayla masih menatap diam termenung menatap sosok laki-laki di depannya dengan kebingungan, akhirnya memutuskan untuk menjawab pertanyaan itu dengan tatapan serius dan gelengan kepala pelan.
"Aku tidak marah, tetapi..."
"Apakah kamu tidak marah mendengarkan rumor yang beredar di kalangan masyarakat?"
"Aku mendengarnya, tetapi aku tau itu karena aku tidak bisa memperhatikan dirimu dengan baik,"
"Dan aku mungkin seorang tiran yang berhati dingin, tetapi walaupun begitu aku ingin membuat dirimu tau mau aku sungguh-sungguh mencintai dirimu," ucap Felix yang perlahan-lahan menggenggam tangan Kayla dengan erat dan penuh pengharapan
Felix ingin melakukan hal egois kepada Kayla, tetapi dia ingat dengan jelas keegoisannya mengubah sosok gadis itu ke arah kematian dan tersisa hanya sebuah penyesalan yang sangat dalam. Di sisi lain Kayla tidak ingin percaya dengan seseorang laki-laki yang tidak tentu di takdirkan untuk dirinya, karena dia sangat mempercayai isi dalam novel yang tertulis untuk peran seorang antagonis jika tidak akan ada yang akan berakhir bahagia.
"Kayla, dengarkan dan tatap aku,"
"Aku akan melakukan perjanjian kontrak dengan bayaran jiwaku kalau aku melanggarnya maka aku akan mati,"
"Jangan mencari laki-laki lain ya? Atau meninggalkan aku?" ucap sosok laki-laki yang kini berlutut dan berharap kepada sosok gadis yang berada di depannya
Kayla menatap dengan kebingungan dan mata yang terbelalak terhadap yang di lakukan oleh sosok laki-laki di depannya bisa-bisanya menggunakan nyawa hanya untuk bersama sosok gadis yang berada di depannya. Kayla tidak pernah terbayang jika seseorang tiran bisa begitu kejam dan jahat, kini malah bisa-bisanya mengetuk hatinya yang pernah mencintainya dan menunggunya selama bertahun-tahun.
"JANGAN PERNAH KAMU BERCANDA DENGAN NYAWAMU SENDIRI!"
__ADS_1
"KAMU TIDAK BOLEH SEPERTI INI FELIX!" teriak Kayla dengan lantang dan melepaskan tangannya dari genggaman erat Felix
Kayla menatap sosok laki-laki yang berada di depannya sesaat, kemudian Kayla menggenggam erat kedua lengan atas milik sosok laki-laki yang lebih rendah darinya saat ini dengan tatapan serius dan air mata yang menetes tanpa sebab kemudian sosok gadis itu berbicara.
"Jangan pernah kamu melakukan hal berbahaya seperti ini karena aku,"
"Aku bukan orang yang istimewa, aku hanya seorang gadis yang berada di atas kertas perjanjian,"
"Mengikat kamu melalui rantai kata-kata kertas itu atas keegoisan diriku, aku tidak layak untuk berada di sampingmu,"
"Ditambah lagi aku mengkhianati dirimu, kamu tidak mendengarkan berita yang beredar di masyarakat tentang putri keluarga Lucretia yang melakukan perselingkuhan."
Felix merasakan tangan kasar milik gadis di depannya itu menggenggam erat lengan atas miliknya dengan gemetaran, seolah-olah sosok gadis itu merasa terluka dengan keinginan yang ingin dilakukan oleh sosok laki-laki itu. Perlahan-lahan Felix melepaskan tangan gadis yang mencekam erat lengannya, kemudian perlahan-lahan mengelap air mata yang terus mengalir di pipi gadis itu dengan senyuman pahit.
"Inilah kenapa aku mencintai dirimu,"
"Ditambah lagi memangnya siapa yang ingin menjadi selingkuhan dari seorang gadis yang nakal seperti dirimu?" ucap Felix sambil meraih salah telapak tangan dan kemudian mencium telapak tangan milik Kayla dengan tatapan begitu menggoda
Di lain sisi, Kayla merasa tertusuk tepat dihatinya karena ucapan Felix yang begitu berterus-terang dalam berbicara padahal awalnya dia sedikit tersipu dengan ucapan pujian dari Felix, tetapi ucapannya semakin tajam membuatnya merasa sampai tertusuk namun anehnya cara bersikap Felix membuat Kayla kembali berbunga-bunga.
"Aku bukan gadis yang nakal dan juga kamu terlihat sempurna dengan gadis itu hingga aku merasa kalau lebih baik kamu dengannya,"
"Gadis itu terlihat sangat menyu-"
"Kalau kamu berbicara tentang orang lain di saat kita berdua lagi aku akan mencium tepat di bibirmu Kayla Lucretia,"
__ADS_1
"Dan mungkin tidak akan bisa membuatmu hingga tidak bisa bernafas ketika aku melakukannya," ucap Felix dengan tatapan puas setelah mencium bibir lembut Kayla tiba-tiba karena kesal dengan pembicaraan yang mengarah ke arah lain ketika Kayla sudah sangat jelas memiliki tunangan
Kayla terdiam dan berkedip beberapa kali berusaha memproses tetang apa yang terjadi di depan matanya, dia tidak percaya kalau dia di cium oleh laki-laki di depannya hanya dengan alasan laki-laki itu kesal dengan ucapan dari Kayla yang membahas masalah lain di saat mereka berdua. Kayla perlahan-lahan memerah dan menutup mulutnya, setelah selesai memproses apa yang baru saja terjadi dengan dirinya.
"Kamu... Kamu..."
"Kamu... keterlaluan bagaimana bisa mencium seseorang tanpa izin?" ucap Kayla dengan wajah yang memerah dan terbata-bata karena perilaku yang dilakukan oleh Felix
"Kalau begitu kamu akan mengizinkan aku untuk mencium bibir milikmu lagi kalau aku meminta izin kepada dirimu?" ucap Felix dengan seringai dan tatapan yang sedikit menggoda hingga membuat Kayla terdiam sesaat kemudian beranjak dari kursinya berlari keluar kamar setelah menyadari arti dari ucapannya sendiri
Di sebuah ruangan besar mewah, sesosok gadis melemparkan barang-barang yang ada di sekitarnya ke lantai hingga semua pecahan beberapa barang berserakan di dalam ruangan itu dengan ekspresi benci dan marah.
"Bagaimana bisa dia tetap pergi menemui gadis gila itu? Padahal aku sudah bersusah payah mengikuti perang dan bahkan mencuri perhatiannya, tetapi pada akhirnya tunangannya yang mendapatkan banyak perhatian itu,"
"Kayla Lucretia memang sejak dulu pembawa bencana,"
"Aku pastikan akan membuat dirinya menderita," ucap sesosok gadis yang berada di dalam ruangan itu dengan tangan yang telah meneteskan darah
Tiba-tiba sesosok laki-laki bertudung dan berjubah hitam muncul di depan sosok gadis itu dengan seringai, memandangi sosok gadis yang penuh kemarahan dan kebencian.
"Aku bisa membantu dirimu mengabulkan yang kamu inginkan, tentu saja ini akan menjadi perjanjian yang menguntungkan karena aku juga memiliki tujuan yang sama yaitu memisahkan orang itu,"
"Apa yang kamu maksud?"
"Jangan bertingkah seperti gadis yang tidak tau apa-apa, aku yakin kamu paham maksudku,"
__ADS_1
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée