
"Jadi, kamu mengakui kesalahanmu sebenarnya... Kesalahan yang kamu lakukan..."
"Ini sama sekali tidak terlihat adil, karena kamu adalah penyebab utama kematian Kayla, aku sama sekali tidak akan pernah percaya mengizinkan dirimu untuk bersamanya," ucap Seira dengan tangan yang terkepal erat dan tatapan benci ke arah sosok laki-laki yang ada di depannya
Felix tidak bisa membantah ucapan yang keluar dari mulut Seira, karena dia sendirilah yang menghancurkan perasaan seorang gadis yang sudah berniat menjauh dari dirinya tetapi dia malah memaksa gadis itu untuk tetap berada di dekatnya, seharusnya dia tau dengan jelas sejak awal pertunangan dengan sabar tunangannya berusaha mengambil hati sosok laki-laki itu.
"Aku minta maaf, tetapi aku benar-benar sudah merubah segalanya hanya untuk Kayla,"
"Dengan bukti pertunangan kami di isi dengan perhatian dan kasih sayang seperti pasangan pada umumnya bukan sesuatu di atas kertas," ucap Felix dengan kepala tertunduk gemetaran yang tidak tau lagi apa yang bisa membuatnya mendapatkan kepercayaan dari sosok Saint yang ada di depannya
"Aku juga merasa bersalah kepada Kayla, jadi katakan apa yang ingin kamu katakan," ucap Seira yang menatap dingin sosok laki-laki yang ada di depannya
Seira terdiam ketika mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh sosok laki-laki itu seolah-olah dia membuat sebuah penebusan dosa yang telah dia siapkan, Seira juga merasa bersalah karena dirinya Kayla harus depresi hingga mengalami kematian oleh karena itu dia menyentujui tawaran yang di minta oleh Felix sebab tawaran yang di ajukan oleh sosok laki-laki itu juga tidak terlalu berat untuk dirinya.
__ADS_1
Setelah pembicaraan keduanya selesai, Felix dan Seira kembali ke ruangan kerja putra mahkota untuk membahas masalah yang terjadi di aula pesta. Penyelidikan demi penyelidikan di lakukan oleh mereka hingga akhirnya, mereka mencapai sebuah kesimpulan dan orang yang cocok kemungkinan menjadi pelaku dari balik semua yang terjadi di pesta penobatan putra mahkota.
"Kami serahkan semuanya kepadamu Duke muda," ucap sang putra mahkota menepuk bahu Felix dengan senyuman yang sangat terang penuh pengharapan kepadanya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi ini
Keesokan harinya di sebuah taman kerajaan sesosok gadis berambut emas duduk manis menunggu seseorang yang tinggal di istana sementara karena sedang mendapatkan istirahat. Gadis itu menunggu hingga beberapa jam yang kemudian terlihat sosok laki-laki itu tiba di taman tempat gadis itu menunggu.
"Felix, sudah lama tidak bertemu,"
"Kita mungkin teman, tetapi kita berdua sangat-sangat dekat bukan? Jadi aku lebih memahami dirimu," ucap gadis itu tanpa sopan santun menggenggam tangan milik laki-laki yang ada di depannya tanpa adanya pemikiran kalau sosok laki-laki di depannya bisa saja tidak akan menyukai sentuhan yang tiba-tiba seperti itu
"Iya kita adalah teman,"
"Akhir-akhir ini aku tertarik untuk membeli batu sihir untuk digunakan sebagai pembantu para penyihir dalam memudahkan pekerjaan,"
__ADS_1
"Dan mungkin saja jika kamu tau, kalau kerajaan ini di bangun oleh seorang penyihir sihir hitam dengan batu mana, tetapi sihir hitam saat ini sangat terlarang dan sulit untuk mencari seorang yang ingin membantu dalam pembangunan,"
"Rebecca, apakah kamu bisa menemukan para penyihir itu atau tidak baru sihir itu juga, aku pasti akan sangat terbantu dengan adanya dirimu terutama jika kamu ingin membantu istana kerajaan," ucap Felix dengan senyuman yang kaku sambil menggenggam tangan milik gadis yang ada di depannya
Di sisi lain di sebuah menara tinggi sesosok gadis terikat dengan rantai dengan gaun hitam yang seksi di atas tempat tidur, tertidur seperti putri tidur di dalam dongeng.
"Apakah kamu benar-benar belum ingin membuatnya bangun dari tidur?"
"Aku akan melakukannya besok, karena aku masih memiliki pekerjaan yang harus aku kerjakan,"
"Kayla Lucretia, kamu sekarang milikku satu-satunya, di menara ini tidak akan ada siapapun yang akan memisahkan kita,"
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
__ADS_1