
"Tuan Duke, tidak ada yang perlu di khawatirkan mengenai nona ini,"
"Karena nona ini baik-baik saja hanya perlu istirahat dan mengurangi pemikiran yang buruk atau tidak penting,"
"Dan untuk waktu bangunnya mungkin sekitar satu jam lagi juga akan bangun," ucap sesosok laki-laki paruh baya yang sambil menuliskan resep obat untuk gadis yang masih tidak sadarkan diri di tempat tidur kemudian sang dokter keluar dari ruangan dengan cepat setelah berpamitan dengan sang duke yang terlihat sangat menyeramkan di mata dokter yang melihat itu
Setelah dokter itu pergi ke luar ruangan, kini di dalam ruangan itu hanya menyisakan sang duke dengan sesosok gadis yang terbaring tidak sadarkan diri. Tangan milik gadis itu di genggam dengan erat oleh sang duke mengunakan tangannya yang dingin, karena takut jika gadis yang kini terbaring tidak lagi membuka matanya sama seperti di masa lalu.
"Kayla, kenapa kamu selalu mendorong dirimu sendiri untuk melebihi batasan yang kamu miliki? Persis seperti di masa lalu kamu selalu memaksakan dirimu tanpa peduli apapun,"
"Apa yang kamu pikirkan saat ini hingga kamu menjadi seperti ini? Apakah aku sebagai tunangan tidak bisa di harapkan untuk membantu dirimu?" ucap sang duke yang menatap khawatir dan berharap untuk membuat gadis itu bangun
Doa demi doa dia ucapkan hanya untuk gadis yang terbaring bangun, walaupun sebenarnya dia tidak sadarkan diri karena kelelahan hingga satu jam berlalu dan tepat sesuai perkataan sang dokter, gadis itu membuka matanya dan menoleh ke asal suara yang bergumam tidak jelas dan sosok yang memegang tangannya dengan erat.
"Tuan duke, kenapa anda berada di sini?" tanya sang gadis yang menoleh ke arah sosok yang berada di sampingnya dengan lemah
"Aku melihatmu di lorong dengan wajah yang begitu pucat dan kamu tiba-tiba pingsan,"
"Kayla Lucretia, kamu tau betapa pentingnya sebuah kesehatan itu? Jika terjadi sesuatu denganmu bagaimana?"
"Lebih baik kita undur saja pesta pertunangan ini," ucap sang duke dengan sedikit gemetar mengingat sosok gadis yang terbaring dingin di lantai dengan meninggalkan surat kematiannya
"Maafkan aku jika aku tiba-tiba pingsan, kepalaku tadi tiba-tiba sakit tetapi setelah ini aku baik-baik saja,"
"Tidak perlu mengundur waktunya, karena tidak akan sempat untuk menyampaikan suratnya saat ini," ucap Kayla yang tersenyum kepada sosok di sebelahnya dengan tatapan penuh keyakinan
__ADS_1
Sang duke yang melihat kepercayaan diri dari Kayla yang begitu bersikukuh untuk tetap berada di sesuai jadwal, mau tidak mau dia menurutinya.
"Baiklah begitu, masih punya beberapa jam sebelum acara di mulai dan bersiap,"
"Istirahatlah setidaknya satu jam lagi," ucap sang duke yang tersenyum tipis dan mengelus kepala Kayla kemudian berjalan ke luar pintu besar kamar itu
Kini Kayla yang di tinggalkan di dalam ruangan sendirian, melirik ke arah sekitar ruangan yang ditempati olehnya, terlihat di dalam ruangan yang dia tempati. Ruangan yang sangat persis di dalam mimpinya dan tepat di sebelah tempat tidurnya gadis itu mati bunuh diri.
"Ini aneh, pertama kalinya aku ke sini dan tinggal di kamar ini,"
"Tetapi, setiap detailnya mirip dengan ada yang berada di dalam mimpi, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Ditambah lagi, kenapa kepalaku sakit ketika melihat kamar ini," gumam Kayla yang mencurigai semua yang di alaminya sangat aneh dan begitu mencurigakan
"Aku harus mengesampingkan pemikiran itu saat ini, karena ini adalah pesta pertunanganku," gumam Kayla lagi yang kemudian menghela nafas panjang untuk membuatnya jauh-jauh dari pemikiran buruk
Tidak banyak gadis yang marah dan cemburu dengan sang gadis yang bertunangan dengan sang duke, karena sang duke adalah laki-laki idaman setiap wanita di seluruh benua dalam kategori wajah dan kekayaan. Kayla yang melihat dari balik jendela merasa sangat gugup dengan keadaan yang begitu ramai, tetapi pegangan tangan dari sang duke membuatnya langsung sedikit menjadi tenang.
"Kamu tidak perlu melamun seperti gadis yang bodoh seperti itu, karena kita akan masuk bersama-sama,"
"Apakah kamu mengerti? Dan jangan panggil aku tuan duke lagi karena kita telah bertunangan,"
"Ingat namaku Felix,"
"Jangan hanya memanggil aku di depan umum saja, karena aku ingin lebih dekat mengenali dirimu," ucap sang duke yang berusaha meyakinkan Kayla kemudian mencium punggung tangan miliknya tanpa izinnya
__ADS_1
"Aku mengerti, terima kasih telah memberikan aku nasehat,"
"Aku akan berusaha yang terbaik untuk menjadi tunangan yang tidak memberi malu kepada dirimu ucap Kayla dengan senyuman dan tatapan yang serius
Tidak lama kemudian seorang laki-laki yang merupakan pengawal menyampaikan kalau tidak ada tamu lagi yang akan datang dan mereka berdua sudah bisa masuk ke dalam ruangan aula. Kayla dan Felix saling berpegangan tangan kemudian mulai berjalan menuju ke lorong-lorong hingga, akhirnya mereka mereka sampai di depan pintu besar menuju ke panggung besar tempat dimana semua mata akan mengarah kepada mereka berdua yang merupakan pemeran utama dalam acara pesta besar ini.
"Tuan Duke Felix Charleston dan nona Kayla Lucretia memasuki ruangan aula,"
"Semua tamu yang hadir di harapkan untuk tidak berada di tengah-tengah pintu masuk," ucap seorang penjaga dengan lantang hingga semua tamu yang hadir menepi dari posisi tengah aula
Setelah sang duke dan Kayla memasuki ruangan aula, ucapan sambutan dan rasa syukur di ucapkan oleh sang duke setelah selesai dilanjutkan dengan ucapan selamat dari para tamu yang hadir di dalam pesta besar itu.
Di saat yang bersamaan para bangsawan yang melihat Kayla dari awal masuk sampai selesai ucapan sambutan, mulai berbicara buruk atau mencari-cari kesalahan yang dimiliknya, supaya terlihat tidak layak untuk bersanding dengan sang duke melalui kipas tangan yang berada di tangan mereka masing-masing.
'Mereka sangat kenakan-kanakan,'
'Tetapi pembicaraan mereka ini belum di mulai, karena acara selanjutnya inilah yang akan mereka mulai untuk menjatuhkan aku,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan tajam menatap ke seluruh tamu yang hadir
Di sisi di sebuah tempat yang megah dan besar penuh dengan buku, jam-jam roda gigi yang bergerak.
"Aku tidak menyangka kalau dia memiliki hati dan tekad yang kuat hingga dia bisa melihatnya,"
"Aku sampai harus meminta sang topi itu untuk memberi tau kepada kelinci untuk menyampaikan pesanku,"
"Yah... Mau bagaimana lagi bukan? Sudah terjadi tidak mungkin bisa kita putar lagi,"
__ADS_1
"Akhir seperti apa dari seorang tiran dan tunangannya, kita hanya bisa melihatnya,"
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée