
"Eh? Apa yang kakak bicarakan tiba-tiba seperti itu?"
"Jangan membuat suasana tiba-tiba menjadi suram kakak," ucap Kayla yang memberikan tatapan kesal karena merasa akan seolah-olah di tinggalkan
"Tidak apa-apa, kakak hanya memberi tau ini karena takut sewaktu-waktu kakak meninggal rumah saja tanpa kabar,"
"Siapa tau bukan kakak lelah menjadi Marques terus kakak kabur dari rumah," ucap sang kakak dengan tawa sedangkan Kayla yang kesal langsung memukul sang kakak karena merasa di permainkan, tetapi di hatinya sedikit dia merasa ada yang janggal dari ucapan yang di ucapkan oleh saudara kandungnya ini
"Kakak di sini diminta duke untuk menjemput dirimu dia menelpon kakak dengan bola sihir kristal dari mansionnya, dan katanya tidak perlu melakukan pamitan karena dia saat ini sedang sibuk tidak berada di tempat," ucap sang kakak yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Kayla
Kayla tidak membawa banyak barang saat datang ke mansion duke tanpa memerlukan waktu yang lama untuk membereskan barang-barangnya, dia langsung keluar dari mansion itu dan masuk ke dalam kereta kuda.
'Rasanya ada yang aneh dan janggal di sini, tetapi aku tidak tau apa yang janggal,' ucap Kayla di dalam hatinya sambil menatap ke arah luar jendela yang telah semakin jauh keretanya dari kediaman duke
Sesampainya kembali di mansion Kayla di sambut oleh para pelayan dengan suka cita dan selama dua hari Kayla kembali ke mansion, sang kakak selalu menemaninya dari mulai sarapan sampai dengan makan malam. Hari-hari yang dihabiskan penuh dengan kenangan dan warna untuk Kayla.
Tetapi di malam itu sesosok laki-laki masuk ke kamar Kayla dan memandangi Kayla yang tertidur dengan lelap, laki-laki itu yang melihat begitu nyamannya sang gadis tertidur langsung memberikan sebuah kecupan di kening dan sentuhan hangat mengelus kepalanya yang tertidur.
"Maafkan kakak pergi tiba-tiba saja di saat semua kenangan yang indah baru saja kakak berikan kepada dirimu,"
"Tetapi kakak yakin kamu bisa menggantikan kakak walaupun kalau kakak benar-benar tidak kembali sampai pasukan kemenangan kembali," ucap sosok laki-laki itu dengan gemetaran dengan air mata yang menetes menatap adik kecilnya yang kini telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan sangat kuat untuk melindungi dirinya sendiri
Sosok laki-laki itu kemudian meninggalkan sebuah surat di atas meja yang tidak jauh dari tempat tidur gadis itu dan menutup pintu besar ruangan kamar itu. Setelah pintu tertutup sosok laki-laki itu pergi ke menuju ke tempat yang telah penuh dengan seluruh pasukan yang siap untuk ikut dalam peperangan.
__ADS_1
Keesokan harinya Kayla bangun dia merasa sangat aneh dan janggal, tetapi pada saat itu dia belum menemukan surat yang berada di atas mejanya hingga dia merasa mungkin hanya perasaannya saja, tetapi ketika Kayla mulai berkeliling di sekitar mansion rasanya ada yang berkurang di dalam mansion itu.
"Kepala pelayan, dimana keberadaan kakak dan beberapa penjaga lainnya?" tanya Kayla kepada sosok laki-laki tua di depannya
"Nona, apakah anda belum menerima sebuah surat? Atau anda belum membacanya?" ucap sang kepala pelayan yang membuat Kayla terdiam sejenak dan mengingat-ingat kembali tentang yang di ucapkan oleh kakaknya terakhir kali
Kayla langsung memberikan hormat kepada kepala pelayan itu dan berlari menuju ke kamarnya, meninggalkan sosok pelayan tua itu di lorong mansion yang kosong.
'Kalau di pikir-pikir sangat aneh kakak tiba-tiba mengatakan kata-kata yang begitu suram,'
'Sebelumnya padahal kakak tidak pernah mengucapkan hal semacam itu kepadaku,'
'Aku harus menemukan surat yang di katakan itu,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan khawatirnya ke arah kamarnya
"Aku harusnya pergi ke mendan perang itu, karena kakak adalah pewaris keluarga resmi,"
"Tetapi, kenapa kakak memilih menggantikan aku? Aku padahal sama kuatnya dengan dirinya," gumam Kayla dengan gemetaran memegang surat yang kini berada di tangannya dan sir mata yang terus mengalir
Para pelayan yang lewat dan mendengarkan tangisan Kayla, langsung datang ke arahnya dan menenangkan Kayla. Dua hari kemudian sebuah berita besar mengenai para bangsawan yang di pilih raja untuk ikut dalam peperangan besar tersebar ke seluruh negeri, Kayla yang telah menerima fakta dia harus menjalankan tugasnya sebagai pengganti kakaknya dengan lancar mengerjakan semua pekerjaan yang ternyata telah di siapkan dan di bimbing oleh kakaknya jauh-jauh hari sebelum sang kakaknya berangkat ke medan perang.
"Aku berharap tuan Duke dan kakak baik-baik saja berada di medan perang," gumam Kayla yang memutuskan untuk beristirahat sesaat karena tangannya pegel
Sebelum Kayla bisa berisitirahat tiba-tiba sang kepala pelayan masuk ke dalam ruangan dan menyampaikan kalau paman dan kerabatnya datang ke mansion ini.
__ADS_1
'Aku tidak menyangka baru saja berita ini tersebar ke seluruh negeri, bagaimana bisa mereka datang begitu cepat dari dugaanku,' ucap Kayla di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan kesal karena waktu istirahatnya terganggu
Kayla langsung bangkit dari kursinya dan berjalan menuju ke ruangan tamu yang telah di isi oleh paman dan kerabatnya datang ke mansion keluarga Lucretia yang tiba-tiba.
"Selamat datang di mansion keluarga marques Lucretia,"
"Ada perlu apa paman dan para kerabat datang ke kediaman marques Lucretia?" ucap Kayla dengan senyuman yang profesional
"Kayla, aku dengar dan aku baca dari koran kalau keponakanku William ikut pergi berperang,"
"Kamu pasti sekarang sendirian bukan? Aku khawatir kalau tidak ada yang menjaga dirimu, sebagai seorang paman aku datang ke sini dengan terburu-buru," ucap sosok laki-laki paruh baya dengan tatapan sedih sambil mengelap air matanya
Kayla yang di ajak berbicara tidak menatap sosok laki-laki yang sedang berbicara, tetapi dia berjalan dan kemudian langsung duduk di sofa yang kosong dan menyilangkan kedua kakinya dengan di saat bersamaan tatapan dingin.
"Yah memang kakak pergi untuk berperang dan memang rasanya sedikit sepi,"
"Tetapi, aku rasa aku tidak perlu untuk di jaga ataupun membutuhkan kedatangan kalian,"
"Aku telah di didik menjadi calon pewaris juga oleh kakakku secara tidak langsung,"
"Tetapi keponakanku Kayla, bukankah terlalu sulit untuk dirimu mengurus itu sendirian?"
The Tyrant Duke'S Naughty Fiancée
__ADS_1