Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 10


__ADS_3

Kembali ke tempat di mana Eileria berada.



" Merry, aku harus pergi sekarang. Bilang kepada Ruth jika aku tidak enak badan." Ucap Eileria.


Merry menurunkan matanya curiga, dia pun berbicara.


" .....Kau, apa kau benar-benar sakit karena ketampanan pangeran? " Tebak Merry.


" Mana mungkin!! Aku—aku benar-benar sakit. " Ucap Eileria.


Saat mereka berdua berbicara, Hylos atas perintah Callisto datang menghampiri Eileria.


" Permisi. " Hylos dengan sopan menyela pembicaraan mereka.


Eileria, dan Merry dengan cepat membungkuk kepada Hylos selaku ajudan Callisto.


" Salam Sir Hylos. " Ucap mereka sopan.


Di sisi lain, Eileria terlihat tidak tenang, apalagi Hylos sudah berada di depannya.


| Tamat sudah, tamat sudah....! | Batin Eileria panik.


" Apa namamu Eileria? " Hylos tanpa basa basi langsung menatap Eileria dan bertanya.


" Ya, saya Eileria. Apa ada yang bisa saya bantu? " Tanya Eileria lancar, meski dirinya panik.


| Pasti ini perintah dari pangeran itu. | Pikir Eileria.


" Ketemu! rupanya kau bersembunyi di sini. " Suara dingin milik lelaki yang di takuti oleh Eileria terdengar.


| Suara itu, itu pasti dia. Sekarang dia pasti sedang memasang wajah dinginnya. | Pikir Eileria.


Langkah kaki Callisto semakin mendekat ke arah Eileria.

__ADS_1


" Salam yang mulia pangeran. " Hylos dengan cepat memberi salam.


Merry yang kaget, dia pun segera berbalik dan membungkuk.


" Sa-salam Yang mulia pangeran. " Hormat Merry.


" Psst!! Leria!! kenapa kau tidak berbalik dan menunduk! " Merry berbicara dengan nada rendah kepada Eileria.


| Bagaimana ini??! Apa aku lari saja? tidak, tidak. Jika aku lari, aku pasti akan tertangkap. | Batin Eileria.


" ......Aku tidak peduli! " Ucap Eileria rendah, dia pun berbalik ke arah Callisto.


' Buk!.


' A...


Di saat bersamaan, Eileria malah menabrak dada Callisto.


Melihat hal itu Hylos, dan Merry melebarkan matanya, menangkap pemandangan aneh.


" Ya-yang mulia, anda tidak apa-apa? " Hylos yang juga khawatir terhadap tuannya.


Sementara Eileria, dia tanpa sengaja memegang dada Callisto.


| Heh...Sialan kau Eileria!! kesalahanmu sudah banyak, sekarang kau menambahkan satu kesalahan lagi. | Pikir Eileria.


Eileria yang sadar, dia langsung menyingkirkan tangannya dari dada Callisto.


" Kau memang wanita yang berani! " Callisto dengan nada dingin nya.


" Ma—maafkan saya yang mulia. " Eileria meminta maaf.


" Leria......! " Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba Ruth kepala pelayan memanggil Eileria.


| Kepala pelayan!! Anda benar-benad menyelamatkan saya. | Pikir Eileria.

__ADS_1


Dengan cepat Eileria meminta maaf, dan ingin segera pergi.


" Maaf yang mulia sepertinya kepala pelayan memanggil saya. " Ucap Eileria seraya membungkuk dan bersiap pergi.


" ?!! " Akan tetapi, tangan Eileria di raih, dan di tarik begitu saja kedalam pelukan Callisto.


" Mau kemana kau? Seharusnya tanganmu ini dipotong karena sudah menyentuh tubuh seorang pangeran. " Tanya Callisto dengan senyum liciknya.


" .....Ya—yang mulia tolong lepaskan saya. " Eileria mencoba melepaskan pelukan Callisto.


" Mana wanita yang cerewet, dan pemberani itu? sepertinya sekarang sudah hilang? " Callisto dengan senyumnya terus mempermainkan Eileria.


" Lepaskan saya, yang mulia!! " Eileria menegaskan kata-katanya.


Callisto diam membungkam mulutnya, dia sekarang bermain mata dengan Eileria.


Mata birunya menatap lekat wajah Eileria, Eileria yang sudah pasrah, dia dengan berani menatap balik Callisto.


" .... Ternyata keberanianmu masih melekat, jika Raja Ellios tahu, kau menatapku dengan mata sangar, dia pasti akan mencongkel mata ungu mu itu, dan menjadikannya koleksi. " Ucap Callisto puas.


" Mata biru anda juga terlihat sangat indah, dan dingin. Jika di congkel mungkin bisa di jual dengan harga mahal! " Eileria balik menyerang.


| Masa bodo dengan leherku, sebelum aku mati lebih baik aku memuaskan diriku. | Pikir Eileria.


" Hylos, bawa dia keruanganku! " Dengan kasar Callisto menyerahkan Eileria.


" Eileria? " Merry dengan mata khawatir bertanya-tanya.


" Tidak apa. " Jawab Eileria pelan.


| Apanya yang tidak apa, di saat begini kau masih menenangkan orang lain. | Pikir Eileria.


...----------------...


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2