
" Maaf Yang mulia, di depan ada pelayan wanita yang ingin masuk. " Jawab penjaga itu sopan.
Mendengar hal itu Callisto dengan cepat memberi perintah.
" Biarkan dia masuk. " Perintah Callisto.
" Baik, Yang mulia. " Jawab penjaga itu seraya membungkuk, kemudian pergi.
| Akhirnya wanita itu datang juga. | Batin Callisto.
Tidak lama setelah penjaga itu keluar, pelayan yang di maksud pun masuk.
" Anda memanggil saya? " Jelas sekali itu adalah Eileria.
Eileria tiba dengan pakaian sederhana, jelas sekali wajahnya di sembunyikan, itu artinya Eileria sedang menahan malu.
" .....Melihat wajahmu di tekuk seperti itu, sepertinya kau sudah tahu? " Tebak Callisto dengan seringai di bibirnya.
" .....Emmm, mengenai tingkah saya semalam.....
" Saya mohon maaf! " Ucap Eileria seraya membungkuk.
| Sial! Kau selalu saja ceroboh. | Pikir Eileria.
Melihat tingkah Eileria, Callisto malah tersenyum, dan memalingkan wajahnya.
" Karena kecerobohan mu, aku jadi tidak bisa tidur. Maka dari itu aku menambah hukumanmu. " Ucap Callisto.
" Hukuman?! Bagaimana mungkin kau akan menambah hukuman lagi untuk ku?! " Eileria meninggikan suaranya seolah tidak setuju.
Mendengar nada bicara Eileria yang tinggi, mata Callisto melirik Eileria dengan tajam, tentunya Eileria segera menunduk dan menutup mulutnya.
" Jangan meninggikan suaramu di depanku, apa kau pikir aku tuli? Perhatikan juga bahasamu! " Ucap Callisto dengan mata sinisnya.
" Mau bagaimana lagi, kau tiba-tiba menambah hukuman lagi. " Gumam Eileria pelan.
" Apa yang kau bicarakan? " Tanya Callisto.
" Tidak, saya hanya bergumam. " Jawab Eileria malas.
| Kapan aku bisa lari dari genggaman Callisto? Jika batu sihir sudah ada di tanganku, tidak perlu pikir panjang, aku pasti akan pergi dari sini. | Pikir Eileria.
Ketika Eileria sedang berpikir, Callisto berdiri dari duduknya, dia pun mendekat ke arah Eileria.
Sontak hal itu membuat Eileria kaget, dia pun menatap Callisto dengan mata bulatnya.
" A–apa yang ingin kau lakukan? " Tanya Eileria gugup.
__ADS_1
| Apa lagi yang ingin dia lakukan kepadaku? | Eileria bertanya-tanya dalam batinnya.
" Hmmmm, diam! Aku sedang menerawang wajahmu dan bentuk tubuhmu. " Ucap Callisto serius.
" Apa! memangnya kenapa? Apa itu harus? " Tanya Eileria.
" Aku bilang diam! " Tegas Callisto.
| Yah, sepertinya tidak buruk, lagi pula wajahnya tidak terlalu jelek. Untuk seukuran wanita yang cocok berada di sampingku, ini tidaklah rugi. | Pikir Callisto dalam batinnya.
" Baiklah, mari kita ke inti. " Ucap Callisto kembali duduk dengan wajah puas.
" Sebenarnya, jika di bilang hukuman, ini bukan hukuman, tidak ada hukuman yang menguntungkan seperti ini. " Ucap Callisto.
Mendengar kata menguntungkan, wajah Eileria seketika berubah sumringah.
" Menguntungkan? Memangnya apa hukuman yang menguntungkan itu? " Tanya Eileria tidak sabar.
| Menguntungkan? Hukuman apa yang pria kejam ini maksud? Mendengar kata menguntungkan sepertinya layak untuk didengar. | Pikir Eileria.
" Sebelum itu, kita hapus kontrak antara pelayan dan majikan. " Ucap Callisto.
" Apa anda bercanda? " Tanya Eileria.
Callisto menatap wajah Eileria yang terlihat tidak percaya bahwa kontrak antara pelayan dan majikan akan di hapus olehnya.
Eileria menatap Callistp, dia pun sadar bahwa wajah Callisto memang tampan, tapi ekspresi dinginnya tidak pernah berubah.
" Berhenti, baiklah! Jangan menatap ku seperti itu. " Ucap Eileria lantang.
| Jantungku seolah akan keluar. Ada apa ini? Hanya melihat wajah pria kejam ini jantungku berdebar. Apa karena aku terlalu lama sendiri? Ya, pasti karena itu. | Pikir Eileria, dia merasakan jantungnya berdebar saat menatap wajah Callisto.
" Apa.....
" Apa hukuman yang anda maksud menguntungkan itu? " Eileria pelan-pelan bertanya.
" Jadilah tunanganku hanya untuk beberapa bulan. " Akhirnya Callisto mengatakan hukuman yang dia maksud.
Ketika kata-kata itu keluar dari mulut Callisto, ruangan makan itu hening seketika. Sedangkan Eileria dia hanya termangu, dan sedikit linglung.
" Kenapa kau diam? " Tanya Callisto dengan alis mengerut.
" Itu....Apa benar itu hukumannya? " Tanya Eileria.
" Ya, kenapa? Ini menguntungkan bukan, kau bisa hidup di sampingku dengan gaun mewah, makanan enak, dan kau tinggal di istana. " Ucap Callisto.
__ADS_1
" Bukan....
" Bagaimana ceritanya...
Eileria melantur dengan suara pelan.
" Haaaaa.....
" Ini hukuman yang teramat berat yang mulia. " Ucap Eileria menurutnya hukuman yang di berikan Callisto teramat berat.
" Apa kau bilang? Berat? Dilihat dari mananya berat? " Tanya Callisto sedikit marah.
" Dengarkan saya yang mulia. Jika saya menjadi tunangan anda, pasti saya di jadikan sasaran musuh-musuh anda, belum lagi Yang mulia Raja Ellios, beliau pasti menentangnya. Tolong cari wanita lain. " Ucap Eileria jelas menolak.
| Tidak mungkin, aku akan mati jika berada di sisinya terlalu lama. Aku tahu jelas siapa yang selama ini mengincarnya. | Pikir Eileria.
" Kau benar, tapi kau tenang saja, aku pasti akan melindungimu sampai kontrak berakhir. Aku akan memberikan kompensasi yang lebih, kau tenang saja. " Ucap Callisto serius.
| Tapi, jika di pikir-pikir, akan lebih baik jika aku menjadi tunangannya dari pada pelayannya. Aku bisa memanfaatkan nya, pasti akan mudah bagiku untuk mencari tahu bagaimana cara membuka pintu ruangan batu sihir. | Pikir Eileria.
" Hmmmmm, baiklah. Tapi saya tidak mau mati oleh musuh-musuh anda. " Ucap Eilwria setuju dengan hukuman yang Callisto berikan.
" Kenapa rasanya cepat sekali kau berubah pikiran. " Ucap Callisto heran.
" Karena kompensasi, dan perlindungan gratis yang anda berikan. Siapa yang tidak berubah pikiran dengan mudah. " Jawab Eileria.
| Karena aku akan memanfaatkan mu, agar aku bisa pulang secepatnya. | batin Eileria.
" Baiklah, tiga hari lagi datang ke ruanganku. Sekarang kau lanjutkan perkerjaanmu. " Ucap Callisto seraya berdiri.
" Baiklah.....
" Tidak! Apa yang anda maksud pekerjaan? Bukannya kontrak majikan dan pelayan sudah tidak ada? " Tanya Eileria.
" Kontraknya belum di robek, jadi masih berlaku. Sekarang kembalilah berkerja. Hanya satu hari saja. " Ucap Callisto seraya pergi dengan senyum di bibirnya.
Eileria yang ditinggalkan, dia terlihat kesal dan seperti sedang menahan amarah nya.
| Ku pikir dia benar-benar menghapus kontrak nya sekarang. Tapi nyatanya tidak. Pria brengsek itu memang pembohong! | Pikir Eileria.
" Ahh, satu lagi. Tolong buatkan makanan yang enak, bawa ke ruang kerjaku. " Callisto berhenti, dan memberi perintah.
" Hmm....baik. " Ucap Eileria dengan suara di tekan.
| Tenang.....Kau harus tenang, demi batu sihir. | Pikir Eileria.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG