Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 23


__ADS_3

Ruangan dengan suasana gelap, seisi ruangan itu di warnai dengan warna biru, tempat tertinggi yang ada di istana.


Ruangan siapa lagi? Jika bukan ruangan milik Callisto, ruangan tempat di mana Callisto hampir menelanjangi Eileria.



" Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan? " Tanya Callisto, dia masih memakai jubah mandinya.


Callisto terus menatap Hylos yang terlihat grogi.



" Melihat tingkahmu yang tidak biasa sepertinya ini sangat penting. Cepat katakan apa yang kau tahu? " Tanya Callisto sekali lagi.


Hylos pun menjawab pertanyaan tuannya.


" .....Selir pertama Sabrina. Beliau ternyata memiliki putri. " Hylos memberitahukan hal yang tidak di ketahui oleh Callisto.


Mendengar hal itu Callisto mengerutkan keningnya, dan bertanya dengan wajah mengeras.


" Apa kau bilang? Wanita itu memiliki putri? Sejak kapan itu terjadi?! " Tanya Callisto dengan suara yang cukup penasaran.


" Usianya 5 tahun, saat itu anda sudah tertidur. " Jawab Hylos cepat.


" Haaaaah..... Kau mengejutkanku! Hanya putri berusia 5 tahun? Itu sangat mudah untuk di singkirkan. " Callisto yang tadinya memasang muka panik, dia kembali memamerkan wajah tenangnya.


" Apa anda bilang? Anda ingin menyingkirkan putri kecil itu? " Tanya Hylos dengan wajah tidak habis pikir.


Callisto berjalan, ke arah kursi dan dia duduk seraya menjawab pertanyaan ajudannya.


" Lalu? harus ku apakan putri kecil itu? " Tanya Callisto.


"....... " Hylos termenung beberapa detik.


Lalu dia berkata.

__ADS_1


" Lebih baik kita biarkan saja yang mulia. Lagi pula putri kecil itu tidak memiliki kekuatan apapun, terutama usianya yang terlalu kecil. Dia tidak mungkin bisa menggeser anda. " Ucap Hylos.


Hylos jelas menyinggung soal tahta, padahal Callisto tidak begitu menginginkan tahta.


" .....Aku tidak begitu peduli dengan tahta...


" Jelas bahwa putri kecil itu tidak bisa menggantikan ku. " Ucap Callisto.


" Lalu? Kenapa anda ingin membunuhnya? " Tanya Hylos.


" ....Karena dia putri dari wanita itu...." Jawab Callisto dengan suara dingin.


" Dia tidak bersalah yang mulia, untuk apa anda membunuhnya. " Ucap Hylos.


" Aku tahu, lagi pula aku tidak akan membunuhnya untuk sekarang. Jika dia dewasa aku pasti akan membunuhnya. " Jawab Callisto.


" Yang mulia! Apa anda yakin dengan itu? " Tanya Hylos.


" Kenapa tidak, ibunya melakukan berbagai cara untuk membunuhku. Lalu aku harus diam saja? " Tanya Callisto.


" Putri kecil itu sama seperti anda yang mulia....


" Dia di abaikan, di telantarkan di istana terbengkalai...Apa anda yakin ingin membunuhnya setelah dia dewasa? " Tanya Hylos.


Mendengar hal itu, Callisto diam membisu. Callisto tahu Hylos tidak akan pernah membohonginya, dia juga tahu bagaimana rasanya di abaikan setelah di lahirkan.


" ......Haaah.....


Callisto menghela nafas, lalu dia berbicara lagi.


" ......Kita lihat saja nanti, jika dia tidak memiliki sifat ibunya. Aku berjanji tidak akan menyentuhnya...." Ucap Callisto.


" .....Syukurlah. Ternyata anda tidak terlalu kejam...." Ucap Hylos.


" Hentikan omong kosongmu! dan pergilah! " Tegas Callisto.

__ADS_1


Callisto terus menatap ajudannya yang belum kunjung pergi, dia pun bertanya.


" Apa kau tidak mau pergi? " Tanya Callisto.


" Bukan yang mulia, ada satu lagi. " Jawab Hylos.


" Sekarang apa lagi? " Tanya Callisto.


" Eileria, pelayan pribadi anda....


" Ada apa dengannya? " Baru beberapa kata keluar dari mulut Hylos, Callisto sudah menyelanya.


Hylos pun dengan cepat menjawab pertanyaan tuannya.


" Gadis itu masuk ke ruang ramuan. Dia bahkan bertemu dengan Jimmy, Kalein, dan Ansel. " Jelas Hylos serius.


" Ternyata dia gadis yang berani. Apa dia tidak tahu mereka bertiga bukan sembarang orang. " Ucap Callisto.


" Sepertinya dia tidak tahu. Yang dia tahu, Jimmy hanyalah peneliti obat-obatan, begitu pula yang lainnya. " Jawab Hylos.


| Dia tidak tahu, yang dia temui adalah mesin pembunuh. Lucu sekali bukan, jika suatu saat dia tahu? | Pikir Callisto.


" Biarkan saja, lagi pula dia tidak akan tahu. " Ucap Callisto.


Callisto tidak tahu sisi lain dari Eileria, banyak hal yang belum terungkap mengenai Eileria.


" Sekarang, Lebih baik kau pergi. Aku ingin tidur. " Ucap Callisto.


" Baiklah yang mulia. Saya permisi. " Ucap Hylos seraya pergi.


...----------------...


BERSAMBUNG.....


__ADS_1


__ADS_2