Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 51


__ADS_3

Matahari sudah naik di atas, burung-burung berkicau, hembusan angin tenang menggoyangkan tanaman di istana.


Pagi itu cuacanya sangat cerah, namun tidak secerah hati seseorang. Dia di landa rasa bimbang, heran, bingung, dan ketidak tahuan atas apa yang dia rasakan.


Emosinya pun semakin menjadi buruk.


" Cabut lidah pria tua itu, dan jebloskan dia ke penjara. " Callisto memerintah di hadapan para pengikutnya, saat ini dia sedang mengadakan rapat.


" Tu,tunggu Yang mulia! Ampuni saya...! Biarkan saya menjelaskan lagi....! " Teriak bangsawan dengan mata yang tidak henti menangis.


Tapi bangsawan itu tidak selamat, dia langsung di seret ke luar oleh kesatria untuk menerima hukuman.


Para pengikut Callisto dalam rapat itu merasa takut pada Callisto. Sudah sejak pagi Callisto mengamuk.


Yang pertama saat dia bangun, dan bersiap.


Seorang pelayan tidak sengaja menggores kulit Callisto sedikit, tanpa ampun Callisto langsung menghukumnya, dengan hukuman cambuk 30 kali.


lalu yang ke dua, saat dia sarapan. Hidangan yang dia makan tidak sesuai selera, Callisto langsung memecat semua juru masak yang memasak hidangan untuknya.


Yang ke tiga, dia menghunuskan pedang pada ayahnya sendiri, yaitu Ellios. Itu karena Ellios mendesak Callisto untuk meninggalkan Eileria, dan menerima Adelia.


Dan yang terakhir sekarang di ruang rapat, bangsawan yang ceroboh mengemukakan pendatapannya mengenai pertunangan Callisto dengan Eileria. Padahal rapat kali ini bukan membahas pertunangan, dan tidak ada sangkut pautnya.


Karena itulah Callisto marah, dan menghukumnya.


' Brak—, Meja rapat di pukul hingga retak, oleh Callisto.


" Ya—...Yang mulia, mohon tenang kan diri anda. Para bangsawan mungkin akan kencing di celana mereka. " Jimmy yang duduk di samping Callisto, dia juga merasakan ketegangan dan ketakutan.


| Sebenarnya apa yang terjadi tadi malam? | Batin Jimmy bertanya-tanya.


" Apa kalian di gaji hanya untuk gemetar, dan diam seperti orang bisu? Bicara dan beri aku alasan khusus atas masalah yang terjadi di istana. Jika tidak kalian akan bernasib sama dengan pria tua itu. " Callisto menghiraukan perkataan Jimmy, dan dia mendesak para bangsawan.

__ADS_1


" Saya akan memperketat perbatasan, Agar penyusup tidak masuk sembarang. " Satu bangsawan menjawab Callisto.


" Ada lagi? " Tanya Callisto.


Para bangsawan diam, Callisto merasakan pembuluh darahnya mendidih, dan naik seakan mau meledak. Dia menaikkan kepalanya, dan melirik tajam ke arah para bangsawan.



" .......Mulut yang tidak berguna, dari banyaknya pengikut, hanya satu yang berbicara. Sekarang lebih baik kalian keluar dari ruangan ini! " Callisto yang masih bisa menahan diri, dia meminta pengikutnya keluar dari ruangan rapat.


" Cepat! " Bentak Callisto kesal.


" Ba-baik yang mulia, kami permisi. " Mereka berdiri, dan menunduk pergi.


Para bangsawan itu pergi dengan badan yang gemetar seperti di terpa angin yang begitu dingin.


" Ha..." Callisto menghela nafas, setelah para bangsawan pergi.


" Yang mulia, ada apa ini? " Tanya Jimmy.


Sebenarnya Jimmy sudah tidak asing dengan kekejaman Callisto, hanya saja sejak Callisto bangun, kekejamannya sedikit berkurang di banding dulu.


Tapi hari ini, Callisto kejam seperti sebelumnya.


" Baiklah, saya permisi. " Jimmy pun membungkuk dan pergi.


Callisto sendirian di ruang rapat, dia mengacak rambutnya, dan memijit pelipisnya pusing.


Dalam ruangan yang hening dan besar itu, Callisto bergumam ringan.


" ......Perasaanku kenapa jadi seperti ini? Kenapa..? "


" Dia berbohong, tapi kenapa aku mengampuninya? "

__ADS_1


" Kenapa aku marah, saat orang lain menjelekkan dia? Padahal itu bukan urusanku. "


" Lalu, kenapa kata-kata cinta keluar dari mulutku yang hanya mengumpat. "


" Ini tidak boleh terjadi, aku harus menjauh dari perempuan itu. Ya, tujuanku dari awal untuk menyakiti hatinya. Sekarang aku hanya perlu mengabaikan wanita itu. " Callisto menyangkal perasaannya.


Dia bingung, dan tidak tahu, bahwa dia perlahan-lahan mulai punya perasaan terhadap Eileria.


" Aku harus mengabaikan perempuan itu, dia pun membawa anak selir pertama. Bisa jadi dia sekutu Sabrina. " Gumam Callisto, yang terus menerka.


...----------------...


Rumah kaca, Eileria bersama dengan Fiona di rumah kaca, mereka menikmati camilan dan kupu-kupu sebagai pertunjukkan.


" Putri Fiona, maaf sepertinya saya tidak bisa menemani anda untuk beberapa saat. Karena saya harus menghadiri pesta sebentar lagi. " Eileria memberitahu Fiona tentang hal itu.


" Tidak masalah, pantas saja kakak cantik sekali hari ini. Ternyata anda akan pergi ke pesta. " Jawab Fiona dengan senyum mengembangnya.


" Yang mulia..." Tiba-tiba seorang pelayan datang.


" Ada apa? " Tanya Eileria.


" Yang mulia Callisto bilang ini sudah waktunya berangkat. " Pelayan itu menyampaikan pesan.


" Oh, baiklah. " Jawab Eileria.


| Kenapa dia tidak datang sendiri? Seperti hari itu? Ya sudah biarkan saja. | Batin Eileria aneh.


" Putri, saya harus pergi sekarang. Jika anda bisa, tolong tunggu saya. Di sini lebih aman di banding dengan istana anda. " Pinta Eileria.


" .....Itu, tapi apa anda tidak keberatan saya singgah di sini? " Tanya Fiona hati-hati.


" Ya, saya sangat senang jika anda mau tetap di sini. " Jawab Eileria.

__ADS_1


Fiona mengangguk, Eileria pun pergi menuju tempat Callisto.


...----------------...


__ADS_2