
" Kakak?! " Dengan suara menyambar, Alvin menunjuk sosok di depannya.
" Tunggu, kakak? Apa benar kau kakakku? " Tanya Alvin.
| Apa aku salah mengenalnya? |
" Ya aku kakakmu! " Ucap pria itu kesal seraya membuka tudungnya.
" Hah.....! " Alvin tidak menyangka orang yang ada di depannya adalah kakaknya.
Saat dia membuka tudungnya, nampak jelas bagaimana sosoknya. Wajahnya jelas memiliki rahang yang tajam, kulit sedikit putih kecoklatan, dan mata biru lautan, serta rambut yang putih keabu-abuan.
" Sebentar.....Aku sudah lama tidak pulang, aku lupa.....Bisa jadi kau hanya mengaku-ngaku sebagai kakakku. " Ucap Alvin seraya mengingat sosok pria yang mengaku sebagai kakaknya.
" Ouh....Kakak ketiga? Tidak, ke empat?....." Tanya Alvin serius seraya mengingat kakak-kakaknya.
Pria itu menggelengkan kepala.
Alvin bertanya lagi.
" Ahhh! Kakak pertama?...."
" Bukan...." Pria itu menggelengkan kepala lagi.
" Kedua?....kelima..? " Tanya Alvin.
" Bodoh! Ingatanmu sangat buruk! " Maki pria tersebut.
" Ibuku melahirkan 8 anak, dan aku yang ke delapan. Wajar saja jika aku tidak ingat, lagi pula aku sudah lama tidak melihat mereka. " Ucap Alvin seraya mengangkat bahunya.
__ADS_1
| Aku bahkan hanya menebaknya saja tadi, bahwa dia adalah kakakku. | Pikir Alvin.
| Tapi jujur saja, saking lama, dan banyaknya kakakku, aku sampai lupa yang mana kakak pertama, kedua sampai ke tujuh. | Alvin sekali lagi berpikir.
" Nama, sebut nama saja, aku pasti ingat. " Ucap Alvin.
| Jika namanya di sebut mana mungkin aku tidak akan ingat. Itu namanya keterlaluan jika tidak ingat. | Batin Alvin.
" Hans El Salvador.....Masih tidak ingat! Aku pasti akan melemparmu ke dasar jurang! " Ucap Pria yang bernama Hans.
Alvin langsung berupaya memutar ingatnya, dan akhirnya dia pun ingat.
| Mata biru, rambut putih abu-abu....Hans....Kakak ke 6....Hans pria penindas itu! | Batin Alvin yang sudah mengingat kakaknya.
" Kakak ke enam.....Hans pria yang selalu menindasku! " Ucap Alvin.
" Bagus akhirnya kau ingat juga. " Ucap Hans, dia sudah pasti kakak keenam Alvin yang datang dari kerajaan Carvana.
" Wajahmu tidak seperti ini, saat itu kau masih imut-imut...." Ucap Alvin seraya membayangkan kakaknya yang dulu.
" Heh...Lihatlah dirimu sendiri Alvin. Sekarang kau terlihat seperti pengemis, aku ragu kau memiliki banyak perempuan di sini. " Ucap Hans mengejek Alvin.
" Diamlah! Jika bukan karena perintah yang mulia, mungkin sekarang aku tidak seperti ini. " Ucap Alvin, dia pun kembali duduk.
" Karena kau sudah tahu siapa aku, kita mulai ke inti saja. " Ucap Hans dia pun duduk kembali.
Mereka berdua kembali serius, Hans pun memulai lagi pembicaraan.
" Kau mengambil misi ini dan pergi tanpa sepengetahuan keluarga, setelah kau pergi baru yang mulia raja mengatakan tentang kau dan Leria yang mengambil misi ini. Apa kau tahu, keluarga mu, dan keluarga Leria, keduanya sama-sama khawatir, dan kecewa. " Ucap Hans.
__ADS_1
" Aku tahu, tapi mau bagaimana lagi..." Jawab Alvin.
" Kalau begitu, cepat dapatkan batu sihirnya, dan pulang kerumah. " Ucap Hans.
" Jika semudah itu, dari dulu aku dan Leria sudah pulang. " Ucap Alvin.
Mengambil batu sihir memang sulit, mereka tidak bisa asal-asalan dalam bertindak. Apalagi saat Callisto tidur, para penyihir di perketat.
" Maka dari itu, aku datang ke sini untuk membantu kalian. Dalam waktu 7 bulan kalian harus mendapatkan batu itu dan pulang ke kerajaan Carvana. " Ucap Hans.
" Kenapa bukan dari sejak dulu kau datang? Aku tahu, kau pasti sengaja. " Ucap Alvin.
" Itu karena Yang mulia raja tidak memberi izin, beliau bilang terlalu beresiko jika aku datang begitu saja. " Ucap Hans menjelaskan.
" Sekarang apa yang harus aku lakukan? Leria, dia juga sekarang dalam genggaman Callisto. " Ungkap Alvin.
" Callisto?! Pria kejam itu? Bukankah dia baru saja bangun dari hibernasi nya? " Tanya Hans.
" Ya, kau tahu siapa yang membangunkannya? " Tanya Alvin.
" Tidak. " Jawan Hans seraya menggelengkan kepalanya.
" Leria...." Jawab Alvin.
" Apa?! Bagaimana bisa. " Tanya Hans.
" Intinya itu namanya sedang sial saja. " Ucap Alvin.
" Yang tidur karena sihir tidak bisa bangun dengan mudah, sama halnya dengan penyihir agung di kerjaan Carvana. Bagaimana mungkin...." Ucap Hans.
" Ya itu mungkin saja. " Jawab Alvin.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG...