Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 39


__ADS_3

Sore hari di kediaman Marquess Huber.



Ruangan dengan nuansa klasik, dan mewah. Adelia dan seorang pria duduk berhadapan di sopa yang ada di ruangan tersebut.



Mereka berdua sedang membicarakan Callisto. Di katakan bahwa Hylos atas perintah Callisto datang ke kediaman Marquess untuk memberi peringatan kepada Adelia.


Mendengar peringatan dari Callisto, Adelia jelas sangat marah, dan merasa bahwa harga dirinya di remehkan, hanya karena pelayan.


" Ayah! Aku benar-benar kesal! Ajudan putra mahkota datang dan memberikan peringatan kepada kita, dia melakukan itu hanya demi pelayan itu! " Suara itu milik Adelia yang mengaku sebagai tunangan masa kecil Callisto.


Dia sedang berbicara dengan pria yang di panggil ayah, jelas sekali itu adalah Marquess Huber, David Huber. Kepala Keluarga Marquess saat ini.


" Nak, lebih baik kau menjauh dari putra mahkota. Dia bukan pria yang cocok untuk mu. Jangan menikah dengan pria yang tidak mencintaimu, hidupmu akan sengsara. " Respon Marquess Huber jelas tidak mendukung putrinya.


Alih-alih mendukung putrinya, Marquess justru melarang putrinya untuk mengejar Callisto, dia bahkan menyuruh Adelia untuk menjauh dari Callisto.


| Putriku tidak boleh menderita, keluarga kerajaan sangat rumit, dan berbahaya. | Pikir Huber.


" Ayah! Apa ayah tidak peduli dengan putrimu? " Tanya Adelia semakin marah.


" Kenapa ayah mengatakannya seperti itu? " Sekali lagi Adelia protes.


| Sebenarnya kenapa ayah tidak setuju jika aku berhubungan dengan putra mahkota. | Pikir Adelia.


" Justru karena aku peduli. Hidup sebagai bagian dari anggota keluarga kerajaan sangat berbahaya, nyawamu terancam setiap saat, bahkan setiap detik." Ucap Huber tegas.


" Tapi aku mencintai Putra mahkota, sejak kecil.. " Ucap Adelia murung.


" Itu hanya masa kecilmu....


" ...Lagi pula pertunangan itu tidak pernah ada. Sebaiknya kau berhenti mengejar yang mulia. Cari pasangan lain yang benar-benar menerima mu. " Ucap Huber seraya pergi meninggalkan putrinya.


| Satu-satunya keluargaku bahkan tidak mendukung ku. Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan Callisto. | Batin Adelia kesal.


" Aku tidak mau menyerah. Jika akau menyerah, sama saja aku kalah dari pelayan busuk itu. " Ucap Adelia dengan tekad nya.


| Sepertinya, aku harus meminta bantuan Yang mulia raja. Beliau pasti mendukungku. | Pikir Adelia.

__ADS_1


...----------------...


Ruang kerja Callisto.


" Apa ini?....." Tanya Callisto.


Callisto termangu dengan kedatangan makanan yang tiba-tiba. Hylos sendiri yang membawanya ke ruangan Callisto.


" ....Itu....." Hylos memutar matanya gugup.


" Aku bertanya apa ini?...


" Apa aku meminta di bawakan makanan? " Tanya Callisto dengan alis mengerut.


Hylos pun menjelaskan dengan helaan nafas lelahnya.


" Haaaaaaa.....


" Maaf yang mulia, pelayan, tidak maksud saya tunangan kontrak anda Lady Eileria yang menitipkan makanan ini. " Hylos dengan kepala menunduk menjelaskan.


" Ahhh....." Callisto langsung paham.


Callisto berdiri dari kursi kerjanya, dan membuka setiap penutup makanan.


" Wahh, ternyata anda memiliki hobi baru. " Tiba-tiba suara yang familiar terdengar dari balik lemari buku.


" Tutup mulut mu Jimmy! " Tegas Callisto, ternyata itu adalah Jimmy.


" Ups....Baiklah. " Ucap Jimmy seraya menghampiri Hylos, dan dia menaruh lengannya di pundak Hylos.


" Oy! Jarang sekali kau mau di suruh oleh orang lain seperti ini.....


" Apa kau sudah mulai mempercayainya? " Tanya Jimmy.


" Minggir...Sebelum ku patahkan tanganmu. " Respon Hylos dingin.


" Baiklah, tidak perlu sedingin ini kan. " Ucap Jimmy seraya menurunkan tangannya.


" Kaleid, dan Ansel...Sudah beberapa hari tidak kunjung terlihat, sebenarnya tugas apa yang mereka jalankan? " Tanya Jimmy.


Callisto yang sedang mencicipi makana buatan Eileria, dia menjawab.

__ADS_1


" Mereka berdua sedang mengawasi kedai yang ada di ibu kota. Kau jangan coba-coba untuk menemui mereka. " Callisto secara langsung memberi peringatan kepada Jimmy.


" Kenapa? Apa yang salah jika aku tahu? " Tanya Jimmy.


" Kau bisa saja membocorkannya, karena mulutmu sulit untuk di tutup. " Hylos langsung menjawab.


" Hmmm, makanan ini lebih nikmat dari pada makanan tadi....." Alih-alih menjawab pertanyaan Jimmy, Callisto malah bergumam soal makanan yang dia makan.


" ...Anda, benar-benar menyukai makanan ini? " Tanya Hylos yang terlihat tercengang.


| Padahal yang mulia sangat pemilih, beliau juga tidak pernah memuji makanan yang selama ini dia makan. Baru kali ini, yang mulia merespon masakan orang lain. | Batin Hylos.


" Apakah seenak itu? " Tanya Jimmy.


" Dari pada kau bertanya mengenai makanan yang ku makan, lebih baik kita membicarakan soal batu sihir. " Ucap Callisto.


" Kenapa dengan batu sihir? " Tanya Jimmy.


" Para penjaga di perbatasan gerbang masuk kerajaan menangkap satu prajurit kerajaan Carvana yang menyamar menjadi rakyat. Sebelum penjaga mengintrogasinya, orang Carvana itu mati karena racun. " Jelas Callisto.


" Mereka pasti mengincar batu sihir. Tapi, kenapa mereka mengincar batu itu baru-baru ini. Kenapa tidak saat anda tertidur? " Tanya Hylos.


" Penyihir, banyak penyihir yang menjaga tubuhku, dan juga istana. Untuk sekarang para penyihir yang semula melindungi tubuhku, sudah kembali ke posisi masing-masing. Ini jadi kesempatan untuk mereka. Secara, para penyihir istana sudah berpencar ke berbagai wilayah. " Callisto menjelaskan.


" Batu sihir akan aman, karena ruangan itu tidak mudah terbuka. " Jimmy berbicara.


" Anda tahu, ruangan itu hanya bisa di buka dengan darah yang mulia. Siapa yang bisa melukai anda? Itu sama saja bunuh diri. " Ucap Jimmy sekali lagi.


| Ada satu orang yang melukaiku....Bahkan sampai membekas di punggungku. | Pikir Callisto.


" Tetap saja, aku curiga ada penyusup di kerajaan ini. " Ucap Callisto


" Siapa yang berani menyusup, kerajaan ini tidak mengenal ampun. Sekali penyusup tertangkap, mereka pasti akan di hukum mati, atau di eksekusi. " Ucap Hylos.


" Kau benar...." Jawab Callisto.


| Penyusup? Memang siapa yang berani. | Batin Callisto.


...----------------...


BERSAMBUNG... .

__ADS_1


__ADS_2