
Sementara itu, pada sore menjelang malam, Callisto bersama dengan Hylos dan beberapa prajurit istana menunggangi kuda mereka masing-masing. Mereka berniat untuk pergi ke luar istana.
karena Callisto memiliki pertemuan dengan seseorang. Dalam perjalanan, Callisto terdengar bergumam sesuatu.
" Eileria...siapa dia sebenarnya? " Gumam Callisto
Para prajurit dan Hylos yang berada di belakang Callisto, mereka sontak saling bertatapan, seolah bertanya-tanya apa yang di katakan Callisto.
" Apa anda berbicara? " Tanya Hylos penasaran.
" Eileria...." Ucap Callisto.
" Hylos.....Apa kau yakin, Eileria, dia hanya gadis biasa? " Tanya Callisto memastikan.
" Saya sempat yakin, tapi sekarang saya ragu. " Jawab Hylos ragu.
" Kau pasti menyadarinya...." Ucap Callisto.
| Aku ragu dia hanya gadis biasa. | Pikir Callisto.
Callisto sekarang mulai menyadari perubahan Eileria, dia juga ragu jika Eileria hanya gadis biasa.
" Apa dia melakukan hal yang aneh? " Hylos bertanya dengan nada sopannya.
Dengan ragu Callisto menjawab.
" Ya.....
" Dia sangat berbeda dari sebelumnya.....
" Terlihat polos, tidak bisa melakukan apapun, berani.....
" Tapi sekarang....dia sangat berbeda...dia terlihat kuat, keberanian nya tetap tidak hilang, dari gerak geriknya dia bisa menggunakan senjata...."
Callisto berbicara dengan suara rendah, dia sendiri merasa aneh dengan perubahan sikap Eileria.
" .......Apa kita harus menyelidikinya lagi? " Tanya Hylos.
Callisto hanya menghela nafas, dia menarik pelana kuda miliknya, dan berhenti sejenak.
Para prajurit di belakangnya ikut berhenti.
" Selidiki...
" Cari tahu, sampai ke akarnya. Tapi jangan sampai dia tahu....
" Jika dia memang penyusup, bunuh dia..." Ucap Callisto serius dengan mata tajamnya.
Hal itu membuat prajurit yang ada di belakangnya bergidik takut. Mereka sudah tahu bagaimana Callisto, jika dia mengatakan itu, maka itu juga yang harus di wujudkan, jika tidak berhasil, Callisto tidak akan puas.
| Jika yang mulia sudah berkata seperti itu, tandanya pelayan yang bernama Eileria benar-benar mencurigakan. | Pikir Hylos.
" Ahh satu lagi, jangan biarkan aku melihat wanita yang bernama Adelia. Wajahnya membuatku mual. " Callisto menambahkan mengenai Adelia.
" Adelia? Jika saya tidak salah, dia adalah tunangan masa kecil anda? Apa itu benar? " Tanya Hylos.
Ketika Hylos menanyakan hal itu hanya untuk memastikan tebakannya, Callisto merespon dengan wajah mengerut marah.
" Jangan mengatakan dia adalah tunangan masa kecilku....Aku tidak pernah melakukan hal itu dengan bocah perempuan mana pun! " Jawab Callisto sarkas.
" ..Saya mengerti. " Jawab Hylos.
" Ayo kita pergi, ada yang harus aku lakukan secepatnya. " Ucap Callisto, seraya menjalankan kudanya.
__ADS_1
Hylos dengan para prajurit lainnya segera mengikuti Callisto
...----------------...
Ruang makan istana Eldorado.
Ellios duduk di kursi meja makan, dia melihat kursi meja makan itu terlalu banyak, dan kosong.
Ellios berpikir untuk apa kursi banyak itu, jika tidak ada orang yang mendudukinya.
" Kursinya terlalu banyak. " Gumam Ellios.
Dia terlihat kesepian, di meja makan yang panjang dengan beberapa kursi yang kosong.
" Gort! " Panggil Ellios.
Gort pun masuk.
" Saya yang mulia. " Gort memberi salam.
" Ada yang anda butuhkan? " Tanya Gort.
Ellios menatap kursi kosong di sampingnya, dan dia berbicara.
" Dimana Callisto? " Tanya Ellios.
" Beliau pergi dengan Hylos, dan beberapa prajurit. " Jawab Gort.
" Anak itu! ini waktunya makan malam, dia malah pergi begitu saja! " Elliso sedikit kesal.
" ....Itu...." Gort ragu menjawab.
| Bagaimana aku harus mengatakan itu...| Gort bingung.
Dia kemudian mengingat perkataan Callisto, ketika dia menyampaikan pesan Ellios.
– Bilang padanya, aku mempunyai urusan, makan saja dengan pelacur yang dia sembunyikan.
| Yang mulia putra mahkota tidak takut jika ayahnya marah. | Pikir Gort.
" .....Itu..." Gort ragu untuk mengatakan hal itu.
" Katakan cepat! " Tegas Ellios.
" Beliau bilang mempunyai urusan penting sehingga tidak bisa ikut makan malam. " Gort tidak memberi tahu semuanya.
" Urusan apa hingga dia menolak undangan makan malam dariku? " Tanya Ellios.
" Sepertinya beliau menemui pengrajin senjata. " Jawab Gort.
" Kenapa? " Tanya Ellios.
" Saya kurang tahu yang mulia, beliau tidak mengatakan dengan jelas. " Jawab Gort.
" Aku mengerti...Lalu, bagaimana dengan Adelia? " Tanya Ellios.
" Yang mulia menolak. " Jawab Gort.
" Bagaimana mungkin? Adelia anak yang cantik, dan pintar. Dia menolak nya begitu saja? " Tanya Ellios bingung.
" Beliau juga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah bertunangan dengan Lady Adelia. Yang lebih mengejutkan, beliau malah mengakui pelayan yang bernama Eileria sebagai tunangannya. " Gort melaporkan semuanya kepada Ellios.
__ADS_1
" Apa?! Dia tidak mengakui Adelia sebagai tunangannya dan malah mengakui pelayan rendahan itu sebagai tunangannya? " Ellios dengan nada kesalnya.
" Benar yang mulia. " Jawab Gort.
" Keterlaluan......Wanita itu benar-benar menyihir putraku. Sejak kapan dia bertunangan dengan pelayan itu? Apa dia gila? " Ucap Ellios tidak percaya.
" Saya tidak tahu yang mulia. " Jawab Gort.
" Tidak bisa di biarkan! Aku harus melakukan sesuatu. " Gumam Ellios.
" Singkirkan makanannya! Aku tidak nafsu makan! " Ucap Ellios seraya berdiri dari kursi.
" Baik yang mulia. " Jawab Gort.
" Satu lagi Gort. Bawa pelayan rendahan itu ke hadapanku, aku ingin berbicara dengannya. " Perintah Ellios.
" Saya mengerti yang mulia. " Jawab Gort patuh.
...----------------...
Kembali ke ruang bawah tanah tempat Eileria berada.
Eileria dan Alvin tengah duduk bersantai, di temani sebotol arak.
" Kita tidak bisa pulang sebelum menyelesaikan urusan kita di sini. Seharusnya kita melakukan misi itu lebih awal, dan jangan ragu-ragu. " Alvin berbicara sesekali matanya menatap Eileria yang sudah mabuk.
" Hiccup...Hic...
" Hmmm.....kau berisik sekali Alvin..Dulu kau bilang di sini menyenangkan, banyak gadis-gadis cantik. Sekarang kau berkata seperti itu, seolah kau sudah bosan di sini. " Ucap Eileria.
" ...Emmmmheheh, kau benar. Tapi aku merindukan mereka...." Gumam Alvin, dia pun sudah mabuk.
" Ck,ck.....Aku tidak merindukan mereka...Yang aku rindukan hanya wilayahnya saja. " Ungkap Eileria.
" Apa kau masih ingat wajah yang mulia? " Tanya Alvin seraya meneguk arak yang dia pegang.
Eileria diam sejenak, kemudian dia berdiri dari duduk.
" Eiiiii....Kau mau kemana Leria? " Tanya Alvin setengah mabuk.
" Hmmm? " Eileria hanya menoleh.
" Pergi kemana kau? " Tanya Alvin.
" Pulang.....Ada bocah yang harus ku urus. " Jawab Eileria seraya pergi.
" Hmm? Siapa bocah itu? " Tanya Alvin matanya mulai menyipit mengantuk.
" Callisto......Bocah itu..." Jawab Eileria.
Dengan beberapa gelengan kepala, Alvin berkata.
" Tidak mungkin....
" ....Kau....
" Kau mau kembali dalam keadaan seperti itu? " Tanya Alvin.
Eileria yang berjalan dengan sempoyongan, dia malah melambaikan tangan, dan pergi meninggalkan Alvin.
" Wanita itu.....benar-benar....." Gumam Alvin, dia pun tumbang karena arak yang dia minum.
...----------------...
__ADS_1