Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 32


__ADS_3

" Huek......


" Ughhhkk.....Bisa-bisanya—


" Aku mengingat lelaki itu! UghhHuek.....


Dalam keadaan mabuk, Eileria terus memuntahkan minuman yang dia minum, belum lagi mulutnya tidak bisa berhenti mengutuk Callisto.


" ......Yang mulia raja? Ellios. Yang mulia pangeran? Callisto. Kedua laki-laki itu sama saja, dingin, kejam, dan tidak berperasaan. Harusnya aku tidak menerima tugas ini! Aaaaahhhhhhkkk!!!!!!!....


" Misi sialan!!!!! Callisto sialan! kerajaan Sialan!....


" Habis sudah semua masa kecilku!....


" Mansionku! Gaunku! Uangku! Semuanya!…...


" Mereka tidak berarti di sini! "


Eileria terus berteriak, sambil berjalan dengan langkah buruk, dia bahkan mengeluarkan sebagian keluhannya.


" Alvin, si pria brengsek itu! Dia sangat pelit, ceroboh, dan banyak tingkah! " Sekali lagi Eileria mengeluarkan keluhannya.


Karena teriakan Eileria cukup kencang, para pejalan kaki di jalan itu menatap Eileria dengan alis mengerut, dan wajah aneh.


" Siapa gadis itu? " Mereka bahkan membicarakan Eileria.


" Berani sekali dia berbicara buruk tentang yang mulia raja dan pangeran. Apa dia gila? "


" Sepertinya dia kalah taruhan, sehingga berani menyinggung nama keluarga kerajaan. "


" Nyalinya cukup besar, dan berani. "


Orang-orang yang ada di jalan itu terus menatap Eileria, dan membicarakannya. Bahkan ada beberapa lelaki yang menghampiri Eileria, mereka jelas mendekat bukan berniat baik, melainkan berniat buruk.


" Biarpun dia sedikit aneh, tapi wajah dan tubuhnya sangat menggoda. Aku menyukai nya. " Ucap pria dengan rambut pirang.


" Kau benar! Akan bagus jika kita membawanya ke tempat yang sepi, dan kita harus mencobanya. " Dukung pria dengan rambut hitam kebiruan.

__ADS_1


" Mari kita goda dia. " Tutur temannya yang berambut coklat.


Ketiga pria itu datang ke hadapan Eileria, dengan wajah mesum mereka.


" Lady? Apa kau baik-baik saja? " Tanya pria berambut hitam kepada Eileria.


Eileria menaikkan kepala nya dan menatap ketiga pria yang menghalangi jalannya.


" Serangga dari mana pula...." Gumam Eileria yang masih menatap ketiga lelaki.


" Kalian! Cepat menyingkir! " Teriak Eileria.


Pria itu tidak gentar, mereka menebar senyuman untuk merayu Eileria.


" Kenapa kau jutek sekali.....Wajahmu yang manis tidak akan menakutiku. " Ucap pria dengan rambut coklatnya.


" Minggir! " Ucap Eileria.


" Kemarilah....kita bertiga pasti bisa membuatmu merasa puas. " Ucap pria berambut hitam kebiruan.


" Aku akan terlambat, cepat minggir! " Teriak Eileria sekali lagi.


" Lama sekali, lebih baik ikut saja. Jangan berpura-pura tidak mau! " Ucap pria berambut pirang seraya menaruh tangannya di pundak Eileria.


Saat tangan si pria pirang itu berada tepat di pundak Eileria, mata Eileria seketika melirik ke arah tangan itu berada.


" Apa-apaan ini?......" Gumam Eileria pelan.


Mata Eileria terlihat marah ketika dia menatap tangan yang menempel di pundaknya.


" Beraninya kalian!...." Tegas Eileria dengan sorot mata tajam menatap ke tiga pria yang ada di depannya.


" Lihat, lihat! Matanya sangat cantik bukan? " Ucap pria berambut hitam.


Eileria yang marah, tanpa pemberitahuan dia meletakkan tangannya di tangan pria berambut pirang yang masih memegang pundaknya, Eileria dengan mantap meremas tangab si pria pirang hingga dia menjerit kesakitan.


" Aargghhhhhhhhh!!! Lepaskan! " Ringisan dan teriak pria berambut pirang.

__ADS_1


" Wanita jal*ng! " Teriak pria berambut coklat marah.


Tidak puas mereka akan membekuk Eileria, akan tetapi kaki Eileria dengan cepat menendang mereka ke belakang secara bergantian.


' Duak!! '


Mereka bedua terhempas, Eileria yang belum selesai dengan pria berambut pirang, dia menarik tangan si pria pirang kemudian mematahkan nya dengan ganas.


' Krek!....'


" Argghhhhhhhentikan! Hentikan...." Teriak pria berambut pirang kesakitan.


" Jangan menaruh tangan kotor kalian di tubuhku! Dasar pria menjijikan! pergi kalian! " Teriak Eileria seraya mendorong pria berambut pirang ke belakang.


" A-ayo pergi! Ayo! " Mereka pun pergi dengan tubuh yang kesakitan.


Eileria yang berada di sana menjadi sorotan orang-orang. Tapi dia tidak peduli, karena mereka pun tidak memperdulikan dirinya.


" .....Aku sudah menduga orang-orang di kerajaan ini memang tidak peduli dengan orang lain. " Gumam Eileria pelan, seraya meninggalkan tempat tersebut dengan langkah yang buruk.


Di sisi lain, setelah Eileria pergi beberapa orang muncul dari balik gang kecil dengan kuda mereka.


Siapa lagi jika bukan Callisto, Hylos dan prajuritnya.


" Sepertinya dugaanku benar, dia bukan perempuan biasa. Cara dia mematahkan lengan lelaki, dan menendang mereka terlihat berpengalaman. " Gumam Callisto.


" Anda benar yang mulia, sayang sekali kita tidak bisa mendengar perkataannya. " Ucap Hylos.


" Aku sedikit mendengar.....


" Yah, yang jelas dia mengutukku. Tapi melihatnya melawan mereka, cukup menghiburku. " Ucap Callisto dengan senyuman di bibirnya.


Hylos yang sedari kecil menjadi pengikutnya, dia sangat aneh melihat Callisto tersenyum tanpa adanya paksaan.


| Sudah sedari tadi yang mulia terus merekahkan bibirnya, dia terus tersenyum melihat pelayan itu. Apa jangan-jangan yang mulia menyukainya? Tidak mungkin, jelas sekali yang mulia ingin memberi perhitungan karena membangunkan dirinya dari tidur. | Pikir Hylos.


" Ayo kita ikuti wanita itu. " Perintah Callisto.

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG.....


__ADS_2