
Suatu kamar di dalam istana Eldorado.
Kamar dengan pintu khusus yang terlihat mahal, dinding yang di ukir dengan emas, perabotan yang mewah, dan lukisan di dinding yang tidak biasa.
Di pojok kiri dekat sebuah jendela, sosok gadis dengan rambut Silver duduk dengan ekspresi penuh ambisi.
" Apa dia yakin pertunangan dengan wanita rendahan itu akan berhasil? " Wanita itu adalah Adelia.
" Sayangku, aku sudah sampai di sini. Aku juga sudah mendapat lampu hijau dari yang mulia raja....
" Yah.....Sebentar lagi kau pasti akan berada dalam genggamanku, Callisto...."
" Bahkan Raja Ellios menempatkan ku di istana Ratu, dia jelas sekali mendukungku sebagai pendampingmu Callisto. "
Adelia, yang mengaku sebagai tunangan masa kecil Callisto, dia sudah menetap di istana khusus Ratu.
Istana itu kosong sejak lama, hanya di buat untuk pajangan saja. Karena selama ini Ellios tidak pernah memilih wanita mana pun menjadi ratu.
Berbeda kali ini, dia ingin mendorong Callisto untuk menikah dengan Adelia dan menempatkan Adelia sebagai Ratu di sisinya.
Posisi yang selama ini kosong harus di isi sesuai dengan keinginan Ellios, dia tidak peduli dengan pendapat Callisto.
...----------------...
Keesokan harinya.
Pertunangan benar-benar akan di lakukan oleh Callisto, semua persiapan sudah selesai dengan sempurna sesuai keinginan Callisto.
" Gaun ini berat sekali.." Eileria yang berada dalam kereta menuju tempat pertunangan merasa risih dengan gaun yang dia kenakan.
Dia tidak biasa memakai gaun menggelembung di penuhi mutiara di sekitarnya. Meski begitu dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja, layaknya tunangan kontrak putra mahkota.
" Sampai tujuanku dan kontrakku selesai, sepertinya aku harus terbiasa memakai gaun lagi mulai saat ini. " Gumam Eileria.
" Yah....aku tidak berharap ini berjalan dengan baik. Setelah aku pikir-pikir sudah seminggu aku tidak mengunjungi Alvin, jika dia tahu aku melakukan sesuatu yang lebih nekat, dia pasti akan berbicara tanpa jeda. " Dalam kereta menuju tempat pertunangan Eileria terus bergumam sendiri.
Entah itu untuk menghilangkan rasa tegangnya, atau menghilangkan beban yang ada di pikirkan nya untuk sementara.
Tidak lama kemudian, kereta berhenti.
" Keretanya berhenti...Apa aku harus turun? Tidak, tunggu sampai ada aba-aba. " Gumam Eileria, dia membuka tirai jendela kereta sedikit untuk memastikan sesuatu.
" Bukan main-main....dekorasinya sangat mewah..." Eileria cukup takjub melihat keluar dari jendela.
Tempat pertunangan di dekor dengan bunga yang jarang di temukan di kerajaan Eldorado, tentu saja Eileria yang melihatnya cukup terkejut.
' Ceklek....
Pintu kereta terbuka, muncullah Hylos dengan pakaian resminya yang rapi. Dia bahkan mengikat rambut panjangnya ke belakang dengan pita merah.
" Sir Hylos, anda terlihat beda. " Goda Eileria dengan senyum kakunya.
" Terima kasih. Ini berkat anda, dan yang mulia. " Ucap Hylos dingin.
Hylos mengulurkan tangannya sambil menunduk sedikit, dan berkata.
__ADS_1
" Silahkan turun, Yang mulia sudah menunggu anda. " Ucap Hylos sopan.
Tentu saja Eileria menerima Hylos, akan tetapi sebelum dia mau memegang tangan Hylos, tangan lainnya datang dan menepis tangan Hylos.
" Ah...
Eileria kaget, tangan itu menggenggam tangannya kuat.
" Agar terlihat lebih menghebohkan, maka aku sendiri yang akan menjemputmu. " Suara yang bisa membuat orang takut, dan mematuhi perintahnya.
" Yang mulia! Apa ini? " Tanya Eileria, spontan.
Pemilik suara itu adalah Callisto, dia sengaja datang untuk menjemput Eileria, namun tidak tahu pasti apa alasannya.
" Sekarang banyak mata yang melihat, kita harus menunjukkan keharmonisan. Benar begitu? " Ucap Callisto seraya merangkul pinggang Eileria dan menggendongnya.
Dia layak di nyatakan sebagai budak cinta dalam situasi saat ini.
" Apa harus seperti ini? " Tanya Eileria malu.
| Wangi....Aromanya memang selalu seperti ini. Siapa pun mungkin akan kecanduan menghirup aroma tubuhnya. | Batin Callisto tulus.
" Yang mulia?..." Tanya Eileria.
Callisto diam karena hanyut dalam aroma tubuh perempuan yang dia gendong.
| Kenapa dia tidak menjawab?..Apa aku melakukan kesalahan. | Batin Eileria.
Selama Callisto berjalan di carpet merah dengan menggendong calon tunangan kontraknya, dia hanya memandang lurus ke depan dengan tenang.
" Putra mahkota mengadakan pertunangan secara tiba-tiba, dia mengirim surat undangan sehari sebelumnya. Benar-benar tidak sifat keluarga kerajaan. "
" Seberapa cantik wajah wanita yang menembus pintu hati yang mulia? "
" Dengar-dengar, putra mahkota memiliki tunangan masa kecil. Apa itu benar adanya? "
" Tidak, tunangan masa kecil yang mulia putra mahkota kan Lady Adelia, bukan wanita dalam pangkuan Yang mulia. "
" Lalu, siapa wanita itu. Dia bahkan sampai di gendong seperti itu. "
Para bangsawan, baik dari kalangan remaja, tua, laki-laki, atau pun perempuan. Mereka membicarakan pertunangan Callisto yang tiba-tiba.
Walau acara pertunangan itu mendadak bagi para tamu undangan, itu tidak bisa membuat mereka beralasan untuk tidak datang ke acara. Bagaimana pun acara itu bersangkutan dengan keluarga kerajaan.
Mereka pasti akan datang, apalagi para bangsawan suka bergosip. Meski mendadak mereka pasti tidak rugi.
Mereka bisa mendapatkan bahan-bahan gosip, dan para lelaki dari kelas menengah, sampai atas bisa bersosialisai membangun suatu hubungan, entah itu bisnis atau apapun itu yang bisa di lakukan di acara pesta.
" Cukup!...
" Turunkan saya. Mereka akan mengira tunangan putra mahkota lumpuh sampai harus di gendong seperti ini. "
Eileria yang sudah menahan malu setelah melewati para bangsawan, dia meminta agar Callisto menurunkannya.
" Padahal sandiwara ini cukup bagus. Kau lihat sebelah sana...." Callisto dengan matanya menunjuk ke arah kanan.
__ADS_1
Eileria melihat apa yang di tunjuk Callisto.
" Adelia......
Mulut Eileria seketika mengatakan sosok wanita yang waktu itu bertemu dengannya.
" Jujur saja, dia sangat cocok menempati posisi putri mahkota. Cantik, berani, tegas, pintas, dan–
" Hentikan...! " Callisto dengan suara menekan memotong kata-kata Eileria.
Callisto menurunkan Eileria, dalam situasi itu Eileria tanpa sadar menatap wajah Callisto yang terasa lebih dingin di banding sebelum-sebelumnya.
" Haaa....
" Mari lanjutkan pertunangannya. " Ucap Callisto dengan tangan yang segera meraih Eileria.
| Apa ini? Kenapa aku merasakan hawa yang tidak baik berkumpul di sekitar sini. Hawa ini berubah ketika aku memuji Adelia, lalu apa masalahnya? | Batin Eilera bertanya-tanya, namun tidak peduli.
Mereka berdua tiba di tengah. Callisto tidak banyak berkata-kata.
Setelah sambutan, dan hal lainnya selama pertunangan mereka tidak berbicara, sampai pada akhirnya mereka akan bertukar cincin, mengikat kontra mereka berdua.
" Ku harap kau menepati janjimu....Kontrak kita. " Callisto menyematkan cincin di jari Eileria.
Sama hal nya dengan Eileria.
" Itu tentu saja. Jika tidak, kepala saya akan terbang. " Balas Eileria.
Saat Eileria menyematkan cincin di jari Callisto, suara teriakan seseorang terdengar.
" Keterlaluan! " Tidak perlu menebak, suara itu milik Adelia.
" Yah, padahal cincin nya belum masuk. " Gumam Eileria.
" Diam saja sudah bagus seperti tadi. Sekarang dia mau diam menjadi mayat, kah? " Callisto mendecakkan lidah sesekali, dengan mata berkilat dingin.
" Saya mohon, Jangan bercanda di pertunangan kontrak kita. Itu tidak lucu. " Balas Eileria.
Semua mata tertuju pada Adelia. Tapi Adelia tidak peduli, dia berjalan naik menuju pasangan yang sedang melangsungkan pertunangan.
' Tap....
Adelia sampai di hadapan mereka berdua.
" Salam Yang mulia putra mahkota. " Adelia memberi salam kepada Callisto dengan tegas, dan tenang.
Tapi saat dia menatap Callisto, matanya menyala akibat cinta pada Callisto.
" ....Anda kejam meninggalkan tunangan asli anda yang mulia......
Saat itulah para bangsawan mulai gaduh. Mata Callisto pun berubah menyipit.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
__ADS_1