
Setelah Callisto pergi, Eileria termenung untuk beberapa waktu. Tapi, dia pikir bagus jika memang Callisto menyukai.
" Ya, dia mulai mempercayaiku. Mungkin leherku akan sama seperti pelayan tadi jika dia tahu aku orang dari kerajaan asing yang mengincar batu sihir. " Gumam Eileria.
| Putri Fiona, apa dia baik-baik saja di istananya? Dia buru-buru kembali ke istana itu. Padahal aku sangat ingin bermain dengannya. | Batin Eileria, tiba-tiba dia terpikir putri Fiona.
...----------------...
Ruang singgahsana raja.
Ellios duduk di kursi tertingginya, dia tengah berbicara dengan tamu yang menurut dia penting, tentu saja itu menyangkut dengan putra Callisto.
" Yang mulia, putri saya sudah kembali ke rumah nya. Saya mohon, biarkan putri saya menjauh dari putra anda. Karena putri saya sudah sadar atas kesalahannya, dan dia sudah menyerah mengejar yang mulia putra mahkota. " Pria itu adalah ayah dari Adelia.
Seorang Duke di kerajaan Eldorado.
" Padahal aku sangat ingin putri mu menjadi ratu yang pertama di kerajaan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak bisa memaksanya lagi. " Ucap Ellios dia pun sadar tidak bisa terus mendorong Adelia untuk mendekati Callisto.
" Terima kasih yang mulia anda memang murah hati. " Ucap Duke.
" Pulanglah, katakan pada putrimu aku mengerti. Tapi jika dia berubah pikiran kembalilah, istana ini akan selalu terbuka untuknya. " Ucap Ellios.
" Terima kasih yang mulia, saya undur diri. " Ucap Duke.
Dia pun pergi meninggalkan Ellios dan Gort di belakang. Setelah Duke benar-benar pergi, Gort mulai berbicara.
" Yang mulia, saya tidak menyangka Lady Adelia akan menyerah begitu saja. " Ucap Gort.
" Aku tidak tahu senjata apa yang pelayan itu gunakan sampai-sampai Adelia yang keras kepala bisa mundur dengan mudah. " Ellios bertanya-tanya.
" Tapi, ada satu hal yang mencurigakan yang mulia. Katanya yang mulia putra mahkota menyeret pelayan itu masuk ke kamarnya dengan kasar. Mereka terlihat bertengkar, dan ada desas desus bahwa mereka memang tidak saling menyukai. " Gort melaporkan apa yang dia lihat, dan dia dengar.
" Itu bagus jika memang benar. Karena aku tidak akan tenang jika putraku menikahi seorang pelayan rendahan dan membawanya duduk disebelah singgahsananya. " Ucap Ellios yang tetap tidak terima dengan hubungan Callisto dengan Eileria.
__ADS_1
" Selain itu, selir pertama keluar dari istananya beberapa hari yang lalu. Mata-mata yang anda simpan di sana mengatakan bahwa beliau menyembunyikan seorang pria. " Gort menyinggung soal selir pertama Sabrina.
Ketika mendengar itu, Ellios hanya diam tanpa ada reaksi, dia seperti tidak peduli.
" Dia tidak mungkin menyembunyikan pria lain. Jika dia mau, aku sendiri yang akan membawa pria untuknya, baru setelah itu aku akan menendangnya keluar dari istana. " Ucap Ellios.
" Saya akan menyelidikinya lagi. " Ucap Gort.
" Ya, terserah padamu. " Jawab Ellios.
...----------------...
Ruang Kerja Callisto.
" Aku sudah mengatakannya. Saat itu jantungku rasanya akan meledak. " Callisto tiba-tiba bergumam ketika dia sedang membaca dokumen.
" Dari pada itu, sepertinya ada sesuatu yang terlewat saat aku mengatakannya. Apa yang aku lupakan. " Dia bergumam berusaha mengingat.
Di tengah itu semua, para bahannya tiba-tiba masuk dengan tergesah-gesah.
' Brak,- Suara pintu di buka kasar.
" Manusia sialan mana yang berani melakukan itu?! " Callisto pada beberapa detik lalu masih tersenyum bahagia, sekarang memasang wajah masam.
" Yang mulia kami ingin melapor! " Itu adalah Jimmy, dia datang paling depan lalu di belakangnya ada Ansel dan Kaleid.
" Bawahan yang tidak di didik! Apa kurang semua hukuman yang pernah kalian alami dariku?! " Teriak Callisto, dia memarahi bawahnya.
" Ma-maaf yang mulia, ini keadaan serius. Saya cukup bersemangat tadi. " Jawab Jimmy.
" Untung saja suasana hatiku sedang baik. Untuk kali ini kalian aku ampuni. " Ucap Callisto dia meredakan amarahnya sendiri.
__ADS_1
" Itu tidak seperti anda. " Lagi-lagi Ansel bergumam, karena dia yang paling sering mendapatkan hukuman dari Callisto.
" Bocah bodoh! Diam, apa kau mau berada dalam masalah! " Bisik Kaleid.
" Siapa yang bicara tadi?... " Tanya Callisto.
" Tidak ada, saya sangat berterima kasih dengan kemurahan anda yang mulia. " Ucap Jimmy.
" Katakan, apa yang kalian dapatkan? " Tanya Callisto.
Dengan cepat, Jimmy menjelaskan kepada Callisto apa yang mereka dapat selama mengawasi kedai di ibu kota itu.
" Ada pria aneh berjubah putih yang masuk ke sana. Pria bernama Alvin, dan satunya lagi kami tidak tahu namanya. Mereka merencanakan sesuatu. Tapi kami tidak bisa masuk mengikuti mereka karena mereka sadar akan kehadiran kami. " Jawab Jimmy.
" Alvin, dia teman Eileria. " Gumam Callisto.
" Lalu? " Tanya Callisto sekali lagi.
" Pria berjubah putih itu, tidak tahan dengan sihir. Dia kesakitan saat bedekatan dengan orang yang menggunakan sihir. " Di sini Kaleid berbicara.
" Tidak ada bangsawan di kerajaan kita yang lemah akan sihir. Dan itu mustahil..." Ucap Callisto.
" Ini bukan dari kerajaan kita yang mulia. Saya tidak tahu ini benar atau tidak, tapi raja kerajaan tetangga ada yang tidak kuat dengan energi sihir. " Ansel berbicara menimpa.
" Dari mana kau tahu itu? " Tanya Jimmy.
" Kerajaan Carvana. Fallen, dia tidak tahan dengan sihir, saat aku bertarung dengannya dia mudah tumbang hanya dengan satu serang sihir kecil. " Callisto menebak.
" Tapi itu tidak mungkin. Untuk apa dia datang kemari, itu sama saja mencari mati. " Ucap Ansel.
" Dia membutuhkan sesuatu di kerajaan ini. Jika ingin tahu siapa dia, awasi kedai itu dua puluh empat jam. Jangan sampai ada yang terlewat. " Titah Callisto.
...----------------...
__ADS_1