Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 57


__ADS_3

Kamar Eileria di istana, pagi hari.



" Ayo, cepat pikirkan bagaimana caranya agar aku bisa secepatnya menyelesaikan misi ini. "


| Aku tidak bisa berpikir karena Callisto yang terus muncul dalam pikiranku. Tapi, apa benar pria itu mempunyai perasaan kepadaku? Tidak mungkin. | Batin Eileria.


Eileria sedang menyusun rencana untuk masuk ke ruang penyimpanan batu sihir. Tapi, pikirannya buyar karena Callisto.


| Jika di pikir-pikir sudah hampir tiga hari dia tidak berkunjung. Apa dia sakit? Atau mungkin dia sibuk? | Eileria bertanya-tanya dalam batinnya.


" Berhenti memikirkan dia, mari pikirkan batu sihir. " Eileria berusaha menepis pikiran tentang Callisto.


" Aku sudah tahu di mana batu sihir itu berada, namun pintu terakhir menuju ruang batu sihir tidak bisa di buka dengan sembarangan. Sebenarnya apa yang bisa membuat pintu itu terbuka. " Gumam Eileria, dia memikirkan bagaimana caranya membuka pintu terakhir menuju batu sihir berada.


Saat dia terus berpikir, tiba-tiba sebuah ide terpikirkan olehnya.


| Jika Callisto memang tertarik denganku, aku bisa memanfaatkannya. Mendekati nya, dan mencari tahu tentang batu sihir dari dirinya langsung. | Batin Eileria.


" Tidak. Aku tidak mau melihat orang lain sakit hati karena aku. Melihat Alvin di putuskan oleh pacarnya secara tiba-tiba dan tanpa alasan membuatku merasa kasihan. Akibat putus cinta, dia bahkan sampai tidak makan, dan minum selama hampir dua minggu." Gumam Eileria.


Eileria berjalan menuju pintu keluar, sambil bergumam kecil.


" Mungkin aki bertanya pelan-pelan seolah aku hanya ingin tahu saja. " Gumamnya.


Saat dia hendak membuka pintu, tiba-tiba saja ada orang yang membuka pintu kamarnya dari luar, segera Eileria mundur karena mungkin pintu itu bisa saja melukai kepalanya.


" Tindakan tidak sopan apa ini? " Eileria yang masih kaget bertanya dengan nada sedikit tinggi.


Saat Eileria melirik, dan melihat pelaku utama, yang ada di matanya hanya seorang pelayan dengan wajah angkuh berdiri di depannya.


" Selir pertama ingin bicara dengan anda. " Ucapnya dengan nada tidak ramah.


" Tiba-tiba? Dan kau seorang pelayan membuka pintu tanpa pemberitahuan apapun. " Ucap Eileria dengan alis mengerut.


Pelayan itu hanya berdiri menaikkan kepalanya, dan menatap Eileria rendah.


Eileria yang paham dengan tatapan itu dan sikap angkuhnya, dia pun segera memberi serangan kepada pelayan di depannya


" Seorang pelayan sepertimu berani menaikkan kepalamu, dan menatap orang yang kedudukannya lebih tinggi dari mu. Sepertinya kau tidak sayang dengan kedua bola matamu. " Eileria memberikan serangan kecil, Eileria bahkan melipat tangannya tidak kalah angkuh.


| Mungkin dulu aku diam saja. Tapi sekarang aku tidak mau dianggap rendah hanya karena dulu pernah menjadi pelayan di istana. Jadi mari kita gunakan kekuasaan ini sepuasnya, hahah. | Batin Eileria.

__ADS_1


Meskipun pelayan di kerajaan Eldorado, Eileria pada dasarnya memang bangsawan di kerajaan Carvana karena dia terlahir di keluarga Duke, keluarga terkuat setelah keluarga kerajaan.


" Kau sebaiknya jangan berlagak seperti putri mahkota, hanya karena sudah bertunangan dengan yang mulia putra mahkota. " Sikap tidak sopannya semakin menjadi, dia bahkan berbicara informal kepada Eileria.


" Wah, sepertinya kau tidak terima dengan pertunanganku. Jika memang kau iri, dan tidak terima dengan pertunangan ini, maka proteslah pada yang mulia sendiri. Karena dia yang sudah memilihku. " Eileria menatap sinis ke arah pelayan itu.


Pelayan itu geram, dia mengepal kedua tangannya marah. Tidak mungin baginya untuk protes pada Callisto, mungkin sebelum dia selesai berbicara lehernya akan hilang duluan.


" Yang mulia hanya tergoda olehmu yang seorang wanita murahan. Kau seharunya tahu diri! Dasar Ja*ang murahan. " Ucap pelayan itu semakin kasar.


Eileria diam untuk sementara, dia hanya memperhatikan omong kosong pelayan di depannya. Meski begitu dalam pikirannya Eileria sudah memikirkan banyak hukuman untuk pelayan di depannya.


| Suaranya seperti lalat terbang, berisik. Apa aku jambak rambutnya sampai kepalanya terpisah? Tidak itu terlalu sadis, lebih baik aku potong tubuhnya menjadi beberapa bagian, lalu buang ke laut. | Pikir Eileria.


Satu persatu pikiran kejam yang selama ini di tahan oleh Eileria mulai keluar.


| Tapi, perasaan apa ini. Kenapa aura di sini terasa dingin. | Batin Eileria sekali lagi.


" Ada apa ini? " Tiba-tiba di tengah situasi, seseorang datang.


| Suara ini jarang terdengar, namun aku tahu siapa dia. | Batin Eileria, ketika dia sadar siapa pemilik suara itu.


Pelayan yang tadinya angkuh sekarang bergetar ketakutan, dan dia membungkuk rendah.


Pria itu jelas Callisto, siapa lagi putra mahkota yang bisa membuat aura di sekeliling berubah menjadi dingin.



" Salam yang mulia putra mahkota. " Eileria memberi hormat.


" Jawab, apa yang pelayan ini katakan? " Tanya Callisto serius.


" Dia berkata jika anda tertarik dengan wanita murahan seperti saya. " Eileria menjawab sesuai dengan apa yang di ucapkan pelayan.


" Ti-tidak yang mulia, di-dia berbohong yang mulia. Ju-justru saya hanya menyampaikan pesan dari selir pertama, tapi dia tidak merespon. " Pelayan itu beralasan.


Ketika mendengar kata-kata pelayan yang tengah berbelit-belit Callisro memasang wajah joker.


" Apa kamu menganggap aku bodoh? Seorang pelayan beraninya kau tidak menghormati orang pilihanku. Berbelith-belit sekali bicaramu, katakan saja jika kamu memang ingin mati. " Ucap Callisto dengan sorot mata tajam berkilat.


" Hylos penggal leher pelayan ini! dan gantung kepalanya di gerbang istana. Itu contoh untuk pelayan yang berani mengganggu orangku. " Ucap Callisto.


" Saya mengerti yang mulia. " Hylos yang berdiri di belakang Callisto sejak tadi, dia pun menjawab patuh.

__ADS_1


Sementara pelayan selir pertama dia berlutut dan memohon ampun, seraya menabrakkan kepalanya ke lantai.


' Dak, dak,- Suara benturan dari si kepala pelayan.


" Saya mohon yang mulia, ampuni saya! Tolong tarik perintah anda! Ampuni saya yang mulia! " Pelayan itu terus memohon, tapi Callisto tidak menggubris.


" Mari kita masuk ke kamarmu, ada hal yang harus aku bicarakan denganmu. " Callisto masuk ke kamar Eileria tanpa mendengar persetujuan Eileria.


" Ah....Baiklah. " Eileria hanya bisa merespon, dan ikut masuk meninggalkan pelayan yang terus memohon.


...----------------...



Ruangan santai di kamar Eileria, semua furnitur bergaya clasik bangsawan. Callisto yang sudah duduk dan menyeruput teh dia belum memulai percakapan.


Maka dari itu Eileria yang mulai duluan.


" Ada apa? Apa saya harus melakukan sesuatu yang lain. " Tanya Eileria, dia kira ada hubungan nya dengan kontrak pertunangan.


" Tidak. Aku hanya ingin bertanya satu hal kepadamu. " Callisto menaruh cangkir tehnya dan berbicara serius.


" Dari wajah anda, sepertinya ini sangat serius. " Ucap Eileria.


" Benar. Setelah aku merenung selama beberapa hari, aku sudah mendapat jawaban dari apa yang aku rasakan. " Ucap Callisto.


| Apa sih yang dia maksud? | Eileria dalam batinnya.


" Lalu? " Tanya Eileria.


" Aku menyukaimu. Mungkin ini terdengar secara tiba-tiba. Namun itu yang aku rasakan. " Callisto seperti menyatakan perasaannya.


Tapi dalam telinga Eileria itu terdengar bukan pernyataan cinta.


| Dia bukan menyatakan cinta, dia suka dengan peran yang sudah aku lakukan selama ini. Mana ada pernyataan cinta setidak romantis ini. | Batin Eileria.


" Ja-jadi, itu saja yang ingin aku katakan. " Dengan wajah merahnya sekaligus gugup, Callisto berdiri dan pergi.


" Kenapa dengan pria itu? Untuk pertama kalinya aku lihat dia gugup seperti itu." Eileria bertanya-tanya dengan tindakan, dan ekspresi Callisto saat itu.


...----------------...


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2