Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 33


__ADS_3

Callisto dan para pengikutnya membuntuti Eileria, mereka berjalan di belakang Eileria dan terus mengawasinya.


" Yang mulia...


" Sampai kapan kita membuntuti pelayan itu?


" Tanya Hylos sedikit mengerutkan kening.


" Sampai dia berhenti. " Jawab Callisto datar.


| Ini jalan menuju istana. Apa dia akan masuk ke istana dalam keadaan mabuk? | Callisto dalam batinnya.


Benar apa yang di pikirkan Callisto, Eileria berjalan dengan langkah yang buruk untuk kembali ke istana.


" Callisto~


" Listo~~


Eileria terus berteriak memanggil nama Callisto. Pemilik nama itu bereaksi mendengar namanyadi ucap sembarangan.


" Gadis itu....


" Aku menyerah memberitahu dirinya bahwa nama putra mahkota tidak boleh di panggil sembarangan...." Gumam Callisto sembari menggelengkan kepalanya.


" Pelayan itu sebenarnya memiliki keberanian yang besar, jujur saja dia berbeda dengan pelayan lainnya." Gumam Hylos.


" Berhenti berbicara, terus ikuti dia " Tegur Callisto.


Beberapa saat kemudian, Eileria sampai di depan gerbang istana, ada beberapa penjaga gerbang salah satu dari mereka menghampiri Eileria dan bertanya.


" Kau pelayan istana? " Tanya penjaga itu sambil mengerut.


" ......Aku bukan pelayan! Aku punya banyak uang, Mansion, peliharaan, dan masih banyak lagi..Tapi sayang itu tidak berarti di sini! " Ucap Eileria dengan kondisi yang sudah mabuk berat.


" Sepertinya dia mabuk, dan bermimpi. " Ucap penjaga kepada temannya.


" Jangan biarkan dia masuk, dia mabuk. " Ucap penjaga pintu.


" ....Minggir! Aku harus masuk! " Eileria dengan sempoyongan mendorong penjaga pintu istana.


" Pergilah! Kau tidak boleh masuk! " Teriak pemjaga seraya mendorong Eileria.


Saat itu pula, teriakan lelaki yang bisa membuat semua orang diam terdengar dari arah belakang.


" Biarkan dia masuk! " Siapa lagi jika bukan Callisto.


" Kenapa diam saja! Cepat buka gerbangnya! " Hylos menambahkan.


" Ba-baik Yang mulia. " Jawab para penjaga pintu gugup.


Eileria pada saat itu menatap sosok Callisto yang turun dari kudanya, Callisto berjalan ke arahnya dengan wajah lurus.


" Sudah mabuk seperti ini tapi sikafmu tidak ada perubahan. " Sindir Callisto.


" E,hey! Siapa kau? " Tanya Eileria mabuk.


" Ooooh! Kau rupanya! Callisto si penindas, dan paling kejam di kerajaan Eldorado. Mana mungkin aku bisa melupakanmu!...." Ucap Eileria dengan tangan yang menunjuk Callisto.


" Ck....ada-ada saja. " Callisto mengusap rambutnya, dan mendecakkan lidahnya pelan.


" Hmmm, kau! " Eileria berjalan ke arah Callisto dan mencolek dada Callisto dengan telunjuknya sendiri.

__ADS_1


" Ya-yang mulia dia?! " Hylos dan beberapa orang kaget melihat hal itu.


Raut wajah mereka terlihat tegang.


| Seenaknya menyentuh tubuhku! Awas saja kau! | Batin Callisto.


" Apa?! " Tanya Callisto.


" Apa kau sudah makan? Kau sudah berendam di air? Apa kau sudah menyelesaikan tugasmu? " Tanya Eileria.


| Apa-apaan wanita ini? Kenapa dia menanyakan hal itu? | Bantin Callisto.


" .....Jawab aku! Ya, apa belum? " Tanya Eileria sembari mengguncang kerah Callisto.


" B-belum..." Jawab Callisto dengan raut wajah merah.


" Hei! Lepaskan tanganmu dari kerah yang mulia! " Teriak Hylos.


| Dia berani sekali kepada yang mulia, meski aku tahu dia dalam keadaan mabuk, tapi tetap saja itu penghinaan untuk pangeran. | Pikir Hylos.


Callisto mengendurkan wajahnya kembali, dan menatap gadis mabuk di depannya dengan wajah datar.


" Lepaskan tanganmu! " Tegur Callisto dingin.


" Bukan itu sekarang!....


" Kenapa kau tida makan? Seharusnya kau makan! Padahal aku ingin tidur setelah melakukan pekerjaan itu....


" Ta-tapi, kau! Membuatku harus bekerja lagi...." Ucap Eileria masih mabuk.


" Membuat makanan, melayaniku itu sudah jadi tugasmu! Kau harus ingat itu pelayan! " Ucap Callisto.


" Haah....ini melelahkan! " Ucap Eileria seraya melepaskan kerah Callisto.


Raut wajah mereka terlihat kaget, dan bingung. Tapi karena Eileria mabuk dia hanya berjalan melewati barisan penjaga itu tanpa dosa.


" Benarkan dia pelayan? " Bisik penjaga gerbang.


" Apa yang mulia menurunkan sikaf kejamnya? " Bisik penjaga lainnya.


Bisikan itu terdengar di telinga Callisto, dan dia pun dengan cepat menegur bawahannya.


" Serangga yang berisik! Tutup mulut kalian sebelum aku merobek mulut kalian dengan pisauku! " Ucap Callisto dingin dan acuh.


| Ngomong-ngomong, dia pergi kemana? | Batin Callisto, yang menyadari bahwa Eileria sudah menghilang dari pandangannya.


" Ck, merepotkan saja! " Callisto meludah kesal.


Callisto berjalan masuk ke istana untuk mencari Eileria. Tapi sosok wanita itu tidak ada.


" Sepertinya akan lebih baik anda beristirahat dan saya yang mencarinya. " Hylos mengajukan diri.


" Cari di seluruh istana. Jangan sampai wanita itu membuat kekacauan. " Ucap Callisto.


Tidak lama setelah kata-katanya, Callisto pergi meninggalkan Hylos.


Hylos yang di tinggalkan, dia pun segera melakukan tugasnya, mencari Eileria.


...----------------...


Kembali ke Callisto, dia pergi menuju kamarnya, karena lelah, Callisto berjalan sedikit lambat dari biasanya.

__ADS_1


Di antara langkahnya, Callisto terus memikirkan Eileria yang saat itu melawan para lelaki yang mengganggunya.


" Rahasia apa yang dia sembunyikan? Sudah jelas dia bukan wanita biasa. " Gumam Callisto.


| Sudahlah, jika ingin lebih mengetahuinya, aku harus lebih dekat lagi dengannya. Jika rasa penasaranku sudah hilang, baru aku akan membuang nya. | Pikir Callisto.


Dalam pikiran nya dia pun tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya, Callisto tahu Eileria bukan wanita bisa setelah dia melihat hal-hal janggal yang di lakukan Eileria.


Tidak terasa, setelah bejalan Callisto sudah sampai di depan pintu kamarnya. Saat itu para penjaga pintu tidak ada, karena Callisto tidak mau para penjaga pintu terus berdiri di depan kamarnya sepanjang hari.


Menurut dia itu tidak berguna, dan merepotkan.


" Tidak tahu kemana pelayan itu, seharusnya dia melayaniku, dan membantuku bersiap tidur. " Gumam Callisto yang protes tentang Eileria.


Callisto memegang gagang pintu, dan dia pun membuka pintu kamar miliknya. Callisto masuk ke dalam kamarnya, tapi saat dia masuk ada sesuatu yang aneh.


" .....Kenapa selimutnya mengembang? " Gumam Callisto pelan dengan tatapan mata curiga.


| Heh! Pembunuh lagi? Sekarang suruhan siapa? | Pikir Callisto.


Callisto berpikir di balik selimut itu ada pembunuh yang bersembunyi. Dengan hati-hati, Callisto meraba pedangnya, dan mengeluarkan pedang dari sarungnya.


" ....Bodoh! Kau cari mati bersembunyi di bawah selimutku! " Ucap Callisto.


Callisto mengarahkan pedangnya ke arah selimut yang mengembang, dia pun berteriak tegas memperingati.


" ...Cepat tunjukkan dirimu! Sebelum aku memotong tubuhmu menjadi beberapa bagian! " Ucapnya tegas.


Namun tidak ada jawaban apapun. Callisto yang geram dia pun menyingkirkan selimut tersebut.


Saat selimut itu tersingkir, mata Callisto menyipit kaget, dia menangkap sesosok wanita dengan rambut pirang panjang, dan gaun putih yang sedikit terbuka, dia tidur bagaikan kelinci putih.


" ....Leria? " Benar, wanita itu adalah Eileria.


Callisto menurunkan pedangnya, dan dia menghela nafas lega.


" Hah....


" Ternyata dia ada di sini....


" Heh, bisa-bisanya dia mabuk dan malah tidur di atas ranjangku.....


Callisto menurunkan sedikit tubuhnya, dia memperhatikan wajah Eileria.


" ....Tidak seru jika dia diam seperti ini, biasanya dia akan mengamuk, dan mengutukku. " Gumam Callisto yang masih memandang Eileria.


| Aku harus membangunkan nya...Tapi....| Callisto ragu.


Melihat Eileria yang tidur dalam keadaan lelah dan nyenyak, Callisto sedikit tidak tega.


Dia terus menatap Eileria, dari mata, hingga ke bibir Eileria yang terlihat segar. Callisto terus menatap bibir Eileria, dia bahkan tidak sadar jika tubuhnya juga ikut mendekat ke arah Eileria.


Seakan Callisto tergoda untuk mencium bibir Eileria.


" Emmmm....."


Saat Callisto akan menempelkan bibirnya, tiba-tiba Eileria mendengus, sehingga kesadaran Callisto kembali.


| .....Apa yang kau lakukan Callisto! Sadarlah! Kau tidak mungkin ingin melakukan hal itu dengan wanita seperti ini. | Pikir Callisto.


Callisto yang juga memiliki hasrat yang sama seperti laki-laki lain, dia memang cukup kuat dalam menghadapi godaan-godaan seperti ini.

__ADS_1


Tapi baru saja, dia hampir tidak bisa menahannya.


" Kau! Aku berbaik hati tidak membangunkanmu. Tapi besok, aku pastikan kau tidak bisa beristirahat, apalagi keluar dari istana ini! " Ucap Callisto.


__ADS_2