Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 45


__ADS_3

" Saya tunangan anda Yang mulia, saya tahu anda kehilangan ingatan anda karena lama tertidur....


" Wanita di sebelah anda dia tidak tahu malu, dia menggoda anda dan mengaku sebagai tunangan anda. " Adelia menatap Eileria sinis.


Para bangsawan di belakang terus berbisik, mereka mengatakan jika pertunangan ini terlalu mendadak dan juga aneh.


Ada pula yang mengatakan bahwa pertunangan ini benar, karena keharmonisan pasangan Eileria, dan Callisto.


" Lady yang memalukan. Sebagai bangsawan tinggi, Lady cukup rendah. Tidak tahu malu, dari pada pelayan. " Callisto memecah suasana dengan suara dingin yang membuat pendengarnya seketika diam.


" Apa yang anda katakan? Sebagai tunangan masa kecil anda, saya tidak terima. Anda seharusnya bersama dengan saya, bukan pelayan menjijikan yang berada di sebelah anda. " Adelia yang masih tenang merespon kata-kata Callisto.


" Kau menggoda yang mulia dengan apa? Sihir? Atau ramuan khusus? " Tanya Adelia dengan menunjuk Eileria.


Eileria menatap wajah Callisto yang sedang menahan diri untuk tidak mengeluarkan pedang dari sarungnya.


" Apa ini giliran saya? " Bisik Eileria dengan senyum di bibirnya.


Callisto yang di liputi amarah, seketika amarahnya mereda saat melihat senyum dibibir Eileria.


" Lady Adelia. " Eileria dengan percaya diri maju lebih depan dari Callisto, dia berhadapan langsung dengan Adelia.


" Tunangan kecil Yang mulia Callisto. Bisa anda tunjukkan buktinya? Dalam bentuk surat bahwa anda adalah tunangan dari yang mulia. " Dengan hawa menekan Eileria menatap rendah Adelia.


Merasa terguncang, Adelia tidak sadar mundur ke belakang dan menjawab dengan gugup.


" It-itu....tidak ada. " Adelia menjawab dengan suara pelan.


" Ta-tapi, yang mulia raja pasti tahu tentang pertunangan itu. " Ucap Adelia gugup tidak percaya diri seperti tadi.


| Perasaan macam apa ini? Kenapa tekanan nya begitu kuat hanya dengan pertanyaan seperti ini. | Batin Adelia.


" Tidak ada bukti, seperti pertunangan kita, itu berarti tidak akan di anggap. Meski pertunangan kita tidak di restui oleh yang mulia Raja, tapi tetap saja kami sudah mengikat satu sama lain. " Eileria menggenggam tangan besar Callisto, dan memperlihatkan cincin tunangan mereka.


Mata Adelia bergetar marah, dan kesal melihat hal itu. Eileria kemudian melanjutkan kata-katanya.


" Yah, dan tentunya memiliki bukti. Sedangkan anda tidak, mungkin saja itu hanya omongan semata karena anda dan yang mulia masih kecil. " Ucap Eileria tegas.


" Jadi sebaiknya anda menyerah saja Lady." Sekali lagi Eileria menegaskan.


| Bagaimana sandiwaraku? | Batin Eileria.


" Ka-kau! Benarinya kau sebagai pelayan menghina ku! " Teriak Adelia emosi.


Adelia mengangkat tangannya untuk memukul Eileria, tapi hal itu di tahan langsung oleh Callisto.

__ADS_1


" Cukup! " Tegas Callisto dengan wajah seram menatap Adelia.


| Padahal itu akan sangat bagus jika Lady menamparku. Dia malah menghentikannya. | Batin Eileria.


Pergelangan tangan Adelia yang mungil diremas keras oleh Callisto, saat ini amarah Callisto benar-benar tidak tertampung.


" Sa-sakit...." Adelia meringis sakit.


Alih-alih melepaskan Adelia, Callisto justru menarik Adelia dan berbisik di telinganya.


" Aku menahan diri untuk tidak memotong tanganmu sejak tadi. Tapi sekarang sepertinya aku tidak bisa menahannya. " Bisik Callisto.


Segera setelah itu, Callisto melirik Hylos, dia pun memberi perintah.


" Hylos! bawa wanita ini dan potong tangan yang berani menampar tunanganku! " Teriak Callisto memberi perintah.


" A-apa?! Tu-tunggu yang mulia, anda tidak mungkin melakukan hal itu kan? Jangan lakukan itu Yang mulia. " Adelia ketakutan, dia gemetar, dan mengeluarkan keringat dingin dari tangannya.


Memohon untuk tidak di potong lengannya, Adelia tidak pernah menyangka Callisto akan benar-benar menolaknya.


Para bangsawan yang menyaksikan hal itu, mereka terus berbisik, dan mengatakan bahwa Callisto masih kejam, berdarah dingin, tanpa ampun seperti dulu.


" Pengawal, apa kalian tidak dengar perintah yang mulia? Cepat bawa Lady Adelia dan potong tangannya! " Hylos berseru pada pengawal yang ada di belakangnya.


Pengawal saling berlari ke arah Adelia, dan menyeret Adelia paksa.


Eileria yang melihat nya, dia pun merasa kasihan dengan Adelia.


| Lady sepertinya tidak akan cocok tanpa satu tangan. Lagi pula pertunangan ini hanyalah kontrak, dan aku akan segera kembali ke kerajaan Carvana. Jadi, lebih baik aku menolongnya saja. | Batin Eileria.


" Yang mulia, jangan lakukan itu. Mau bagaimana pun Lady Adelia adalah putri dari salah satu bangsawan besar kerajaan yang berjasa. Anda harus menghormati itu, dan ini permintaan pertama saya. " Ucap Eileria.


Callisto mengerutkan keningnya dan berkata.


" Apa kau yakin dengan itu? " Tanya Callisto


" Ya. " Jawab Eileria.


" Aku tidak pernah menarik perintah saat menghukum seseorang yang menentangku. Tapi kali ini bersyukurlah aku menarik perintahku, ini permintaan tunanganku, sekarang enyahlah dari sini! " Ucap Callisto, dan menyuruh Adelia pergi.


Adelia dengan cepat pergi setelah lepas dari pengawal. Dia menangis terisak-isak, sambil meninggalkan tempat pesta pertunangan.


" Fyuh....Sungguh Lady yang tangguh. " Gumam Eileria.


" Lanjutkan pestanya! " Titah Callisto.

__ADS_1


Para bangsawan kembali menikmati pesta, dan menganggap semuanya angin lalu.


...----------------...


Di ruangan singgahsana pada malam hari setelah pesta pertunangan Eileria dan Callisto selesai.


" Gagal Lagi! Bahkan Adelia gagal mempermalukan wanita pelayan itu, dia malah kalah dengan satu kata-kata yang keluar dari mulut wanita itu! Bagaimana aku menaruh wajahku di hadapan para bangsawan nanti?! " Ellios yang mendengar kegagalan Adelia sangat marah, dia benar-benar tidak habis pikir dengan kegagalan Adelia.


" Di mana wanita itu sekarang?! " Ellios menanyakan keberadaan Adelia dengan mata bulat.


" Lady berada di kamarnya, yang mulia. " Jawab Gort hati-hati.


" Bawa dia ke sini! " Teriak Ellios memberi perintah.


" Baik, Yang mulia. " Jawab Gort patuh sekali lagi.


...----------------...


Sehari sebelum pertunangan Eileria.


Alvin, dan Hans kembali ke ruang bawah tanah yang berada di kedai ibu kota. Mereka berdua berhasil kabur dari istana berkata peta yang di buat oleh Eileria.


" Hampir saja kita berdua mati! Untung saja peta yang dibuat Leria sangat berguna. " Alvin dengan wajah capeknya berbicara.


Hans diam, ekspresi nya menunjukkan kecemasan. Menyadari itu, Alvin bertanya kepada kakaknya.


" Kenapa? " Tanya Alvin.


" Ini ruangan bawah tanah....Apa kau tidak merasa ada seseorang yang mengikuti kita ke kedai? " Tanya Hans serius.


" ....Tidak, saking paniknya aku tidak menyadari itu. Apa kakak merasakan sesuatu? " Tanya Alvin ikut serius.


" ....Entahlah..aku merasa ada yang mengikuti kita, bukan hanya satu orang. Tapi aku tidak tahu pasti. " Jawab Hans.


" Apa! Apa kakak yakin? " Tanya Alvin serius sekaligus kaget.


" Aku yakin, kau tahu aku sensitif dengan langkah kaki, dan suara-suara. " Jawab Hans.


" Sepertinya kita sedang di awasi, Alvin. " Hans tiba-tiba berbisik.


Alvin memasang ekspresi waspada dan takut.


" Besok kita harus bertemu dengan Eileria bagaimana pun caranya. Tempat ini sudah tidak aman lagi. Bawa semua bukti-bukti, dan barang-barang yang mencurigakan. " Ucap Hans dengan suara pelan nyaris tidak terdengar.


Alvin menganggukkan kepalanya patuh.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2