Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 53


__ADS_3

Ketika suasana pesta yang seharusnya ramai menjadi hening karena ucapan Callisto, di situ suara Eileria kembali terdengar.


" Yang mulia, jika seperti itu saya pikir ini berlaku untuk sebaliknya. " Ucap Eileria tanpa deskripsi yang jelas.


Di sini, Callisto mengerutkan keningnya dan bertanya.


" Apa dari kata sebaliknya itu? " Tanya Callisto.


Callisto meletakkan alat makannya, dan dengan serius menunggu jawaban Eileria.


Eileria pun mulai menjawab.


" Wanita seperti pakaian, lalu laki-laki?....


" Itu pun berlaku sebaliknya, sesuai dengan situasi dan keadaan. Contoh saja, budak laki-laki di pasar lelang, dia di beli oleh seorang bangsawan perempuan yang kaya raya...."


Eileria berhenti berbicara, dia mengambil botol anggur, dan menuangkannya ke dalam gelas, dengan serius gelas yang terisis dengan anggur itu di goyangkan sambil menatap Callisto yang terus menatap tajam ke arahnya.


Eileria pun melanjutkan.


" Awalnya dia memang memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, tapi lama kelamaan wanita itu bosan, dan membuang budak itu. Kemudian, wanita itu mencari budak baru. " Eileria dengan akhir kata-katanya dia meminum anggur seraya menatap Callisto.


" Jadi, jika perempuan lebih kuat dan lebih mampu, mereka bisa memperlakukan laki-laki seperti pakaian, bahkan perempuan bisa saja tidak membutuhkan laki-laki. Bukankah sama? Tapi memang pada dasarnya keduanya saling membutuhkan. " Eileria sekali lagi menambahkan.


" Laki-laki lebih tinggi kedudukan nya di banding dengan perempuan. " Jawab Callisto dengan suara rendahnya.


" Jika tidak ada perempuan, laki-laki tidak akan ada di dunia. Akui saja yang mulia, laki-laki dan perempuan saling membutuhka." Ucap Eileria.


Eileria yang tidak suka berada di meja itu lagi, dia pun berdiri dengan cepat, dan berbicara.


" Saya akan menyapa para bangsawan lain. Permisi yang mulia. " Ucap Eileria dia sedikit membungkuk sopan.


Para bangsawan yang sedari tadi memperhatikan perdebatan keduanya, mereka hanya diam tidak mau mengatakan apapun.


Mungkin mereka takut salah bicara di depan Callisto.


" Aku tidak menyuruhmu melakukan itu, SAYANG. " Callisto menegaskan kata dayang dalam ucapannya, tentu saja wajahnya tetap datar, tanpa peduli.


Mendengar kata sayang dari mulut tegas Callisto, Eileria mengerutkan keningnya, dan segera menanggapi ucapannya yang tiba-tiba.


" Sayang, saya merasa sesak di meja ini....


Eileria berbicara dengan menarik sudut bibirnya, dan menyipitkan matanya sedikit.


" Lalu? " Tanya Callisto.


Eileria mengendurkan sudut bibirnya dan memberi wajah datar, seraya menjawab.


" Lalu?...Biarkan saya pergi. Apa anda tahu saat ini saya sedang menahan diri untuk tidak membelah meja di depan anda menjadi dua bagian. Maka dari itu....


" Saya permisi, semoga anda menikmati makanan nya. " Dengan wajah lurusnya, Eileria menyelesaikan perkataannya dan pergi meninggalkan Callisto, bersamaan dengan para bangsawan yang cukup tercengang.

__ADS_1


| Ini membuatku kesal. | Callisto dalam batinnya.


" Sa-saya tidak menyangka jika tunangan anda punya sisi yang berani se-seperti itu...." Salah satu bangsawan di meja itu berusaha memecahkan kecanggungan yang terjadi.


' Dak...,- Callisto berdiri dengan cepat sampai kursi yang dia duduki jatuh ke belakang.


" Ya-yang mulia! "


" Ada apa ini?..."


" Yang mulia marah pada siapa? "


Para bangsawan di sekitarnya cukup kaget, tidak sedikit yang tidak gemetar melihat raut wajah Callisto pada saat beranjak dari kursi dengan wajah di tekuk dingin, sorot mata tajam, dan tangan mengepal erat.


Matanya menatap ke arah Eileria yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki dengan paras yang mempesonan.


" Selamat sore, salam untuk anda. " Pria dengan setelah jas rapi, dan rambut tertata rapi mendatangi Eileria, dan menyapanya.


" Selamat sore. " Eileria menjawab, dia saat ini sedang bersama dengan nyonya bangsawan yang berbeda jauh usianya.


" Oh! bukankan anda putra duke Cesar. " Salah satu nyonya bangsawan tanpa sengaja mengatakan siapa pria yang tiba-tiba mendatangi Eileria.


" Selamat sore, Nyonya. Perkenalkan saya Hersin Von Cesar, saya putra tunggal duke cesar " Jawab pria dengan nama Hersin sopan dengan senyum di bibirnya.


" Ternyata saya benar. " Nyonya itu senang dengan tebakannya.


" Lalu, apa Lady di samping nyonya putri anda? " Tanya Hersin penasaran.


Jika nyonya bangsawan itu mengatakan Eileria tunangan putra mahkota, dari keluarga yang tidak di ketahui asal usulnya. Mungkin dia akan di anggap tidak sopan.


" Biarkan saya yang menjawabnya. " Eileria dengan cepat berbicara.


" Saya tunangan yang mulia putra mahkota...


Baru beberapa kata keluar, Hersin sudah kaget, dia pun segera meminta pengampunan.


" Maafkan saya, saya tidak tahu jika anda putri mahkota di masa depan. " Ucap Hersin merasa bersalah.


" Tidak apa, apa anda selama ini tidak tinggal di kerajaan? " Tanya Eileria menebak.


" Benar, karena itulah saya tidak tahu. " Jawab Hersin.


" Mengenai keluargaku, saya punya keluarga tapi jauh di sana, untuk gelar, saya tidak akan memberi tahu anda. " Ucap Eileria denga senyum di bibirnya.


Senyuman hangat itu sangat mempesona di mata Hersin, seolah dia terpincut dengan senyuman dan wajah cantik Eileria.


" Anda.....Maaf, apa saya boleh mengatakan ini. " Ucap Hersin malu-malu.


" Ya, apa? " Tanya Eileria dengan sesekali menaikan alisnya.


" Anda cantik, terutama ketika tersenyum. " Ucap Hersen malu.

__ADS_1


" Ah. Terima kasih atas pujiannya. " Jawab Eileria.


Di tengah pembicaraan, tiba-tiba seseorang memanggil Hersin.


" Hersin putraku. Mari kita pulang. " Suara lelaki yang sudah tua terdengar.


" Oh, sepertinya saya harus pulang. Sayang sekali pertemuan ini sangat singkat. " Ucap Hersin.


' Duk...'- Hersin tiba-tiba berlutut di dengan satu kaki, dan mengulurkan tangannya.


Gerakan yang tiba-tiba itu membuat semuanya kaget.


" Jika boleh, apa saya bisa memberi hormat dengan benar. " Ucap Hersin dengan wajah memelas.


Semua orang tertuju kepada mereka berdua, tentu saja Callisto yang sudah hampir habis kesabarannya juga melihat.


" Silahkan. " Eileria dengan perlahan mengulurkan tangannya, dan saat itu pula Hersin mengambil dan mencium punggung tangan Eileria.



" Saya senang berkenalan dengan anda. Saya permisi. " Ucap Hersin, dia berdiri kemudian membungkuk dan pergi.


" Ah, iya.. " Jawab Eileria.


Setelah Hersin pergi, Callisto datang dengan langkah cepat.


' Grab,- Callisto yang baru tiba di depan Eileria, dia menarik tangan Eileria kasar, dan bertanya dengan suara tinggi.


" Apa yang kau lakukan?! " Tanya Callisto, jelas dia marah, bahkan kemarahannya lebih dari sebelumnya.


Wajahnya mengeras menahan emosi, matanya yang dingin kini membulat ke arah Eileria.


" Yang mulia, kita bicarakan ini nanti. Para bangsawan menatap ke arah kita. " Ucap Eileria dengan nada pelan.


" Apa kau benar-benar peduli? Jika kau peduli kau seharusnya tidak menerima pria itu! " Callisto yang emosi berteriak.


" Ha! " Callisto menghela nafas kasar, dia mengerutkan wajahnya gusar, dan bingung.


Pada saat bersamaan, Hylos datang dan bertanya.


" Yang mulia, ada apa ini? " Tanya Hylos.


" Hylos, pastikan mereka yang mendengar atau melihat pertengkaran ini tutup mulut, jika tidak lalukan saja sesukamu. " Callisto memerintah dengan arogan.


" Apa yang akan anda lakukan pada kami? " Tanya para bangsawan bingung.


" Apa kau harus melakukan ini? " Tanya Eileria.


" Diam! Ikut denganku pulang ke istana sekarang. Kita selesaikan di istana. " Ucap Callisto, dia pun segera menarik tangan Eileria, dan membawanya pulang.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2