
Hylos membawa anak panah sesuai dengan perintah Callisto.
" Yang mulia, panah yang anda minta. " Ucap Hylos seraya memberikan panah yang Callisto minta.
Callisto mengambil panah itu, dan memperlihatkan panah tersebut kepada Lark.
" Lihat ini baik-baik. " Ucap Callisto seraya memperlihatkan panah itu.
Panah itu berwarna hitam, di ujungnya memiliki ukiran khusus berwarna abu-abu.
Lark terus memperhatikan panah tersebut dengan wajah serius.
" Apa saya boleh memegangnya? " Tanya Lark.
" Silahkan. " Jawab Callisto seraya memberikan panah tersebut.
Lark mulai mengambil anak panah itu, dan dia memperhatikannya secara detail.
" Bagaimana? " Tanya Callisto.
Lark dengan serius menjawab pertanyaan Callisto.
" Ini memang benar panah yang saya buat. " Ucap Lark terlihat jujur.
" Apa kau tahu siapa yang memesan panah ini? " Tanya Callisto.
" .....Panah itu sudah lama di buat, anda bisa lihat dari ukirannya. Jadi, saya sudah lupa siapa orangnya. " Jawab Lark apa adanya.
" Apa kau yakin tidak ingat sama sekali? Atau kau ingat dengan ukiran yang ada di panah ini? " Tanya Callisto.
Lark terdiam sementara, kemudian dirinya menjawab dengan nada sedikit ragu.
" Jika saya tidak salah ingat, ukiran ini hampir sama dengan lambang Kedai arak yang ada di ibu kota. " Jawab Lark.
__ADS_1
" Kedai? Apa maksudmu kedai yang paling ramai di datangi oleh rakyat Eldorado? " Tanya Callisto.
" Ya, yang mulia. Saya sering berkunjung ke kedai itu karena makanan dan araknya. Saya sering memperhatikan setiap sudut ruangan, dan saya melihat ukiran itu berada didinding kedai. " Lark menjawab.
" Kedai tempat Eileria berada.....Itu satu-satunya kedai yang banyak di datangi rakyat Eldorado. " Gumam Hylos.
" Apa kau yakin? Ukiran ini mirip dengan ukiran yang ada di kedai itu? " Tanya Callisto.
" Saya bersumpah yang mulia. " Jawab Lark yakin.
Callisto terdiam, pikirannya sedikit kacau, terutama ini menyangkut dengan pelayan pribadinya.
| Kedai itu tempat di mana wanita itu bekerja? apa mungkin dia salah satu orang yang ingin membunuhku? | Callisto bertanya-tanya.
" Cukup, aku harus memastikan sesuatu. " Ucap Callisto.
Callisto berdiri dari duduknya.
" Hylos, pergi ke kedai yang di maksud sekarang! " Perintah Callisto
" Saya mengerti. " Jawab Hylos patuh.
...----------------...
Pasar Ibu kota malam hari.
Hari itu pasar lumayan ramai, banyak penjual yang masih mendagangkan dagangan mereka.
Lalu, di sisi lain ada Eileria yang berjalan sempoyongan di antara kerumunan orang.
" Hic...Euuuhhhhhhh....sialan kau Alvin! Kepalaku rasanya berputar-putar....." Oceh Eileria dengan jalan yang buruk.
Eileria terlalu banyak minum dengan Alvin, hingga membuatnya mabuk dan berjalan dengan buruk.
__ADS_1
Tidak hanya sempoyongan, Eileria juga banyak mengutuk orang, apalagi Callisto.
" Hic-cup...Nasibku sudah buruk, dan ini semakin buruk!!!!....
" Ini semua—Hic-
" Karena Callisto!!!!....." Teriak Eileria.
Teriakannya membuat pengunjung pasar meliriknya dengan mata kaget dan takut.
" Ada apa dengan anak muda itu. " Bisik wanita di sebalah Eileria.
" Kenapa kau menatap ku seperti itu! " Teriak Eileria.
" Dasar pemabuk! " Ucap wanita itu kesal seraya pergi.
Eileria berjalan lagi, dengab buruk, dia pun masih mengoceh.
" .....Hic-cup...
" Malas....
" Malas.....
" Aaahhhhhhhkkkkkk!!!!!!!
" Aku malas! Memasak! berpura-pura polos! dan tidak tahu apa-apa!....
" Aku ingin memegang busur panah, anak panah.....
" Mengupas kentang, bawang, dan hal lainnya. Itu membuatku bosan..... " Oceh Eileria.
" Kapan ini akan berakhir? "
Eileria terus mengoceh, dia pun sesekali memuntahkan minuman yang dia minum.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG....