Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 31


__ADS_3

Hylos membawa anak panah sesuai dengan perintah Callisto.


" Yang mulia, panah yang anda minta. " Ucap Hylos seraya memberikan panah yang Callisto minta.


Callisto mengambil panah itu, dan memperlihatkan panah tersebut kepada Lark.


" Lihat ini baik-baik. " Ucap Callisto seraya memperlihatkan panah itu.


Panah itu berwarna hitam, di ujungnya memiliki ukiran khusus berwarna abu-abu.



Lark terus memperhatikan panah tersebut dengan wajah serius.


" Apa saya boleh memegangnya? " Tanya Lark.


" Silahkan. " Jawab Callisto seraya memberikan panah tersebut.


Lark mulai mengambil anak panah itu, dan dia memperhatikannya secara detail.


" Bagaimana? " Tanya Callisto.


Lark dengan serius menjawab pertanyaan Callisto.


" Ini memang benar panah yang saya buat. " Ucap Lark terlihat jujur.


" Apa kau tahu siapa yang memesan panah ini? " Tanya Callisto.


" .....Panah itu sudah lama di buat, anda bisa lihat dari ukirannya. Jadi, saya sudah lupa siapa orangnya. " Jawab Lark apa adanya.


" Apa kau yakin tidak ingat sama sekali? Atau kau ingat dengan ukiran yang ada di panah ini? " Tanya Callisto.


Lark terdiam sementara, kemudian dirinya menjawab dengan nada sedikit ragu.


" Jika saya tidak salah ingat, ukiran ini hampir sama dengan lambang Kedai arak yang ada di ibu kota. " Jawab Lark.

__ADS_1


" Kedai? Apa maksudmu kedai yang paling ramai di datangi oleh rakyat Eldorado? " Tanya Callisto.


" Ya, yang mulia. Saya sering berkunjung ke kedai itu karena makanan dan araknya. Saya sering memperhatikan setiap sudut ruangan, dan saya melihat ukiran itu berada didinding kedai. " Lark menjawab.


" Kedai tempat Eileria berada.....Itu satu-satunya kedai yang banyak di datangi rakyat Eldorado. " Gumam Hylos.


" Apa kau yakin? Ukiran ini mirip dengan ukiran yang ada di kedai itu? " Tanya Callisto.


" Saya bersumpah yang mulia. " Jawab Lark yakin.


Callisto terdiam, pikirannya sedikit kacau, terutama ini menyangkut dengan pelayan pribadinya.


| Kedai itu tempat di mana wanita itu bekerja? apa mungkin dia salah satu orang yang ingin membunuhku? | Callisto bertanya-tanya.


" Cukup, aku harus memastikan sesuatu. " Ucap Callisto.


Callisto berdiri dari duduknya.


" Hylos, pergi ke kedai yang di maksud sekarang! " Perintah Callisto


" Saya mengerti. " Jawab Hylos patuh.


...----------------...


Pasar Ibu kota malam hari.



Hari itu pasar lumayan ramai, banyak penjual yang masih mendagangkan dagangan mereka.


Lalu, di sisi lain ada Eileria yang berjalan sempoyongan di antara kerumunan orang.


" Hic...Euuuhhhhhhh....sialan kau Alvin! Kepalaku rasanya berputar-putar....." Oceh Eileria dengan jalan yang buruk.


Eileria terlalu banyak minum dengan Alvin, hingga membuatnya mabuk dan berjalan dengan buruk.

__ADS_1


Tidak hanya sempoyongan, Eileria juga banyak mengutuk orang, apalagi Callisto.


" Hic-cup...Nasibku sudah buruk, dan ini semakin buruk!!!!....


" Ini semua—Hic-


" Karena Callisto!!!!....." Teriak Eileria.


Teriakannya membuat pengunjung pasar meliriknya dengan mata kaget dan takut.


" Ada apa dengan anak muda itu. " Bisik wanita di sebalah Eileria.


" Kenapa kau menatap ku seperti itu! " Teriak Eileria.


" Dasar pemabuk! " Ucap wanita itu kesal seraya pergi.


Eileria berjalan lagi, dengab buruk, dia pun masih mengoceh.


" .....Hic-cup...


" Malas....


" Malas.....


" Aaahhhhhhhkkkkkk!!!!!!!


" Aku malas! Memasak! berpura-pura polos! dan tidak tahu apa-apa!....


" Aku ingin memegang busur panah, anak panah.....


" Mengupas kentang, bawang, dan hal lainnya. Itu membuatku bosan..... " Oceh Eileria.


" Kapan ini akan berakhir? "


Eileria terus mengoceh, dia pun sesekali memuntahkan minuman yang dia minum.

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG....


__ADS_2