Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 35


__ADS_3

Depan pintu kamar Callisto.



Hylos yang selesai mengingat ingatan nya saat bertemu dengan Fiona, dia merasa sedikit bersalah.


Di depan pintu Callisto, Hylos bergumam, untung saja pada saat itu penjaga tidak ada.


" Seharusnya aku tidak pergi begitu saja. Dia pasti merasa perkataannya benar, jika seseorang berada di sisinya pasti akan bernasib buruk. " Gumam Hylos.


| Sepertinya anak itu sering berada di kebun selatan. Sesekali aku akan berkunjung lagi. | Batin Hylos.


Hylos kemudian menatap pintu di depannya, dia mengatur nafas, dan mulai membuka mulutnya.


" Yang mulia, saya izin masuk. " Ucap Hylos seraya membuka pintu kamar Callisto.


Hal ini sudah biasa terjadi, baik dulu maupun sekarang. Hylos tidak perlu menunggu persetujuan Callisto untuk masuk ke kamarnya apa lagi di pagi hari, kecuali di siang hari atau pun malam.


| Sepertinya yang mulia tidak akan bangun sampai sore hari, jika aku tidak membangunkan beliau. | Pikir Hylos.


Hylos berjalan masuk ke arah ranjang Callisto yang tertutup dengan tirai biru khusus.


Saat dia membuka tirai ranjang milik Callisto, tidak butuh beberapa detik mata Hylos seketika membulat kaget seakan-akan sebentar lagi bola matanya keluar.


" ......Ini......" Hylos kaget dia tidak bisa berkata-kata.


Tentu saja, saat dia membuka tirai, dia kira hanya Callisto yang berbaring di atas ranjang, tapi nyatanya tidak.


Hylos melihat sosok perempuan yang semalaman dia cari, perempuan itu tidur bersama dengan Callisto.


Yang lebih membuat Hylos terkejut, Callisto yang dalam keadaan tidur bertelanjang dada, dia tidak terusik sama sekali, bahkan mereka berdua saling berpelukan dalam satu selimut.


" Apa aku salah lihat? " Tanya Hylos tidak percaya dengan hasil penglihatannya.


Hylos pun mengucek matanya memastikan, tapi tetap saja sama seperti sebelumya. Tidak puas, Hylos membuka, dan menutup Tirai ranjang.


" Ini sungguh nyata?...." Akhirnya Hylos menyadari bahwa penglihatanya tidak salah.


| Mereka berdua? Jangan-jangan melakukan hal itu tadi malam? | Pikir Hylos mesum.


" Tidak mungkin, yang mulia mana mungkin seperti itu. " Oceh Hylos.


Karena kebisingan Hylos, Callisto yang semula tidur lelap memeluk Eileria, dia membuka matanya setengah, dan berbicara.


" Berisik sekali, ada apa pagi-pagi buta sudah ribut?! " Ucap Callisto kesal.


" Yang mulia? Anda sudah bangun. " Tanya Hylos.


Callisto belum menyadari bahwa dia tidur memeluk seorang wanita.


" Jika kau tidak memiliki hal yang penting. Cepat tinggalkan kamarku! " Tegas Callisto.


" Yang mulia, apa anda benar-benar menyukai gadis itu? " Tanya Hylos.


" Gadis mana yang kau maksud? " Tanya Callisto masih setengah sadar.

__ADS_1


" Gadis yang ada di pelukan Yang mulia. " Jawab Hylos seraya menatap ke arah Eileria.


Callisto pun mulai sadar, dia dengan cepat bangun dan melepaskan Eileria serta mendorongnya menjauh.


" Bagaimana bisa?!! " Callisto bertanya-tanya panik.


| Kenapa aku memeluknya, jelas sekali aku tidur di atas sopan. | Batin Callisto mengingat jelas jika dia malam itu tidur di sopa.


Ingatnya tidak bohong, dia memang tidur di sopan, namun suhu yang dingin di malam itu membuat dirinya merangkak naik ke atas ranjang, dan tanpa sadar memeluk Eileria.


" Sialan! Kenapa aku menjadi brengsek seperti sekarang. " Ucap Callisto kesal seraya menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


" Emm....Yang mulia, sepertinya saya harus keluar. " Ucap Hylos malu.


| Apa aku mengganggu yang mulia? Tapi, tidak mungkin yang mulia dengan gadis pelayan ini menjalin hubungan seperti itu. | Pikir Hylos.


Sementara Hylos berpikir, di sisi lain Callisto segera beranjak dari ranjangnya.


Mata Callisto menatap Eileria yang masih tidur di bawah selimutnya.


" Singkirkan dia Hylos...." Ucap Callisto dengan wajah sedikit mengerut.


Hylos saat itu diam membatu, dia tidak tahu maksud Callisto.


" Maksud anda membunuhnya? " Tanya Hylos.


" Ck...." Callisto mendorong lidahnya kesal.


" Masih pagi sudah membuatku kesal saja...." Ucap Callisto.


" Bangunkan dia, aku akan bersiap-siap terlebih dahulu. " Ucap Callisto sedikit tenang.


" Jika dia tidak bangun setelah aku selesai bersiap-siap, bawa dia ke penjara bawah tanah. " Ucap Callisto tegas, dengan mata tajamnya.


" Saya mengerti. " Jawab Hylos patuh.


| Mari kita buat kesepakatan lain, selain kontrak antara pelayan dan majikan. | Pikir Callisto.


Callisto pergi dengan tubuh setengah telanjang, dia pergi untuk bersiap-siap.



...----------------...


Kedai Ibu kota.



Di suatu ruangan yang terlihat sederhana dengan corak yang rumit.



Alvin membawa pria misterius itu masuk ke dalamnya, ruangan itu adalah ruangan khusus tamu istimewah.


Mereka berdua duduk saling berhadapan, salah satu dari mereka memulai pembicaraan.

__ADS_1


" Jadi, siapa kau sebenarnya? " Tanya Alvin penasaran.


" Sebelum mengenaliku, aku ingin membicarakan hal lain terlebih dahulu. " Ucap Pria misterius itu.


" Kau orang yang penawaran. " Ucap Alvin sedikit sinis.


Alvin mencondongkan tubuhnya, lalu dia menatap lekat sosok pria yang ada di depannya.


" Hmmmm, kau itu penyihir atau orang suci? " Tanya Alvin seraya memperhatikan sosok tersebut.


" Jika orang suci...mohon maaf kedai kami tidak bisa memberikan sumbangan! " Ucap Alvin seraya kembali ke posisi awal.


| Kedaiku sudah rugi, mau makan dari mana jika aku mengeluarkan uang untuk sumbangan. Hanya kali ini saja, aku tidak memberikan sumbangan, itu tidak akan mengurangi pahalaku. | Pikir Alvin.


" Aku bukan orang suci, atau pun penyihir. Dengarkan aku terlebih dahulu sebelum kau menebak-nebak. " Ucap Pria misterius sedikit dingin.


" Baiklah, silahkan. " Ucap Alvin.


Alvin mulai memasang wajah serius untuk mendengarkan.


" Kau Alvin Nama aslimu Melvin El Salvador, putra bungsu Marquess Salvador, yang terkenal biang kericuhan, dan penggoda wanita, tentu saja dari kerajaan Carvana....." Ucap Pria misterius dengan suara yang terkesan dingin dan tanpa ragu.


Mendengar hal itu raut wajah Alvin jelas berubah, alisnya mengerut dan matanya menyipit seolah menggambarkan jika perkataan pria misterius itu adalah kebenaran.


" .....Apa yang kau coba katakan? Melvin Salvador? Siapa itu? " Tanya Alvin ragu.


" Sudahlah jangan mengelak, satu lagi wanita, Leria Fan Lionel penerus keluarga Duke Lionel, dari kerajaan Carvana. Aku tahu itu, kalian mengincar batu sihir. " Ucap pria misterius yakin.


" Heh......Hebat sekali. " Jawab Alvin dingin.


" Siapa kau sebenarnya? " Tanya Alvin dengan mata tajam menatap pria misterius.


" ......Kau......memang anak brengsek! " Tiba-tiba suara pria itu di penuhi tekanan.


" Apa kau bilang? Brengsek?! " Tanya Alvin seraya berdiri penuh emosi.


" Siapa kau? beraninya kau mengatakan bahwa aku brengsek! aku memang mempunyai banyak wanita, tapi tetap saja di cap sebagai brengsek bisa melukai hatiku! " Ucap Alvin dengan tangan yang menunjuk ke arah pria itu.


" Melvin! Bocah sialan! " Teriak pria misterius itu seraya berdiri.


Alvin kaget, dia pun tanpa sadar goyah.


" Apa? Kenapa?...." Tanya Alvin heran.


' Buagh!'


" Aduh! Kenapa kau memukul kepalaku!! " Tiba-tiba sosok pria misterius itu memukul kepala Alvin, hingga Alvin menyilangkan kedua tangannya di kepala.


" Itu pantas untuk bocah sepertimu! " Tegas pria itu.


" Sudah kuduga kau tetap saja sama! Bukannya pulang ke rumah, kau malah mengoleksi wanita di kerajaan orang lain! " Ucap pria misterius itu dengan suara nyaring.


" Tunggu....suara ini.... " Alvin merasa jika dia pernah mendengar suara, dan mengenalnya.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2