
Callisto menatap punggung Eileria dengan wajah garang, tidak lama dia pun mengambil pisau yang ada didepannya.
Cengkraman pisau sangat erat, Callisto dengan mata fokus membidik ke arah Eileria.
Saat itu juga dia mengangkat tangannya dan melemparkan pisau yang ada di tangannya.
' Swiissss!—
' Tak!—
" ?!......" Langkah Eileria terhenti tepat di depan pintu keluar.
Sudut matanya melihat pisau yang tertancap tepat di sebelahnya, beberapa helai rambut miliknya pun terpotong.
" .....Pria itu......" Guman Eileria dengan tangan yang mengepal.
Saat Eileria hendak berbalik, tiba-tiba suara langkah kaki terdengar di belakang nya, siapa lagi jika bukan Callisto.
" Kenapa cepat-cepat lari? " Tanya Callisto dari belakang.
Callisto yang sudah dekat dengan Eileria, dia mendekatkan lagi tubuhnya, hingga berdempetan dengan punggung Eileria.
Eileria merasakan geli di punggung belakangnya, apalagi saat Callisto membelai helaian rambutnya.
" ......Tolong menyingkir....." Suara Eileria pelan.
Alih-alih menyingkir, Callisto malah melingkari pinggang Eileria dengan satu tangan kanannya.
Callisto dengan sengaja berbisik lembut di telinga Eileria.
" ......Masakanmu....
" Yaaahhhhh......
" .....Kau tenang saja, masakkanmu itu sangat cocok...
Suara Callisto menggelitik di telinga Eileria, sehingga membuat jantungnya berdetak tidak karuan, bahkan bulu kudunya berdiri.
" Tapi sayangnya, itu tidak cocok di lidahku....
" Lebih cocok di lidah seekor Anj*ng!...." Tegas Callisto yang masih berbisik di telinga Eileria.
Mendengar hinaan tersebut, Eileria yang tadinya sedikit terpesona dengan suara lembut Callisto, sekarang malah murka.
" Makanan Anj*ng....." Gumam Eileria dengan kepala menunduk menahan emosi.
Mata Eileria melihat pisau yang tersangkut di sebelahnya, dengan kilatan kecepatan, Eileria mencabut pisau tersebut, dan dia melepaskan tangan Callisto yang melingkar di pinggangnya.
Eileria berbalik, dan mendorong Callisto hingga dia terpental ke meja.
" .....?! " Callisto kaget setengah mati.
Pisau di arahkan tepat di depan Callisto, tanpa gemetar atau pun gugup.
Callisto mengerutkan alisnya, dan berbicara.
" Apa kau tidak sayang dengan nyawamu? pelanggaran berat, bagi pelayan menodongkan pisau seperti itu, kepada seorang putra mahkota. " Ucap Callisto.
" Berisik! " Balas Eileria.
Eileria mengganti arah pisaunya menjadi ke arah leher Callisto.
" Kau bercanda? " Tanya Callisto dengan alis mengerut.
" Tidak! " Ucap Eileria.
Eileria dengan cepat menaruh ujung pisau di leher Callisto.
__ADS_1
Hal itu membuat Callisto kaget, sekaligus aneh.
" ...K-kau? " Callisto gugup dengan kepala terangkat.
" Anda pikir saya tidak berani melakukan hal ini?.....
" Anda salah Yang mulia, mudah bagi saya memotong leher anda....
" Mungkin rasanya akan seperti memotong leher Bab*....
" Ahhhh! Atau leher ayam....
Kata-kata yang begitu berani keluar dari mulut Eileria, perilaku Eileria mulai berbeda tidak seperti dulu.
" Apa kau orang yang berbeda?....." Tanya Callisto bingung melihat perubahan sikaf Eileria.
" ....... " Eileria diam.
| Tarikan busur? | Pikir Eileria.
Suara aneh terdengar, dari luar jendela.
| Panah....Kenapa dia diam saja? Apa dia tidak menyadarinya? | Pikir Eileria.
Sesaat setelah itu, panah benar-benar muncul dan memecahkan jendela kamar Callisto.
' Swiiiiingggg!!....
Panah itu mengarah tepat ke kepala Callisto, melihat hal itu Eileria dengan cepat menangkis panah tersebut dengan pisau yang dia pegang.
' Trang!....
Panah itu jatuh tepat di bawah kaki Callisto.
" ......Panah? " Callisto masih bengong menatap busur panah di bawah kakinya.
| Dia menangkisnya? | Pikir Callisto curiga.
" Bagaimana bisa?! " Callisto memegang kedua bahu Eileria dan mengguncangnya.
" Apa maksud anda? " Tanya Eileria.
" Kau! Bagaimana bisa secepat itu menangkis panah yang meluncur? " Tanya Callisto.
" Sa-saya....
" Lebih baik anda hati-hati, jika anda mati, saya akan terkena masalah! " Dengan gerak-gerik, dan jawaban yang kaku, Eileria berbicara.
" Siapa kau?..." Tanya Callisto curiga.
Eileria pergi ke arah jendela yang pecah, tepat di mana panah itu berasal.
| Sepertinya, pelakunya sudah pergi, dia tahu aksinya gagal. Sekarang aku harus mengatakan apa? | Pikir Eileria.
" Jawab aku, siapa kau sebenarnya? " Callisto meraih tangan Eileria dan bertanya.
" Saya pelayan. " Jawab Eileria.
" Mustahil..." Jawab Callisto.
Saat mereka ricuh, tiba-tiba penjaga pintu masuk dan memberitahu Callisto.
" Salam yang mulia. " Ucap kedua penjaga pintu.
" Ada apa? " Tanya Callisto.
__ADS_1
" Tuan Gort membawa tamu untuk anda. " Ucap Penjaga tersebut.
" Siapa? " Tanya Callisto.
" Lepaskan saya. " Bisik Eileria.
" Diam! " Bisik Callisto tegas.
" Saya tidak tahu. " Jawab penjaga.
" Biarkan mereka masuk. " Perintah Callisto.
Penjaga itu berbalik pergi.
Tida lama kemudian, seorang perempuan dengan rambut silver, di temani dengan Gort ajudan setiap Raja Ellios datang.
" ....... " Callisto terdiam.
| Siapa Lady cantik ini? | Eileria bertanya-tanya.
" Salam yang mulia putra mahkota. " Perempuan berambut silver itu tidak lain adalah Adelia.
" Emmm, siapa kau? " Callisto bertanya dengan kepala miring.
" ....Apa? Anda tidak mengenal saya? " Tanya Adelia.
" Siapa dia Gort? Apa dia simpanan ayah? " Tanya Callisto.
" Tidak yang mulia, Lady cantik ini adalah tunangan masa kecil anda. Wajar jika anda tidak ingat. " Ucap Gort.
" Callisto, saya adalah tunangan anda. Apa anda benar-benar tidak ingat? " Ucap Adelia.
" Berani sekali kau memanggil namaku langsung! " Tegur Callisto marah.
" Sejak dulu saya sudah memanggil anda Callisto. " Ucap Adelia.
| Mereka berbicara di depan pelayan seperti ku.....lebih baik aku pergi. | Pikir Eileria.
" Saya permisi. " Ucap Eileria seraya membungkuk.
" Siapa bilang kau boleh pergi. " Cegah Callisto.
| Mulai lagi! | Pikir Eileria.
" Bawa dia Gort, aku tidak tahu dia siapa. Lagi pula aku sudah memiliki tunangan. " Ucap Callisto.
" Siapa yang mulia? " Tanya Gort dan Adelia serius.
" Dia! " Callisto mengangkat tangan Eileria ke atas.
Eileria membisu mendengar kata-kata Callisto.
" Apa?! Seorang pelayan. " Adelia mengerutkan alisnya.
" Kemarikan tanganmu! " Bentak Callisto.
" Apa yang anda lakukan! dari mananya saya tunangan anda! " Eileria memberontak.
Callisto melepaskan cincin miliknya, dan dia memasukkan cincin tersebut ke jari Eileria.
" Nah...muat..." Ucap Callisto setelah memasang cincin.
" Diam! Sekarang kau tunanganku. " Ucap Callisto.
| Orang gila! | Cibir Eileria.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG....