Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 43


__ADS_3

Callisto menuju tempat sirine terdengar, tentunya dengan wajah mengeras dia berjalan dengan tergesah-gesah.


.


.


.


Beberapa waktu terlewat.


Callisto yang sudah tiba di pintu pertama, dia dengan cepat membuka pintu besar yang ada di depannya.


Saat di buka, tidak ada siapapun.


" Tidak ada....." Ucap Callisto dengan wajah waspada, dan terus memperhatikan sekitar.


Callisto berjalan lagi ke depan dan segera membuka pintu-pintu selanjutnya, akan tetapi tidak ada siapa pun.


Dengan ekspresi marah, dan tangan mengepal, Callisto berguman seram.


" Mereka kabur! " Gumam Callisto.


" Yang mulia! " Jimmy kembali dengan beberapa kesatria di belakang nya.


Mengetahui situasi, Jimmy pun berbicara.


" Mereka melarikan diri. Tapi bagaimana bisa? " Tanya Jimmy seolah dia tidak mengira jika penyusup itu kabur dengan mudahnya.


" Cari di sekitar istana! Cepat! " Teriak Callisto kepada pengikutnya.


Para kesatria dengan cepat berlari sesuai perintah Callisto.


" Bagaimana mungkin yang mulia? " Jimmy masih penasaran.


| Siapa sebenarnya? Batu sihir memang di simpan di tempat yang tidak di jaga oleh para kesatria, begitu pun pintu menuju ruangan batu sihir sangat mudah di lalui. Tentu saja tidak dengan pintu terakhir menuju ruang utama, jika berusaha membuka pintu utama, sirine akan berbunyi, selain itu penyusup tidak dapat keluar selain kabur lewat jalan rahasia. Tidak ada yang tahu jalan rahasia. | Batin Callisto.


" Sepertinya ada penyusup di dalam istana yang memberitahu jalan-jalan rahasia. " Ucap Callisto.


| Aku tidak percaya kemanan istana goyah. | Batin Callisto


" Sudahlah, kau sekarang ikut ke ruanganku. " Perintah Callisto.


" Saya mengerti yang mulia. " Jawab Jimmy tegang.


...----------------...


Sementara itu, Hylos dan Eileria berada di pasar, mereka berdua sedang mencari butik.

__ADS_1


Tentu saja keduanya berjalan berdampingan, Hylos juga menyiapkan beberapa kesatria bayangan di berbagai tempat tersembunyi, untuk keamanan Eileria.


Saat mereka sedang berjalan berdampingan di jalan yang ramai akan pengunjung pasar, Eileria tiba-tiba bertanya kepada Hylos.


Itu karena Eileria merasa canggung, sejak keluar dari istana sampai sekarang, Hylos tidak berbicara sama sekali.


" Emmm, sepertinya saya merasa bosan untuk sementara waktu. " Ucap Eileria memulai pembicaraan.


Hylos pun menjawab dengan reaksi datar.


" Maaf, saya tidak pandai berbicara. " Jawab Hylos datar.


" Tidak apa, saya yang akan memulai obrolan ini. " Ucap Eileria riang.


| Yah, wajar saja, Hylos ajudan yang waspada. Tidak mungkin dia mengajakku bicara duluan. | Batin Eileria.


" Sepertinya anda sangat menghormati Yang mulia putra mahkota....


" Padahal sikapnya sudah jelas terlihat..." Ucap Eileria, dia sedang menunggu reaksi Hylos.


" Anda mungkin melihat pangeran seperti itu, tapi saya tidak. Beliau tidak begitu jahat, dan beliau menghargai kesetiaan bawahannya. Tentu saja sebaliknya, jika orang yang dia hargai lalu berkhianat, dia juga akan melakukan hal yang sama. " Reaksi Hylos biasa saja, namun di akhir kalimatnya, Eileria sedikit menyadari, bahwa itu adalah peringatan untuknya.


| Yah, kau memperingati ku untuk tidak berkhianat. Tapi maaf, sejak awal aku memang harus melakukan itu. | Batin Eileria.


" Ngomong-ngomong, apa Sir Hylos tidak bertanya-tanya dari mana saya berasal, dan kenapa yang mulia memilih saya sebagai tunangannya? " Tanya Eileria sekali lagi.


" Bukankah jawaban itu sudah saya jawab saat di taman tadi. " Ucap Hylos.


Hylos dengan bibir terkatup diam sejenak seraya melihat toko butik yang ada di depannya.


" Hylos?..." Tanya Eileria sekali lagi.


" Yah, mungkin anda harus bertanya sendiri kepada yang mulia. " Jawab Hylos.


" Mari masuk, saya akan mengosongkan tempat ini, jadi anda bisa memilih pakaian dengan leluasa. " Ucap Hylos dengan tangan yang sudah memegang gagang pintu butik.


" Hmmm, baiklah. " Jawab Eileria.


Hylos pun membuka pintu butik, Eileria pun masuk ke dalam butik itu.


" Ada yang bisa saya bantu? " Pelayan yang ada di butik dengan ramah bertanya pada Hylos.


" Tolong kosongkan butik ini, karena tunangan putra mahkota ingin memilih gaun dengan tenang di sini. " Pinta Hylos seriua dengan wajah datarnya.


Sontal hal itu membuat para pengunjung kaget, dan bertanya-tanya siapa tunangan yang di sebut-sebut Hylos.


" Tunangan! Apa ada pemberitahuan dari istana akhir-akhir ini yang tidak aku dengar. " Para Lady muda tang sedang memilih gaun bertanya-tanya.

__ADS_1


" Bukankah yang mulia putra mahkota baru saja bangun. Kenapa ada tunangan. " Bangsawan lainnya ikut heran.


| Haaah....Sepertinya Hylos sengaja membiarkan orang-orang tahu tentang pertunangan ini. Sepertinya ini rencana pria itu juga.| Batin Eileria.


Eilera hanya berdiri di belakang Hylos, dia tidak mau mencolok. Bagaimana pun pertunangannya dengan Callisto hanya kontrak, dan dia harus pergi setelah tujuannya tercapai.


" Te-tentu, saya akan mengosongkan butik ini, sehingga anda bisa menggunakannya dengan nyaman. " Ucap pelayan butik itu yang terlihat kaget, dan gugup.


...----------------...


Ruang kerja Raja.


Raja Ellios yang mendengar tentang penyusup, dia amat murka kepada para penjaga istana yang lalai dalam tugasnya.


" Bedebah sialan! Kenapa penyusup itu bisa masuk dan kabur dengan mudah! " Teriak Raja Ellios.


" Tenanglah yang mulia, anda bisa sakit lagi. " Gort ajudan berusaha menenangkan Ellios.


" Bagaimana aku bisa tenang, sejak kemarin tidak ada yang berjalan dengan benar sesuai keinginanku. Mulai dari Callisto, dan sekarang penyusup. " Ellios tida bisa berhenti berbicara, sampai akhirnya penjaga mengumumkan kedatangan seseorang.


" Yang mulia putra mahkota meminta izin masuk. " Ucap penjaga pintu.


" Akhirnya anak itu datang juga. Biarkan dia masuk! " Tegas Ellios.


Penjaga itu pergi, tidak lama kemudian, Callisto masuk, kemudian memberi salam kepada Ellios.


" Salam yang mulia..." Ucap Callisto acuh.


" Aku tidak butuh salammu, sekarang katakan bagaimana ini terjadi! " Ucap Ellios.


" Saya akan mengurusnya, untuk sekarang anda tenang saja. Dan satu lagi, besok saya akan melangsungkan pertunangan. Saya harap anda mengerti dan tidak melakukan hal yang sia-sia. " Ucap Callisto langsung menyelesaikan perkataan, dan tujuannya.


Mendengar itu, Ellios sangat murka, dia melemparkan buku ke arah Callisto sambil berteriak.


" Callisto!!! " Teriak Ellios memanggil nama putranya.


Callisto hanya menunduk di akhiri dengan salam, kemudian pergi begitu saja.


" Apa dia sedang menguji kesabaranku?! Dia bangun hanya untuk membuatku mati lebih cepat! Jika tahu akan seperti ini lebih baik aku membunuhnya saja! " Ucap Ellios dengan emosi yang meledak-ledak.


" Jangan yang mulia, satu-satunya yang cocok menaiki tahta hanya pangeran Callisto, yang lainnya tidak mungkin cocok. " Ucap Gort.


" Kita bisa menyingkirkan wanita itu menggunakan Lady Adelia. Bukankah Lady itu saat ini tengah bersiap-siap. " Ucap Gort.


Dengan kerutan di wajahnya, Ellios menanggapi Ucapan Gort selaku ajudan yang selalu ada di sampingnya.


" Ya, kau benar ada Adelia....Dia pasti bisa menyingkirkan wanita itu. " Ucap Ellios sedikit tenang.

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG...


__ADS_2