
" Apa ini sudah di mulai? Padahal anda belum membicarakannya lagi. " Eileria yang masih dalam genggaman Callisto berbicara.
| Melihat raut wajahnya yang seperti itu, dia sepertinya marah. | Batin Eileria.
" Jangan bicara sebelum berada di ruanganku. " Tegas Callisto.
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan yang telah di siapkan oleh Callisto. Sesampai di dalam, Callisto melepaskan tangan Eileria dan dia menyuruhnya duduk.
" Duduk. " Perintah Callisto.
" Baiklah. " Jawab Eileria seraya duduk di sopa.
" Jadi, bagaimana? " Tanya Eileria.
" Seperti yang kau alami tadi, peranmu sudah di mulai. Besok kau harus bersiap untuk menjadi tunanganku. " Ucap Callisto.
" Baiklah, tapi ini hanya beberapa bulan saja. Setelah itu, tolong lepaskan saya. " Pinta Eileria.
| Kau harus melepaskanku dari cengkramanmu Callisto. Atau mungkin tidak, karena pada saat itu aku akan mencuri benda yang selama ini menjadi tujuanku. | Batin Eileria.
" Itu mudah, asalkan kau tidak berbuat yang aneh-aneh. Pesta pertunangan seperti apa yang kau inginkan? " Tanya Callisto.
" Pesta sederhana, karena ini hanya pertunangan pura-pura. " Jawab Eileria.
" Tidak bisa! Jika seperti itu, ayahku mungkin akan sangat curiga. Pestanya akan diadakan secara meriah, tidak ada penolakan! " Tegas Callisto.
| Jika itu keinginanmu, kenapa kau masih saja bertanya. Dasar pria aneh. | Batin Eileria kesal.
" Ya....
" Sebelum itu, saya mohon jangan menyuruh saya memasak lagi. " Pinta Eileria.
Callisto terdiam sejenak mendengar permintaan Eileria.
" Tidak, kau harus tetap memasak. Entah kenapa masakanmu berbeda dari yang lain. Seolah itu sudah di masuki bumbu yang aneh. " Ucap Callisto.
Mendengarnya Eileria terdiam tidak percaya, padahal masakannya hanya masakan rumahan biasa, dan itu tidak menuruti menu istana.
" Padahal masakan saya tidak begitu enak..." Ucap Eileria.
| Di lihat dari penampakan makanannya juga memang terlihat sederhana di banding hidangan koki istana. Tapi entah kenapa rasanya sulit untuk di temukan di istana. Selain itu, makanannya seolah membuatku tenang dan tidak ingin terus tertidur. Ngomong-ngomong tentang tidur, jelas sekali ada perbedaan, aku selalu bangun pagi dengan sendirinya, tidak seperti sebelumnya, harus ada yang membangunkan ku. | Pikir Callisto.
" Yang mulia? " Eileria memanggil Callisto, karena dia terlihat terdiam cukup lama.
" ....Apa? " Tanya Callisto.
__ADS_1
" Jadi, saya boleh pergi. " Tanya Eileria.
" Tunggu, aku belum selesai berbicara. " Ucap Callisto.
" Apa? " Tanya Eileria.
" Hylos! " Callisto tiba-tiba memanggil Hylos.
" Saya di sini. " Hylos dari balik rak buku muncul, dan menghampiri mereka berdua.
" Oh, anda ternyata menyimpan penguping di sini. " Ucap Eileria sinis.
" Dia sudah berada di sini sejak kita belum masuk. Ikuti Hylos, dia akan membawa mu ke suatu tempat yang akan mengubah penampilan buruk rupamu. Tidak bagus jika tunangan putra mahkota jelek dan kusut. " Ucap Callisto.
" Terimakasih atas hinaan yang anda berikan. " Ucap Eileria dengan senyum terpaksa nya.
| Buruk rupa? Jika aku seburuk itu, kenapa kau mau bertunangan denganku walau itu hanya tunangan kontrak. Banyak wanita lain yang ingin dengannya kenapa harus aku? | Batin Eileria.
" Pergilah. " Titah Callito.
" Baiklah. " Ucap Eileria seraya berdiri.
" Mari. " Hylos menunjukkan arah.
" Ternyata kau benar-benar anjing yang setia. " Gumam Eileria.
...----------------...
" Yang mulia, tolong jangan diam saja, jika kita diam saja dan menunggu dua anak itu, kerajaan kita pasti akan musnah duluan. " Seorang ajudan merengek di depan singgahsana yang diduduki oleh pria pirang nan tampan, dia adalah Fallen raja Carvana
" Kau benar Asland, mereka berdua tidak menunjukkan tanda-tanda akan membawa batu itu. Seperti nya aku harus turun tangan. " Ucap Fallen dengan wajah seriusnya.
Ajudan yang bernama Asland itu pun bertanya apa yang akan di lakukan majikannya.
" Apa yang akan anda lakukan? " Tanya Asland.
" Lindungi istana, perketat penjagaan. Karena aku sendiri yang akan mendatangi mereka. Aku ingin tahu apa yang mereka lakukan hingga bertahun-tahun tidak kembali dan membawa barang itu. " Ucap Fallen.
" Tidak yang mulia, bagaimana mungkin anda akan pergi ke sana. Anda tahu, bagaimana kerajaan itu. " Ucap Asland.
| Kerajaan itu tidak kenal ampun, jika aku tertengkap, bukan hanya aku yang mati, tapi kerajaan ku akan ikut musnah. Tapi aku tidak mungkin memutuskan keputusan ini tanpa adanya persiapan. | Pikir Fallen.
Dia sudah merencanakan sesuatu sehingga dia berani mengambil resiko untuk meninggalkan singgahsananya dan pergi ke kerajaan Eldorado.
" Besok aku akan pergi, siapkan yang aku perintahkan. " Ucap Fallen.
" Tapi...." Asland terlihat tidak setuju.
__ADS_1
" Jangan ragu Asland, ini semua untuk kerajaan kita. " Ucap Fallen.
" Saya mengerti yang mulia. " Asland mau tidak mau harus menuruti keinginan Fallen, meskipun dia merasa berat.
Karena istana Carvana akan kosong dan itu berbahaya.
...----------------...
Taman Istana Eldorado.
" Ternyata peta yang di buat oleh Leria tidak gagal. Kita bisa masuk ke sini dengan mudah. " Alvin saat ini tengah berada di dalam taman istana.
" Kalau begitu cepat! Kemana sekarang kita harus pergi? Di mana tempat batu sihir itu. " Hans yang juga ikut dengan Alvin bertanya.
Mereka berdua sembunyi di semak-semak yang ada di taman istana, tujuan mereka jelas untuk batu sihir.
" Lewat sini... " Ucap Alvin seraya merangkak keluar dari semak-semak, begitu pula dengan Hans.
Namun, saat mereka keluar, mereka mundur lagi menyadari ada seseorang yang datang.
" Ada orang? Apa penjaga? " Tanya Hans.
" Mungkin.....Tapi, jangan sampai kita tertangkap. " Bisik Alvin.
Mereka berdua melihat siapa yang datang, dan ternyata.
" Hylos, sebenarnya kenapa dia memintaku menjadi tunangannya? Bukan orang lain? " Suara itu milik Eileria.
" Itu....itu Leria. Sepertinya dia bersama ajudan Callisto, siapa namanya?...." Bisik Alvin.
" Tadi Leria menyebutnya Hylos...itukah namanya? " Tanya Hans.
" Mungkin. " Jawab Alvin pelan.
" Karena anda terlihat tidak akan mudah mati, jika perempuan lain, mungkin akan mudah mati. Secara banyak pembunuh yang menargetkan yang mulia." Jawab Hylos.
" Belum lagi, Lady Adelia pasti tidak akan menyerah secepat itu hanya dengan sebuah peringatan. Jika ingin lepas dari Lady itu, yang mulia harus memilih perempuan yang kuat dan tidak mudah mati. " Hylos sekali lagi menjelaska.
" Dari mana dia tahu jika aku kuat? " Tanya Eileria.
| Aku hanya melindunginya dari satu panah, tidak ada yang aku tunjukkan lagi. | Batin Eileria.
Mungkin dia tidak sadar, bahwa Callisto sudah melihat dirinya yang menyerang para penjaga saat dirinya mabuk.
| Itu karena yang mulia sudah melihat bagaimana anda menyerang para lelaki dengan sangat hebat. Sangat jarang ada wanita seperti itu di kerajaan. Para wanita bangsawan hanya bisa mengandalkan ksatria dan penjaganya. | Batin Hylos.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG...